Saturday, February 23, 2008

Task of this week (EL-102 Februari 2008)


Sebagai tugas minggu ini, seperti yang sudah disampaikan pada pertemuan terakhir, adalah menganalisa business model dari dua perusahaan, Akamai dan Inktomi. Tugas ini untuk lebih memahami model bisnis khususnya dalam kasus yang terkait dengan industri telematika.


Tugas berupa kajian perbandingan dari aspek bisnis (keuangan, pasar, pelanggan) termasuk aspek teknis (operasional). Selanjutnya dianalisa bagaimana prospek kedua bisnis yang memiliki tujuan yang sama tersebut. Buat satu pilihan manakah diantara dua perusahaan tersebut yang lebih mampu bertahan.

Tugas ini cukup di submit melalui email paling lambat tanggal 1 Maret 2008 termasuk pengumpulan tugas ”Indonesian Celuler Price War” yang seharusnya sudah bisa di submit minggu ini.

Selamat bekerja..

23th February 2008 Class at a Glance

Pertemuan minggu ke empat pagi tadi dibahas materi analisa industri dari model Five Forces Porter. Dari nama klas ”Industri Telematika” sangat relevan jika aspek analisa industri dibahas. Framework dan model ini yang bisa menjadi dasar kita untuk memahami landscape industri yang dikaji.

5 Forces nya Porter dibahas satu persatu melalui determinant atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pagi tadi kita juga sudah coba implementasikan model Porter tadi melalui mekanisme dan proses membangun analisa industri, mulai dari assessment determinant, rating dan scoring termasuk pengukuran impact dari masing-masing forces. Model Porter juga sedikit di ”enhace” dengan menambahkan aspek regulatory dan technology sebagai forces tambahan yang cukup dominan untuk industri telekomunikasi.

Hari ini Handout kedua sudah bisa di akses lebih cepat dari sebelumnya.

Selamat menyimak ulang....

Thursday, February 21, 2008

2, 9, and 16th of February 2008 Class at a Glance

Posting kali ini membahas tiga pertemuan lalu yang belum pernah diulas di Klasmaya. Meski perlu diingat-ingat lagi, namun yang jelas pertemuan minggu-minggu lalu sebenarnya lebih pada pembahasan awal dari industri telematika. Beberapa issue banyak dibahas di tiga pertemuan yang lalu sehingga dari rencana dua kali pertemuan baru dapat diselesaikan dalam minggu ke tiga.

Issue industri yang diinjau dari aspek regulasi, pasar, teknologi, produk dan jasa yang dibahas moga-moga dapat membuka wawasan pemirsa tentang lingkup bahasan EL-102. Materi dari bahasan lalu lebih banyak diambil dari berita-berita di media, kajian dan analisa maupun pengetahuan lapangan yang belum banyak mengambil dari teori text book. Namun dari tiga pertemuan tersebut termasuk materi diskusi, relatif sudah memberikan porsi hampir separuh dari cakupan perkuliahan. Materi dari text book dapat melengkapi dari aspek bahasan teori yang bisa langsung dibaca. Materi lain yang tidak kalah penting adalah media.

Perkembangan industri telematika yang sangat cepaat menuntut pemirsa / mahasiswa untuk banyak memperhatikan update issue dan berita di media. Text book seringkali terlambat untuk mengejar perkembangan teknologi dan industri yang terjadi. Aspek lain adalah persoalan regional, seringkali buku-buku acuan lebih melihat perkembangan di negara asal penulis yang belum tentu fit dengan kondisi regional dan negara kita.

Seperti janji saya materi presentasi akan saya share di klasmaya. Sampai tulisan ini dibuat saya masih mencari file hosting gratisan untuk menyimpan file yang cukup besar ini (saya juga coba me’reduce untuk menghemat akses). Biasanya file-file seperti ini di simpan di geocities, namun jatah yang saya dapat sudah mendekati full, sehingga saya harus cari altenatif hosting.

Kalau address ini (HandOut-1) bisa di download berarti persoalan hosting sudah solved, dan anda bisa simpan untuk dibaca.

Pertemuan besok, jangan lupa tugas analisa pricing di industri seluler yang semakin memanas, termasuk juga fixed wireless. Tugas bisa dikumpul dalam bentuk file transfer atau melalui email dengan subjek depan diberi imbuhan ”[EL-102]”. Moga-moga pertemuan besok kita bisa bahas 5 Force nya Porter lebih intens.

Tabik ...

Monday, February 18, 2008

Welcome aboard EL-102

Selamat datang ..... khususnya bagi pemirsa EL-102.

Seharusnya sebelum klas (tiap hari Sabtu jam 07:00 WIB) dimulai, posting ini sudah memberikan pendahuluan awal tentang bagaimana dan apa dari lingkup, rencana, dan segala tetek bengek Industri Telematika. Namun sayang, saya baru bisa submit setelah minggu ke-3 dari klas offline/tradisionil/face2face atau tepatnya klas riil, mohon maaf.

EL-102 relatif baru buat saya, seperti juga awal dari mata kuliah lain yang hampir relatif baru dalam artian bukan mata kuliah yang harus saya berikan berulang-ulang di setiap semester. Namun dari judul dan lingkupnya seharusnya bukan hal yang baru, khususnya dari sisi pengalaman kerja yang tidak jauh berbeda dari industri telematika/infocom.

Sesuatu yang baru, yang bisa saya ambil adalah rujukan text book dari institusi yang relatif memberikan masukan dan wawasan khususnya untuk bahan kuliah. Referensi yang diacu adalah :

  • Tarik M. Khalil, Management of Technology; Mc Graw Hill, 2000
  • Annabel Z. Dodd, The Essential Guide to Telecommunication (3rd Edition), Prentice-Hall, 2001

Beberapa referensi lain (produk lokal) belum saya pastikan jadi acuan, alasan utama hanya karena saya belum dapat bukunya. Tapi ada tambahan referensi yang menurut saya cukup relevan yaitu :

  • Porter, M.E., Competitive Strategy, The Free Press, New York, 1984

Dari informasi pemirsa, ketiga buku ini sudah tersedia di perpustakaan kampus, jadi minimal tidak ada alasan lagi buat pemirsa untuk berdalih belum baca.

Sisanya (bisa jadi 60%), referensi yang praktikal diberikan dari sumber-sumber luar, antara lain dokumen regulasi, best practice, berita dan artikel lepas, hasil kajian dan analisa atau report dari pelaku bisnis di industri telematika.

Jadi mulai sekarang, dicoba lebih concern dengan issue dan berita yang terkait dengan industri telematika. Kalau perlu, bisa diajukan sebagai bahan diskusi baik di klasmaya atau klas riil.

Selamat bergabung…

Thursday, December 13, 2007

Bahan presentasi dari buku Burlton

Awalnya saya berniat untuk mengulas bab per bab dari materi Burlton yang sudah dipresentasikan mahasiswa beberapa minggu lalu. Namun karena waktunya sudah rada mepet buat di deliver sebagai bagian dari bahan yang bisa jadi soal UAS, saya harus segera upload ke Klasmaya.

Ada beberapa bagian buku yang bisa di share di media ini, antara lain:

Bab-2
Bab-3
Bab-5
Bab-6
Bab-7
Bab-9&10
Bab-11
Bab-12
Bab-13
Bab-14
Bab-16

Materi presentasi masih original dari penyusun, jadi mungkin perlu sedikit cek ke bukunya langsung. Paling tidak ada sedikit rangkuman yang bisa didapat sebagai bahan UAS

Permintaan Maaf

Dari rencana semula, hari Senin lalu seharusnya ada kuliah pengganti. Meski secara phisik sudah berada di Indonesia, namun kondisi saya tidak memungkinkan untuk hadir di ruang kelas, disamping ada masalah mengkomunikasikan ke BAAK ataupun salah satu mahasiswa.

Hari Rabu saya sudah masuk ke kantor, dan coba hubungi pihak institusi untuk penggantian, namun sampai jam 1500 belum bisa kontak lansung dengan pengelola, sampai saya putuskan untuk membatalkan penggantian, toh perlu waktu untuk informasi ke mahasiswa yang sangat pendek waktunya.

Jadi kita akan langsung masuk UAS di hari Sabtu besok, dengan materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Ada beberapa materi yang belum di share, antara lain handout untuk materi Analysing Workflow dan bagian dari bukunya Aalst terkait dengan materi tersebut yang bisa di download di posting ini.

Semoga sukses ..

Saturday, November 24, 2007

Tambahan Nilai

Angka nilai tengah semester tempo hari mungkin masih belum memuaskan. Beberapa mungkin mendapat angka sementara yang below average meski dari sisi kapabilitas seharusnya bisa diatas rerata. Persoalannya ada beberapa partisipan yang belum men submit PR atau tugas yang dikerjakan di rumah.

Untuk memberi peluang perbaikan berikut ini disampaikan tambahan tugas sebagai berikut:

  • Tugas dari soal latihan dari gabungan Bab 2, no 2.7 (hal 71) dan Bab 3, no 3.1 (hal 94) khusus untuk partisipan dengan nama Debut, Petrus, Ihsan, dan Adri.
    Tugas bisa dikirim melalui email atau disampaikan pada saat pertemuan.
  • Tugas me resume kuliah dari Jack Shaw (Accelerating Innovation: People, Process, & Technology) yang bisa diakses di posting ”Kuliah terkait Process”, terutama untuk partisipan dengan nama Santi, Budiyanto, Petrus, Denny, Ihsan dan Mariany. Tugas ini bisa juga dipergunakan untuk partisipan lain yang berminat menambah nilai. Resume minimal 2 halaman dengan 1 spasi. Tugas berupa file yang dikirim melalui email atau ditransfer melalui flash disk pada saat pertemuan.

November 23, 2007 Class at a Glance

Apa kabar..... lama tak jumpa. Praktis selama tiga minggu, akibat dua kali pertemuan terakhir ”mabal”, klas ini sempat terputus. Seharusnya putus di offline, klasmaya tetap jalan seperti biasa. Namun rupanya tidak mudah juga untuk konsisten updating info di media ini.

Tiga minggu ini, pekerjaan ”biasa” (bukan ”luar biasa” seperti klas) menuntut lebih banyak waktu dan konsentrasi dari biasanya, terkait dengan pekerjaan rutin per triwulan, perencanaan untuk tahun 2008, maupun persiapan mengikuti seminar. Semoga semua berjalan dengan lancar. Amiin.

Jadi saya mohon maaf, atas peristiwa dua kali berturut-turut ”mabal” tersebut (yang tidak tahu istilah ”mabal” bisa mencari di kamus). Moga-moga atmosphere lebaran masih belum hilang untuk bisa saling memaafkan.

Rencana men’disseminasi materi presentasi Burlton juga belum kelar. Awalnya saya mau ulas per bagian namun kalau waktunya tidak memungkinkan, minimal yang sudah disubmit harus sudah dishare. Lagi-lagi mohon maaf.

Klas minggu ini dimulai dengan pembahasan pekerjaan rumah untuk soal 4 lintasan KA. Sekilas meski tidak 100% tepat dan mungkin juga tidak 100% murni (karena lebih banyak yang sama ”salahnya”, kecuali kalau PR dikerjakan bareng) jawaban PR cukup bagus.. Dari analogi dua track yang ditampilkan di klasmaya, beberapa sudah mencoba untuk diduplikat sampai 4 track. Hanya saja penyelesaiannya kurang di analisa dan dikaji lebih mendalam, sehingga masih ada beberap kekurangan yang sulit untuk disebut minor.

Model kedua dari jawaban PR ada yang mencoba ”ngulik” dari logika dan aturan yang dipahami. Meski sekilas sedikit berbeda, namun orisinalitas karya dari pekerjaan rumah ini bisa lebih berharga dibanding fenomena ”^C - ^V”.

Bahasan selanjutnya adalah menyelesaikan sisa rencana program. Minggu ini dipilih bab-4 dari (masih) Aalst tentang Analisa Workflows (bahan handout bisa dikolek disini). Konten terkait dengan Teknik analisa dari aspek kualitatif dan kuantitatif, Situasi error yang biasa terjadi, Reachability, Soundness, dan Building Block untuk tahapan derive proses.

Pada pembahasan lampu Lalin (Lalu lintas), terdapan situasi (proses Lalin) yang sebenarnya tidak salah (error) dalam workflow namun menjadi pincang, unfair, dan tidak mencerminkan situasi Lalin yang sebenarnya. Perbaikan dari situasi ini menjadi PR yang disepakat untuk dikumpulkan di pertemuan kedepan.

Clue: tempatkan satu tambahan place. Selanjutnya pikirkan jalur/arrow mana yang perlu diberikan dan perubahan jalur yang ada.

Pengganti klas pertama, dijadwalkan Senin tanggal 26 November 2007 Jam 17:00 WIB, kemungkinan di ruang yang sama. Pengganti klas kedua masih belum disepakati, sementara tanggal 7 Des mendatang diperkirakan saya tidak bisa hadir karena dari tanggal 2-8 Desember saya harus mengikuti seminar di Hongkong. 30 November kemungkinan masih bisa, namun masih ada dua klas yang belum terbayar. Jadi waktu tersisa tinggal sekitar tanggal 1 Des, dan 10-12 Des. Kalau masih ada waktu dari tanggal 27-30 Nov, mungkin bisa menambah kekurangan klas.

Ciao

Tuesday, November 06, 2007

Bahasan latihan soal dan pekerjaan rumah untuk jalur/lintasan kereta api.

Soal ini diambil dari buku Aalst di bagian 2. Digambarkan tentang suatu lintasan sepur, spoor, atau kereta api dimana setiap satu track/lintasan memiliki 3 state/status/kondisi, dalam hal ini :

  • Busy : Sibuk, artinya lintasan ini sedang dipergunakan oleh satu unit kereta api.
  • Claimed : Dipesan, artinya satu unit kereta (yang berada di track persis sebelumnya) telah berhasil memesan untuk mempergunakannya. Dalam state ini, tidak ada kereta yang berada diatas track ini.
  • Free: Bebas, artinya tidak ada kereta yang sedang berada diatas track ini, dan tidak ada pesanan untuk mempergunakan track ini.

Satu lintasan hanya bisa dipergunakan oleh satu kereta. Pada saat track atau bagian lintasan tersebut dilalui/didiami, status track dalam kondisi Busy. Untuk pindah ke bagian/lintasan berikutnya kereta harus memesan (claim) terlebih dahulu, dan hanya lintasan yang bebas (Free) yang bisa dipesan. Begitu kereta tersebut pindah ke track berikutnya (setelah di pesan) lintasan sebelumnya langsung melepas kondisi sibuk (Busy) menjadi Free (bebas/kosong).

Gambar dibawah ini menunjukkan model Petri Net untuk satu lintasan dengan 3 states.
3 states digambarkan dalam 3 Place (yang digambarkan dalam bulatan) dengan label b1 untuk state ”busy” di track 1, label c1 untuk state ”claimed” di track 1, dan label f1 yang menunjukkan state ”free” di lintasan 1. Token dalam gambar diatas berada di state busy, artinya lintasan satu sedang dipergunakan oleh satu unit kereta. Model sederhana ini juga menunjukkan 3 buah transisi yaitu: clear_track untuk berpindah dari state busy (b1) ke free (f1), claim_track untuk berpindah dari state free (f1) ke claim (c1), dan use_track untuk merubah state claim (c1) ke busy (b1).

Agar tidak bingung, dalam perpindahan dari state busy ke free, kereta seharusnya sudah memesan (claim) track berikunya, yang dalam model satu railnet ini belum digambarkan.

Untuk menggambarkan model dua lintasan, secara sederhana dapat dilakukan dengan menggabungkan dua model sebelumnya dengan penambahan satu input claim_track di lintasan 2 dari b1 dan penambahan satu output dari claim_track di lintasan 2 ke b1.

Penambahan input dan output ini memberi arti bahwa claim_track hanya bisa di enable jika dan hanya jika ada token di f2 dan b1. Jika memenuhi syarat tersebut dan transisi claim_track 2 tersebut di trigger/fire atau di eksekusi, token akan mengisi di place c2 dan satu token akan mengisi kembali di b1. Model ini menunjukkan bahwa lintasan hanya bisa di pesan jika lintasan tersebut bebas dan ada satu kereta di lintasan sebelumnya. Namun pemesanan track 2 yang merubah state dari f2 ke c2 tidak merubah state di track 1 yang tetap berada di b1. Dengan kata lain, kereta yang memesan track 2 masih tetap menduduki track 1.

Transisi clear_track 1 dan use_track 2 selanjutnya bergabung menjadi satu transisi dengan nama transfer. Pada saat transisi ini dieksekusi, dengan syarat ada token di c2 dan b1, states di track-1 langsung berubah menjadi bebas (dari output ke f1) dan state di track 2 menjadi busy (dari output ke b2).

Jika kita kaji states yang bisa dilalui yang diwakili oleh notasi (state1, state2), kemungkinan perpindahan states di dua track tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.


Dapat dilihat disini, bahwa pada saat perpindahan dari b2 ke f2, yang dapat ditunjukkan dalam transisi (b,b) ke (b,f), kereta yang sebelumnya berada di track 2 tidak menuju ke track 1 namun berada di satu lokasi diluar track1 dan track 2 yang bisa dibayangkan dalam suatu stasiun (langsir). Sedangkan kereta yang sebelumnya berada di track 1, setelah track2 dalam kondisi sudah di claim (b,c) maka akan pindah ke track 2 dengan perubahan state menjadi (f,b) dimana track 1 menjadi bebas.

Gambaran fisik lintasan tersebut diatas dapat ditunjukkan pada gambar dibawah ini dimana terdapat dua track/lintasan dan satu stasiun yang bisa menampung 2 kereta, dengan satu arah lintasan dari track 1 ke track 2 ke stasiun dan kembali ke track 1.

Berikut soal pekerjaan rumah yang harus dikumpul di pertemuan mendatang :

  1. Gambarkan model lintasan kereta dengan 4 track sirkular (tanpa ada stasiun) yang dilalui oleh dua unit kereta dalam kerangka Petri Net. Ingat bahwa satu track hanya dapat ditempati oleh satu kereta.
  2. Ada berapa state yang mungkin terjadi, gambarkan kemungkinan perpindahan states tersebut.

Selamat bekerja...

Saturday, November 03, 2007

November 2, 2007 Class at a Glance

Tuntas juga bahasan buku Burlton lewat dua kali pertemuan. Secara keseluruhan, dari sisi penyajian cukup memuaskan, yang menyiratkan peserta tidak sekedar membaca namun juga mengartikan dan mencoba memahami. Saduran dari bagian per bagian meski buat saya pribadi bukan hal yang mudah, terlebih buat siswa yang belum bergulat banyak di aspek menajemen kecuali sedikit teori, cukup baik. Hanya saja saya masih melihat bahasan masih berkutat di aspek wording dan hanya sedikit yang membahas gambaran atau picture yang banyak disajikan dalam buku Burlton.

Posting berikutnya kita akan coba mulai bahas bagian per bagian, minimal sekedar sharing dari tulisan yang sudah dibuat. Beberapa materi dari bahasan Burlton sebagian sudah pernah di posting di klasmaya, misalnya Buil to Flip, Konsep BPM, Strategi Manajemen dari posting untuk mata kuliah sebelumnya.

Monday, October 29, 2007

October 26, 2007 Class at a Glance

Akhirnya jadi juga klas tanpa harus bener-bener ngajar (he he he he….). Setelah beberapa kali tertunda, dan kemarin juga diawal-awal pertemuan hampir tertunda dengan alasan yang sama akibat persoalan disiplin masuk klas (Ulasan disiplin mungkin nggak akan dibahas sekarang disini). Saya cuman mau komentar satu kata ”Luar Biasa”. Bener-bener amazing, kebayang gak tuh hampir separuh dari buku tebelnya Burlton bisa dilalap dalam satu kali petemuan dengan bahasan yang cukup bagus (buktinya gak ada yang nanya karena gak ngerti).

Kalo dipikir-pikir model ini mungkin jauh lebih efektif, dibandingkan bahasan saya yang dalam waktu dua sks cuman ngebahas satu bab Burlton. Efektif karena saya melihat relatif semua terlibat minimal membaca bagian buku yang menjadi haknya untuk dipresentsaikan. Dari natural bukunya Burlton, memang jauh lebih efektif kalau siswa membaca langsung, merasakan langsung, dan men’sari’kannya untuk dibahas bersama.

Minggu depan kita lanjutkan bahasan Burlton tentunya dengan sajian yang bisa lebih menarik. Pembagian kerjaan membaca dan sharing melalui bahasan di depan kelas sebagian sudah, sharing materi juga sedang dipersiapkan sehingga diharapkan seluruh elemen SI-454 bisa mendapatkan gambaran yang komprehensif dari BPM nya Burlton.

Materi presentasi rencanya akan di share disini, saya mohon ijin dari pengulas/pembahas, hanya saja lebih bagus kalau sesuai urutan bab dalam buku, walhasil kita tunggu minggu depan untuk menuntaskan bagian yang belum ditampilkan.

Presentasi


Thursday, October 25, 2007

Perlunya Standard Bisnis Proses

Artikel ini dicuplik dari situsnya HBR (Harvard Business Review) dari tulisan aslinya dengan judul “The Coming Commoditization of Processes” oleh Thomas Davenport. Isinya terkait dengan kebutuhan standard bisnis proses terkait dengan komunikasi antar unit, antar perusahaan, maupun pola outsourcing. Meski demikian, standarisasi bisa mengarah pada komoditisasi proses yang akhirnya mudah ditiru kompetitor.


Throughout the history of business, most firms have built their own processes for almost everything that needed to be done. Whether the processes involved were critical to the organization's strategy or incidental to it, they were generally performed by people within the organization. Sometimes they were done well, sometimes they were done badly—but since a company had no way of determining how well an outside business might perform these processes, they were kept in-house.

Most companies have remained in do-it-yourself mode for most processes. Because of a scarcity of process standards, it would be risky to do otherwise. With the exception of IT system development, there is generally no clear basis by which companies can compare the capabilities provided by external organizations with those offered in-house, or to compare services among multiple outside providers. As a result, firms that choose to outsource their capabilities have to proceed on two criteria: faith that the external provider will do a good job and cost.

Three types of process standards
A business process is simply how an organization does its work—the set of activities it pursues to accomplish a particular objective for a particular customer, either internal or external. Processes may be large and cross-functional, such as order management, or relatively narrow, like order entry (which could be considered a process in itself or a sub-process of order management). The variability in how organizations define processes makes it more difficult to contract for and communicate about them across companies.

Firms seek to standardize processes for several important reasons. Within a company, standardization can facilitate communications about how the business operates, enable smooth handoffs across process boundaries, and make possible comparative measures of performance. Across companies, standard processes can make commerce easier for the same reasons—better communications, more efficient handoffs, and performance benchmarking.

Since information systems support processes, standardization allows uniform information systems within companies as well as standard systems interfaces among different firms. Standard processes also allow easier outsourcing of process capabilities.

In order to effectively outsource processes, organizations need a means of evaluating three things in addition to cost.

First is the external provider's set of activities and how they flow. Since companies have not reached consensus it remains ambiguous what services should be performed between buyers and providers. Therefore, organizations need a set of standards for process activities so that they can communicate easily and efficiently when discussing outsourced processes. These process activity and flow standards are beginning to emerge in a variety of businesses and industries.

A second set of needed process evaluation approaches are process performance standards. Once companies in a particular industry achieve consensus about which activities and flows constitute a given process, they can begin to measure their own processes and compare their results with those of external providers.

Finally, organizations need a set of process management standards that indicate how well their processes are managed and measured and whether they're on course for continuous improvement. Because this third type of process standard doesn't require consensus on process activities and flows, it is the easiest to create and the most widely available today. Process management standards are based on the assumption that good process management will eventually result in good process flows and performance.

If your organization provides process services, you may have mixed feelings about the development of process standards. Standards will lead to commoditization, more competitors, and lower prices for the services you offer. However, the move to process standards makes so much economic sense that it is probably inexorable—whether or not your company gets involved. It's better to help shape a standard than to be put out of business by it.

Wednesday, October 24, 2007

Tampilan baru Klasmaya

Weblog Klasmaya sedikit dirubah tampilannya, pertama agar tidak bosan, yang kedua terkait dengan pemanfaatkan fitur-fitur baru yang tersedia di blogspot.

Namun untuk memasang fasilitas dan fitur baru (yang saya sendiri belum explore) perlu dilakukan upgrade template, walhasil sekalian saja diubah tampilannya. Konsekuensinya beberapa fitur yang sebelumnya ditambahkan jadi hilang.

Ada komentar untuk tampilan ini?
Saya coba melirik situs weblog gratisan selain blogspot (myspace?) tapi rasanya sudah banyak konten yang diisi disini. Mungkin ada usulan untuk situs weblog yang lebih bagus dari blogspot. Tapi yang jelas saya perlu informasi untuk hosting file pdf untuk dishare, masalahnya kuota geocities sudah menipis, ada usulan?

Untuk percobaan, mohon vote di bagian survey, buat asyik-asyik saja.

Ciao....

Monday, October 22, 2007

October 19, 2007 Class at a Glance

Pertemuan minggu lalu paska libur ”cukup panjang” (soalnya bukan versi pegawai negeri yang sampai tanggal 21 Oktober), seharusnya sudah dibuka sessi presentasi (tugas) dari bahan buku Burlton, hanya saja dengan beberapa alasan, antara lain team-mate nya tidak lengkap, belum ada satu tim pun yang maju.

Akhirnya minggu lalu, dibahas contoh-contoh soal terkait dengan workflow petri net. Paska liburan mungkin lebih enak refreshing dengan contoh kasus, dari pada dijejali materi baru yang jangankan bisa diterima, materi sebelumnya pun mungkin masih separuh dipahami.

Dua contoh yang saya ambil dari exercise nya Aalst terkait dengan German Traffic Light dan Insurance Company. Materi pembahasan mungkin akan lebih bagus dishare setelah ditambahkan dengan beberapa kasus latihan yang lain.

Hari ini saya terima pemberitahuan melalui email bahwa batas akhir pengumpulan NilaiTengah Semester (NTS) Ganjil 2007/2008 adalah hari Jumat, tanggal 02 November. Karena kita nggak bikin UTS, dan pertemuan kita sebelum tenggat hanya tersisa 1 kali lagi, minggu depan, tidak boleh lagi excuse untuk delay 15 minutes presentation. Otherwise, mungkin ada sessi quiz sebagai pengganti sekaligus bahan NTS.

So be there and be ready.

Artikel BPM dari Paul Allen

Artikel ini saya temukan di Internet (lupa dari situs apa) yang cukup relevan dengan SI-454.

IT organizations continue to find themselves under increased reassures to do more with less. In many cases, the development and integration efforts of the 1990s were designed to heighten organizational efficiency by automating departmental functions. Nowadays, with the Internet, e-mail, and the Web, companies can collaborate and share information far more easily than they could just a decade ago.

These developments have been paralleled by an expanded role for businesspeople in IT. Business users increasingly perform tasks that were previously only for the technically initiated. Business executives who were once scared of spreadsheets now use them for planning. E-mail has become ubiquitous. The Web is being used by businesspeople to boost knowledge, watch what competitors are doing, and check for stock information. The result is that the profile of IT looms large on a business agenda that demands heightened organizational efficiency in what are currently difficult economic times. And from an IT viewpoint, increased productivity -- especially in a slowdown -- depends on linking distributed systems together. It is against this background that business process management (BPM) is gaining momentum, receiving serious attention from many vendors, and appearing on the radar screens of senior end-user management.

Of course, there are those in our industry that take a slightly cynical view that BPM is simply the cosmetic re-branding of previous generations of workflow software. The efforts of the IT to reinvent different waves of technology that BPM is a lot more than a re-branding exercise.

Two trends are coming together that are creating enormous opportunities and challenges for the management of business processes across organizational boundaries. The first is a business trend toward the truly networked business that crosses organizational boundaries in an ever more adaptive fashion. The other is an IT trend that concerns development of enabling technology that has grown naturally out of distributed computingand component-based development. This mainly involves Web service protocols, description and discovery mechanisms, BPM languages, and standards. Each trend fuels the other: business pressure to realize the full potential of the Internet. Conversely, as the technology "opens up," business is awakened to increasingly imaginative ventures involving hitherto undreamt-of partnerships.

BPM sits at the confluence of these two trends and as such needs to be taken seriously. It must be understood in both IT and business terms. The business element involves developing an ability to explore, understand, and define cross-enterprise business processes. This, in turn, raises the bar for business process modeling and design techniques that are still largely wedded to the concept of an organization as a production line. That world is changing at a rapid pace. Today's unremitting technological innovation and change is mirrored by unpredictable and discontinuous changes in the marketplace. Businesses are responding by becoming more adaptive. The only strategy that makes sense is to become adaptive -- to sense early and respond quickly to abrupt changes in individual customer needs. Agility is needed both in rapid adoption of new technologies and in timely response to business change.

The IT element in actually making cross-enterprise business process automation happen rests partly in the ability to describe the contractual aspects of business protocols in a standard form that can be consumed by tools for process implementation and monitoring. At the same time, tools must provide much more innovative techniques that bring diagrams to life in a way that maximizes the involvement of businesspeople at the business process modeling and design level.

Thursday, October 11, 2007

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H




October 5, 2007 Class at a Glance

Pertemuan minggu pertama Oktober kembali dibahas materi dari Bab-3 Aalst, yang sekarang sudah bisa di download termasuk materi handout kelima.

Materi pembahasan mencakup konsep maupun aspek pengelolaan sumber daya (resources). Aalst menyebutkan klasifikasi sumber daya dari aspek fungsional dan aspek organisasi. Prinsip alokasi sumber daya juga dibahas dalam materi tersebut antara lain menyebutkan tentang penerapan prinsip antrian. Alokasi work item dari sumber daya menyebutkan pula terminology Push Driven, Pull Driven atau Campuran keduanya.

Meski sekilas, aspek indikator kinerja (internal dan external) juga dibicarakan yang selanjutnya akan lebih banyak dibahas pada bagian Analisa Workflow. Terakhir materi pembahasan dari bab-3 nya Aalst mengulas aspek petunjuk perancangan workflow.

Minggu kedua Oktober dijadwalkan untuk libur bersama, sayangnya minggu ke tiga sudah harus masuk. Karena saya masih status cuti bersama, jadwal tanggal 19 Oktober untuk sementara masih seperti bulan puasa, dengan kata lain mulai jam 16:00 – 18:00. Kuliah berikutnya kita kembali ke jadwal semula di 17:00 – 19:00.

Jangan lupa tugas resume and present sudah bisa disampaikan mulai tanggal 19 Oktober mendatang. Selamat ber libur panjang ... buat yang merayakan hari Raya Lebaran selamat makan ketupat, Minal Aidin wal Faidzin.

Wednesday, October 10, 2007

A Closer Look at Business Processes

Dicuplik dari artikel dengan judul An Introduction to BPM, September 2003, Ultimus

What is a Business Process
“A sequence of structured or semi-structured tasks performed in series or in parallel by two or more individuals to reach a common goal.”

The five essential points in this definition are:

  1. A business process consists of a “sequence” of tasks. One task alone performed by one person is not a business process.
  2. A business process is “structured or semi-structured.” This means that there is some logic or rules that dictate the sequence in which the tasks are performed. They are not performed on an ad hoc basis.
  3. The tasks can be performed in “series or in parallel”.
  4. There must be at least “two or more” individuals or applications involved as players performing different tasks in workflow.
  5. The sequence of tasks must have the purpose of reaching a common goal or outcome.

The Benefits of BPM
BPM offers numerous tangible and intangible benefits to organizations:

  • Improving the Speed of Business
  • Increased Customer Satisfaction
  • Process Integrity and Accountability
  • Process Optimization and Elimination of Unnecessary Tasks
  • Include Customers and Partners in Business Processes
  • Organizational Agility

Buat yang pingin lihat dokumen lengkapnya bisa di download di SINI