Media komunikasi dan kolaborasi pembelajaran a'la virtual. Supplemen kuliah melalui e-class atau e-learning untuk Jurusan terkait dengan Sistem Informasi, Teknologi Informasi (IS/IT), Sistem Komputer dan Teknik Industri.
Wednesday, May 26, 2010
Bisnis Konten Perusahaan Telco
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menggandeng South Korea (SK) Telecom untuk menggarap bisnis konten digital. Melalui bisnis tersebut nantinya akan terjadi pusat pertukaran data untuk musik, permainan, dan klip video.
Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo mengungkapkan bidang usaha dari perusahaan patungan itu untuk tahap pertama adalah fulltrack music download. Alasannya, SK Telecom punya bentuk digital musik dengan bisnis model yang sudah terbukti di dunia. Selain itu, juga punya master license bank hampir dua juta lagu, sementara label lokal baru sekitar 10 – 15 ribu lagu.
Di perusahaan patungan tersebut, Telkom 51 % dan SK Telecom 49 %, diharapkan dapat menggarap jaringan dan layanan telekomunikasi yang canggih sehingga memperbaiki bisnis telekomunikasi yang saat ini pasarnya sudah mulai mengalami kejenuhan.
Perseroan mengubah fokus untuk layanan data dan mencari pertumbuhan konten. Strategi pertumbuhan pada pendapatan data, Internet, dan teknologi informasi itu mencerminkan strategi perusahaan dalam menumbuhkan bisnis baru (new wave) semakin menunjukkan hasil yang terus meningkat.
Analis Capital Price menilai walaupun Telkom masih mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 50 %, kinerjanya akan berbahaya jika tidak melakukan inovasi.
Tuesday, May 18, 2010
Magandang gabi from Makati
Jadi buat informasi saja, malam ini lagi posting Klasmaya, langsung (live) dari Makati City tepatnya di AIM (Asian Institute Management). Mungkin ini mirip update status yang mustinya cuman cocok di Facebook atau jejaring sosial lainnya, tapi terkait dengan soal kuliah dan menguliahi, masih ada korelasinya.
Sayang saya posting di library jadi gak bisa update foto sendiri, jadi saya cari aja lewat google biar bisa dibayangin. Pake HP meski ada wifi yang bisa online ternyata saya lebih banyak ambil gambar lewat kamera. Mustinya udah beli iPhone biar beres.

Gambar ini juga saya belum tahu di sebelah mana, tapi yang jelas, kampus AIM (terutama buat yang mau ngambil kuliah di sana) lokasinya tepat di business area, plus kalo malam deket Mall Greenbelt yang sebenarnya merupakan kompleks mall, soalnya ada lima mall mulai dari Greenbelt 1 s/d 5. Belum lagi di sebelahnya masih ada mall Landmark atau Glorietta yang lebih terjangkau barang-barangnya (dari sisi harga maksudnya, bukan dari sisi jarak ngambil).
Kembali tentang perkuliahan, short course 5 hari yang saya ambil judulnya "Measuring and Managing Corporate Performance" yang sebenarnya terkait dengan kerjaan. Hanya saja berbeda dengan training performance di tempat lain khususnya yang terkait dengan Balanced Scorecard, materi dari AIM bener-bener heavy di Financial. Jadi yang punya label Non-Fin model saya, meski beberapa tahun sedikit nyerempet bergelut di aspek keuangan tetep aja rada melongo. Meski masih bisa diskusi karena tahu-tahu sedikit, atau sedikit sok tahu mungkin ini yang rada tepat), tapi begit dikasih soal per group (group Can) mati kutu juga.
Training BSC di BSC Institute tahun 2008 di Charlotte lebih banyak step by step how to implement BSC a'la Kaplan. Meski cukup comprehensive, namun lingkup pembahasan sangat Kaplan Norton banget, meskipun yang ngajar bukan mereka berdua. Enaknya training di hotel ber bintang, makan enak meski akomodasinya sih bukan di hotel yang sama, karena ngirit jadi milih hotel melati (perasaan di sana nggak ada melati deh).
Seperti biasa AIM lebih banyak menggunakan metode kasus eh Case. Jadi enak banget yang ngajar disini, partisipan dikasih materi sedikit, bahkan malam sebelumnya sudah harus baca kasus, besoknya diulas pendahuluan, terus diskusi, baru diterangin.
Ada beberapa materi yang bagus juga buat disampaikan di klas Offline, kalau ada kesempatan.
Paalam (artinya bye bye)
Tuesday, May 11, 2010
24th April 2010 Class at a Glance: Digital Content and Future LifeStyle
Sessi 240410 kalo tidak salah ingat, disediakan slot waktu untuk pemirsa yang belum menyampaikan materi presentasi ataupun tugas lainnya. Selanjutnya dibahas materi yang bermuatan dominasi konten Digital, Gaya Hidup, dan beberapa issue lainnya yang dicuplik dari beberapa materi seminar yang cukup relevan dengan Industri Telematika meski beberapa lebih fokus pada telco industry.
Di era Web 2.0 User Generated Content menjadi evolusi dari komunikasi personal dengan Jejaring sosial sebagai media interaktif nya.
Lebih lengkap bisa disimak dalam handout berikut.
Situs Video Google Masih Tetap Mendominasi
Statistic yang lagi-lagi dirilis oleh comScore (masih ingat di materi apa?) menyebutkan Google dengan YouTube nya memperoleh sekira 13 milyar penonton atau sekitar 42% dari pemirsa video lewat internet. Situs yang dibeli beberapa tahun lalu dengan harga 1.6 milyar dolar ini rupanya tidak mengecewakan. Kabarnya YouTube juga sudah mulai menyajikan video berbayar selain konten gratisan.
Meski jauh, situs Hulu yang masih hanya bisa di nikmati oleh beberapa negara saja menempati tingkat kedua dengan 1.1 milyar pemirsa atau sekitar 3.4% dari market share. Rata-rata pemirsa Hulu menonton 26.7 video dalam sebulannya. Hulu is a joint venture of General Electric Co.'s NBC Universal and News Corp.Sementara situs milik Microsoft dan Yahoo hanya memperoleh masing-masing 655.1 juta (2.1%) dan 477.9 juta (1.5%). Secara total 85% pengguna internet di US menonton 31.2 milyar video di bulan Maret saja rata-rata berdurasi 4.3 menit.
Monday, May 10, 2010
2nd May 2010 Class at a Glance: Gartner’s Magic & eTOM
Materi Gartner’s Magic Quadrants dibahas sebagai materi tambahan yang menurut saya cukup relevan dengan bahasan Industri Telematika, meskipun tidak disebutkan di formal requirement. Saya berencana untuk membahas beberapa materi tambahan di institusi untuk meng’update wawasan pembahasan disamping text book.
Secara berkala Gartner sebagai institusi konsultan memberikan laporan untuk positioning dari pemain di sub industri yang untungya Gartner lebih fokus di industri telematika. Beberapa contoh disajikan dalam handout ini untuk memberikan gambaran, khususnya bagi pengguna yang akan menetapkan keputusana pemilihan solusi.
Sunday, May 02, 2010
Fixed Wireline : Diehard or gonna Disappear?
Milist di kantor akhir-akhir ini masih rame ngebahas FWL (Fixed Wire Line) apakah mending ditutup saja bak KA Parahyangan atau memang jadi infrastructure untuk service lain (mis. Fixed Broadband), at least back-up untuk Fixed Wireless Access, Seluler atau Wireless Broadband.
Cuplikan artikel dibawah ini, yang mengacu pada hasil survey yang dilakukan IBM, diambil dari situs thehill.com dengan judul “IBM survey: land lines to disappear, mobile broadband to explode over next decade” yang ditulis oleh Kim Hart tanggal 02/26/10
IBM surveyed 8,000 consumers and 60 telecom company executives to get a sense of Internet-related trends over the next decade, showing that broadband will continue to evolve and expand while traditional communications infrastructure--those copper lines we've used to make phone calls for decades--will rapidly disappear.
IBM predicts that the use of land lines will decrease by 95 percent in the next five to 10 years. Conversely, usage of mobile and wireless broadband will increase by 98 percent during the same period.
The company also found that consumers will demand open platforms, where they can access content on all types of devices. In fact, 70 percent of those surveyed said they want to access content on any device-- a computer, TV, phone or netbook--from any provider.
Interestingly, IBM found that 65 percent of consumers expect their telecom provider to maintain their role as simply providing Internet and wireless services. Only one in five consumers expect telecom providers to have a role in the retail and delivery of online content services.
2010 predictions for telecom industry
According to the results, video remains a hot technology to help service providers drive their businesses forward. When looking ahead to technologies that will make gains next year, nearly 62% of respondents picked wireless broadband. Over-the-air Internet video and fiber-to-the-home technologies came in a distant second and third, respectively.
Friday, April 30, 2010
Stop Press : Kuliah Besok Digeser !
Seperti pernah di’issue’ kan pada posting lalu, dan hari ini sudah dikoordinasikan dengan BAAK, kuliah hari Sabtu besok tanggal 1 Mei 2010 akan digeser ke hari Senin tanggal 3 Mei 2010 jam 1600. Ruang masih belum dapat klarifikasi, namun akan ada pengumuman lebih lanjut dari institusi.
Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon dapat disampaikan kepada khalayak yang berkepentingan.
Thursday, April 29, 2010
Daftar Sub Penilaian EL-102 2010
Beberap sub penilaian seperti kajian industri telematika (T2) belum masuk dalam daftar ini, termasuk Quiz yang terkait dengan perhitungan valuasi situs jejaring sosial. Saya juga masih mengingat-ingat kalau sekiranya ada PR (Homework) yang lain dari 5 Forces Analisis (ada yang ingat?).
Q1 : Porter+Issues
Q2 : LongTail
H1 : 5Forces Analisis
T1 : Tulisan Telematika + Opini
Dilihat dari tabel diatas, persentase pemirsa yang telah menyelesaikan sub penilaian diatas 60% (artinya minimal telah mengerjakan 3 item dari 5) hanya sebanyak 40% saja (two to the fifth) namun jika mengabaikan pemirsa yang kemungkinan tidak serius karena belum satu pun menyelesaikan sub penilaian diperoleh pencapaian 47%, itupun masih dibawah separuh dari total. Jika dilihat dari jumlah sub penilaian per total jumlah yang seharusnya (exclude non serious audience) diperoleh pencapaian 50.6%.
I was wondering to move this week’s class, any idea when?
Wednesday, April 28, 2010
Hasil survey di China : tiga perempat anak muda China online lewat seluler
Results of poll by China Internet Network Information Center released this week.
About three-quarters of China's 195 million web users under the age of 25--roughly half of its world-leading online population--surfed the Internet using a mobile in 2009, up from 50% from a year ago, the poll revealed.
The finding marked the first time that mobile phones emerged as the top platform for Web use among China's youth, according to the poll by the China Internet Network Information Center, which was released Monday.
The poll offers further proof of the importance of the burgeoning mobile Internet market in China, which has the world's largest number of mobile phone subscribers at more than 765 million, according to government data.
Nearly 70% of young Internet users still use desktops--implying that many Web-savvy youth are using both methods to get online.
The center said more young people in the countryside had opted for mobile Internet than their urban counterparts, as the handheld device "provided youths in areas where computers are hard to get with an alternative."
Young Chinese primarily use the Internet to listen to music, play games and watch video clips, the center said.
Material for next session: Gartner’s Magic Quadrants
Saya masih mengira-ngira, kira-kira model pembelajaran apa yang bisa meng’explorasi issue diskusi. Ada usulan?
Thursday, April 22, 2010
17th April 2010 Class at a Glance: Valuation Model
Untuk melihat bagaimana pemirsa memahami materi, klas dimulai dengan quiz. Sayangnya sampai posting ini dibuat, penilaian quiz belum selesai, sekilas saya melihat beberapa pertanyaan mendasar sudah sesuai, mungkin karena “open article”. Namun pada saat pertanyaan detil terkait dengan perhitungan valuasinya, belum ada satupun yang menjawab dengan sangat memuaskan.
Selanjutnya dibahas data traffic khususnya parameter unique visitor antara situs MySpace dan Facebook, baik di lingkup dunia maupun US. Arrington, penulis artikel, pada dasarnya mencoba mengevaluasi nilai perusahaan dari data pengunjung dengan nilai transaksi situs yang sudah terjadi. Model penilaian perusahaan jejaring sosial mengacu pada variabel data traffik pengunjung unik yang selanjutnya digabung dengan data populasi dan data pengeluaran iklan internet per negara.
Sekarang mungkin pembahasan kita beralih ke evaluasi dari model valuasi tersebut, ada komentar?, ada proposal yang lebih bagus?. Klas minggu lalu kita sempat bahas alternatif lain, tapi ada baiknya kalau ada yang punya ide lain yang berbeda bisa diposting di komentar.
Tuesday, April 20, 2010
Moore's Law
10th April 2010 Class at a Glance: Last Presentation (?) & MoT
Seingat saya, di awal sessi klas hari itu, dimulai dengan presentasi dari Diah AA yang mengulas topik industri Game Online. Setelah saya cari-cari paper tugasnya ga ketemu (atau mungkin belum di sampaikan), kalau tidak salah file presentasi juga belum di copy di laptop saya, akhirnya uraian ini sulit juga untuk disampaikan pada posting ini. Ada dua perusahaan sebagai perbandingan di industri Game (saya gak hafal namanya) dengan spesifikasi dan kelebihannya. Mungkin lain waktu kalau file presentasi dan papernya sudah dikirim, bisa diulas lebih lengkap disini.
Tapi sebagai kesimpulan awal dari paparan beberapa tim yang sudah maju ke depan, hal-hal berikut bisa menjadi poin-poin yang perlu diperhatikan:
- Berbicara tentang analisa industri, sebaiknya pembahasan player atau pemain di industri tersebut disajikan lebih dari satu untuk menjadi materi pembandingan. Akan lebih baik seandainya disampaikan daftar pemain di industri, walaupun dalam ulasan disajikan hanya beberapa perusahaan yang tersedia datanya di public.
- Fokus perbandingan sebaiknya lebih high level di sisi bisnis. Market Share (baik capital, revenue, customer, traffik, atau item lainnya) atau data / rasio finansial bisa menjadi contoh yang baik untuk membandingkan pemain di industri.
- Aspek perbandingan seringkali terlalu spesifik pada komparasi kelebihan dan kekurangan produk, meski untuk beberapa hal bisa membantu namun sebaiknya tidak terlalu detil. Issue detil advantages dan disadvantages fitur produk secara detail akan dibahas di mata kuliah Pengembangan Produk Telematika.
- Bisnis model masih sulit untuk disajikan secara gamblang, terlebih untuk bisnis internet yang pada beberapa kasus lebih mencari popularitas dibandingkan cash flow. Aspek substitusi dan target market atau current user belum dielaborasi lebih lanjut.
- Aspek Sejarah atau background perusahaan, di beberapa presentasi sudah disampaikan dengan cukup baik. Demikian pula untuk issue candidate yang diperkirakan mendominasi pasar, sudah disampaikan oleh sebagian pemapar.
Mumpung masih ingat, bagi pemirsa Industri Telematika yang belum menyampaikan paparannya, harap segera mempersiapkan materinya dan segera disampaikan pada awal klas dimulai.Sessi berikutnya dibahas materi yang diambil dari buku acuan resmi dari Institusi dengan judul Management Of Technology : The Key To Competitiveness and Wealth Creation, dari Tarik M. Khalil.
Konten materi dari bab-1 terkait dengan Issue teknologi dilihat dari sisi pengetahuan dan bisnis, selain itu diulas pula klasifikasi teknologi. Issue lain mengenai Management yang mengulas aspek-aspek mengarahkan dan mengendalikan selain pendekatan sistem closed loop sejak dari perencanaan, pelaksanaan & koordinasi dan evaluasi.
Lompat ke bab-5, diulas tentang TLC (Technology Life Cycle) dengan model S-Curve, interaksi dengan market dan kaitannya dengan PLC (Product Life Cycle).
Skip ke Bab-8, dibahas tentang Business Strategy (antara lain Strategic Management Process; Mission, Vision and Objectives; Methods sebagai tool) dan Technology Strategy (diantaranya Core Competency; Integration Evaluation).
Sampun....
Sunday, April 18, 2010
Nonton TV di Internet
Viewers have tripled their use of watching TV shows via the Internet since 2006 -- and some of this has hurt traditional TV viewing.
Media researcher Knowledge Networks says this trend affects a broad range of viewers: ages 13-54. Viewing of complete TV shows from streaming or downloaded video has climbed to 22% from 8%.
This also has climbed faster for younger 18-34 viewers, rising to 30% from 12% to 30% of 18-to-34 online users.
When it comes to making the sometimes more labor-intensive connection of hooking up TVs to PCs, 7% of 13-to-54 viewers have streamed or downloaded TV shows, and 11% for 18-to-34.
Knowledge calls this "over-the-top" viewing.
There has been some erosion of traditional TV viewing from all of this, the study says. Of those that have reduced or canceled TV service in the past year, due to their online viewing of network TV programming -- or expect to do so in the next year -- 6% of 13-to-54 viewers and 9% of 18-to-34 viewers said they have made these decisions.
David Tice, vice president and group account director at Knowledge Networks, stated: "Growing numbers of "connected TVs" -- those that access the Internet -- are making this option increasingly user-friendly. The fact that over one-third of TV homes now have a bundled TV/Internet service package is no doubt accelerating this blurring of boundaries."
Tuesday, April 13, 2010
Material for next session: Modeling the Value of Social Networks
Agar pelaksanaan klas bisa lebih bergairah dan tidak one way mode, sebelum klas minggu ini dimulai, saya sampaikan materi pembahasan untuk “minimal” dibaca. Meski sudah beberapa kali penyampaian materi yang disampaikan sebelumnya dan pemirsa hanya “bergeming” (catat: bukan “tidak bergeming”) tapi kebiasaan ini harus tetap diteruskan.
Minggu ini saya berniat untuk membahas topik yang diambil dari salah satu artikel dari situs techcrunch.com yang berjudul Modeling The Real Market Value Of Social Networks . Artikel ini mengulas salah satu model untuk mem’valuasi’ nilai situs jejaring sosial dari aspek user dan potensi penggunanya. Seingat saya, salah satu dari partisipan menggunakan bagian artikel ini untuk tugas analisis industri jejaring sosial.Model yang awalnya menggunakan data tahun 2008, selanjutnya di update dengan data 2009 di artikel berikutnya dengan judul Modeling The True Value Of Social Networks: 2009 Edition. Beberapa link terkait juga sebaiknya dibaca, terutama yang bertalian dengan transaksi akuisisi atau penjualan porsi saham.
Happy browsing ….
Sunday, April 11, 2010
8th April 2010 Class at a Glance: Regulation Day
Sebagai klas pengganti, karena tidak ada audiens yang akan memaparkan tugas, akhirnya diisi dengan pembahasan regulasi telekomunikasi Indonesia dengan mengulas UU No 3 / 1989 dan UU No 36 / 1999 tentang Telekomunikasi. Materi dari kedua UU termasuk Peraturan Pemerintah sudah di posting sebelumnya, namun untuk pembahasan disampaikan format komparasi untuk mempermudah pemahaman.
Perubahan UU Telekomunikasi terkait dengan deregulasi menjadi pasar terbuka, akibat perkembangan teknologi, globalisasi (WTO, persyaratan IMF), disamping kebijakan pemerintah yang mulai melibatkan peran swasta dan masyarakat dalam pengelolaan industri telekomunikasi. Tujuan akhir dari deregulasi tersebut tidak lepas dari meningkatkan penetrasi dan densitas sarana telekomunikasi dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.
Sessi kedua dibahas beberapa Keputusan Menteri khususnya tentang penyelenggaraan telekomunikasi sebagai tindak lanjut dan teknis penjelasan dari UU telekomunikasi. Meski paparan minggu lalu saya sampaikan dalam bentuk rekap, namun untuk sharing di posting ini disediakan dalam dokumen asli agar bisa dibaca lebih detil dan lengkap.
- Kepmen 20 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi
- Kepmen Perhubungan No : 29 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi.
- Kepmen Perhubungan No : 30 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi.
- Kepmen Perhubungan No: 35 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan Mobilitas Terbatas.
- Kepmen Perhubungan No : 33 Tahun 2004 tentang Pengawasan Kompetisi yang Sehat dalam Penyelenggaraan Jaringan Tetap dan Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar.
- Kepmen Perhubungan No: 31 Tahun 2003 Tentang Penetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)
Saturday, April 10, 2010
Belum ikutan Quiz Long Tail?
Bagi yang tidak hadir pada saat itu, sehingga tidak mengikuti quiz dan belum mendapat nilai, bisa digantikan dengan membuat resume dari artikel yang pernah di submit sebelumnya. Resume sebaiknya dikerjakan per individu, sehingga diharapkan tidak ada yang sekedar copy paste dari pekerjaan kawannya.
Tugas ini juga bisa dikerjakan bagi yang telah melaksanakan quiz namun merasa belum optimal dalam menjawab pertanyaan quiz.
Jawaban cukup dikirim melalui email.
Roadmap ICT Indonesia
Kamis, 08/04/2010
Industri telematika menginginkan pemerintah menyusun roadmap penyiapan teknologi information communication technology (ICT) Indonesia.
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa mengatakan pemerintah mempunyai peran masuk dalam kerja sama public private partnership (PPP) untuk menggelar jaringan tulang punggung broadband kabel. Dana USO yang mencapai Rp1,3 triliun, layak untuk menjadi bagian dari ICT Fund karena dana yang dianggap pemerintah sebagai pendapatan negara bukan pajak (PnBP) itu berasal dari operator yang tujuan awalnya untuk pendidikan atau telepon umum. Intinya USO ditujukan untuk pelayanan masyarakat dan dalam hal ini penyediaan broadband mendukung itu.
Dirjen Postel Kementerian Kominfo menyebutkan bahwa jaringan pita lebar akan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga dibutuhkan regulasi-regulasi yang mendukung konvergensi antara sektor, baik itu sektor telekomunikasi, penyiaran, teknologi komputer, distribusi barang, percetakan, sektor manufaktur dan sektor lainnya.
Konvergensi antarsektor inilah menciptakan ekonomi kreatif yang pada saat ini porsinya sudah mencapai 12% dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. Adapun, kebutuhan lainnya adalah migrasi ke jaringan broadband oleh para penyelenggara jaringan tetap dan bergerak seluler.
Pada saat ini dibutuhkan inovasi-inovasi dari para operator untuk menyediakan layanan yang lebih kreatif kepada pengguna agar migrasi ke jaringan broadband dapat efektif dari sisi investasi. Oleh karena itu, saling ketergantungan dengan penyedia konten dan aplikasi untuk tumbuh bersama perlu digalakkan oleh para operator.
Peran industri manufaktur alat dan perangkat ICT domestik perlu didorong, khususnya bagaimana menurunkan harga komputer dan perangkat sejenis agar dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas dan membentuk masyarakat berbasis informasi.
Friday, April 09, 2010
3rd of April 2010 Class at a Glance : Presentation Day of Industry Analysis
Awalnya saya agak ragu juga kalau pertemuan kali ini bisa sesuai rencana untuk paparan tugas analisa industri, sehingga materi regulasi sudah dipersiapkan sebelumnya.
Ternyata perkiraan saya meleset, dari sekira 8 (?) yang hadir ada 4 tim yang telah memaparkan kajiannya. Sejauh ini hasilnya cukup memuaskan, meski beberapa masih cenderung belum mengarah pada data industri namun kesungguhan dan keseriusan menganalisa sudah cukup baik. Sampai posting ini ditulis, saya masih belum menerima sofcopy dokumen untuk di share. Tapi terlepas dari dokumen tersebut, ada baiknya kita ulas satu persatu paparannya.
Paparan pertama disampaikan oleh tim Melani dan Ratna dengan mengambil judul Social Networking Application. Diawali dengan aspek sejarah dan perkembangan dari beberapa pemain di industri tersebut, antara lain FaceBook, Twitter, MySpace, dan Friendster, tim juga melakukan perbandingan dari aspek fitur antar pemain. Namun demikian kajian ini belum menunjukkan model bisnis dari aplikasi web untuk jejaring sosial ini. Di sisi market share, meski ada perbandingan dari sisi jumlah pengunjung unik antara FaceBok dan MySpace, tapi belum secara keseluruhan menunjukkan posisi share di pasar. Alternatif market capital sebagai pembanding juga tidak terlihat. Sebagai gantinya, paparan lebih banyak melihat perbandingan dari sisi teknis seperti fitur, dan kemampuan lain yang cenderung menjadi perbandingan produk.
Seperti biasa, paparan yang menarik dengan topik yang ”in” memancing beberapa pertanyaan seperti yang diajukan Drikvi tentang game di FaceBook dibanding ke tiga pemain lain, pertanyaan terkait keuntungan dari pengguna dan penyedia konten game di FaceBook dari Christian, serta pendapat tentang Game dari Diah. Booming di Twitter juga menjadi pertanyaan Ferdian, meski aplikasinya cenderung lebih sederhana. Semua pertanyaan tersebut berhasil di kelola melalui jawaban yang nampaknya cukup memuaskan.
Paparan kedua dibawakan oleh tim Drikvy dan Christian dengan mengambil thema Industri Web Browser. Fokus paparan lebih mengarah pada Google Chrome sebagai salah satu pemain di industru browser. Dari mulai sejarah, fitur, perbandingan dan keunggulan disajikan cukup dalam. Meski tidak mengulas pemain lain selengkap Chrome, namun paparan menyajikan market Share dan grafik ”layout engine usage”. Seperti halnya tim sebelumnya, aspek model bisnis kurang di elaborasi dalam paparan ini. Sayangnya paparan hanya mengulas dalam di satu pemain Chrome sehingga sepertinya analisa produk bukan industri.
Pertanyaan dari Melanie dan Diah diajukan terkait alasan pemilihan ”jagoan” browser, prospek kedepan, dan issue ”paling tidak disarankan”, yangdijawab oleh tim dengan alasan kecepatan, dan black campaign akibat kompetisi.
Paparan selanjutnya disampaikan solo oleh Maharani dengan topik Search Engine dengan menyajikan pemain Google dan Yahoo khususnya dari aspek sejarah. Sayangnnya market dan model bisnis kurang disajikan dengan komprehensif.
Pertanyaan dari Melani terkait keunggulan Google, memancing pertanyaan lanjutan dari Christian dari aspek tampilan. Jawaban pemapar selanjutnya di lengkapi pula oleh Diah dan Ratna.
Tim solo terakhir Ferdian, meski bukan asli solo (karena partner nya belum muncul), memaparkan industri di situs komunitas dengan menampilkan Kaskus. Sebaai komunitas terbesar di Indonesia, kajian membahas awal sejarah Kaskus, issue penawaran oleh Yahoo dan Google serta beberapa fitur dan layanan yang tersedia di situs tersebut. Dari sisi market, kajian memberikan beberapa perbandingan domestik antara Kompas.com dan Detik.com sebagai pembanding dan kompetitor.
Saya agak lupa dengan pertanyaan yang diajukan audiens dari paparan ini, kecuali Drikvy mengklarifikasi ranking di alexa.com. Isue lain terkait KasPay terkait dengan komisi.
Masih ada beberapa tim lain yang belum membeberkan analisanya, kita tunggu sessi berikutnya. Tidak lupa, posting ini akan lebih baik jika pemapar dapat men’share juga dokumennya.