Tuesday, November 24, 2009

14th November 2009 Class at a Glance : Business Case Financial Metrics

Sessi klas sedianya direncanakan memaparkan tugas Simulasi IPTV, namun karena disadari kuliah tinggal beberapa kali lagi (saya perlu klarifikasi ke BAAK), saya mengambil waktu 1 jam untuk pembahasan pengukuran finansial untuk business case.
Materi ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengembangan produk, khususnya pengambilan keputusan produk yang akan di launching. Referensi formal dari institusi, khususnya buku Dietere juga memuat materi ini dalam salah satu bab.

Lebih detil saya lampirkan pula sebagian materi Dieter bab 13 yang mengulas aspek ini:


Topik kali ini mencakup perhitungan, kalkulasi dan analisis business case yang meliputi NCF; CCF, Payback, BEP, ROI, NPV, IRR (akronim ini seharusnya bukan hal yang asing lagi sekarang). Analisa biaya dan keuntungan mencakup aspek “time value of money” dari discount rate yang ditetapkan dengan mengacu pada rate yang umum dipakai.

Selain perhitungan dalam spreadsheet, disampaikan pula perhitungan manualnya, jadi kalau-kalau muncul di UAS yang biasanya gak boleh pake laptop masih bisa dihitung.

Sessi berikutnya di isi dengan paparan tugas Simulasi IPTV oleh beberapa tim. Masih ada beberapa tim yang mis-komunikasi dengan tugas yang diberikan, meski ada beberapa yang sudah sesuai. Catatan saya mengenai resume tugas ini mungkin akan disampaikan saja dalam posting khusus.

Friday, November 13, 2009

Layar Tancep of this month: The Importance of Listening to the Consumer

Di beberapa posting sebelumnya (bisa di browse di klasmaya), ada segmen layer tancep yang merupakan cuplikan video sharing yang cukup relevan dengan materi NPD. Kali ini setelah absent beberapa bulan, saya coba “embedded” kan klip dari brightcove.com dari kasus Procter and Gamble terkait dengan pentingnya mendengarkan suara pelanggan.

7th November 2009 Class at a Glance : Managing a Dispersed Process (Quiz and Class)

Dua minggu sebelumnya, materi pembahasan sudah di share di posting "Baca eBook sebelum kuliah besok". Seperti yang sudah di issue kan sebelumnya, bahasan tersebut menjadi materi yang diawali dengan quiz. Mungkin ini semacam experiment sejauh mana partisipan bisa menggali materi dari text book. Jika hasilnya memuaskan mungkin klas cukup mengulas materi (raw material) untuk dibahas dan di test dalam bentuk Quiz, jadi tida perlu di paparkan di klas.

Topik yang dibahas meliputi Tradeoffs dalam pengembangan produk, End to End Product Development framework yang diambil dari model Xerox, Kano Model, The Mind of the Market, dan Benefit Chains.

31st of October 2009 Class at a Glance : Presentation of Product Comparison.

Punten posting CaaG akhir Oktober lalu, nampaknya baru bisa keluar hari ini. Tapi seperti yang kalian ketahui, klas di hari tersebut menjadi The Presentation Day. Saya masih belum semat mengulas paparan yang disampaikan, mungkin posting kali ini sebatas preambule untuk di tambahkan pada kesempatan mendatang.

Jadi untuk sementara mohon bersabar...

Tuesday, October 27, 2009

Baca eBook sebelum kuliah besok

Rencananya klas besok diisi dengan paparan dari PR (homework) tentang “product comparison” yang sudah disubmit. Meski saya sudah menyampaikan agar hasil kajian di posting di sister blog nya Klasmaya, sayangnya malam ini saya cuman lihat satu tulisan saja. Padahal kalau beberapa tulisan disubmit, mungkin bisa membiasakan diri untuk berbagi (sharing culture), disamping memudahkan pemirsa menyimak paparan nantinya.

Sebagai tambahan untuk persiapan klas besok, posting kali ini saya coba upload salah satu eBook dari Dahan & Hauser. Materi ini sempat diulas di awal kuliah. Artikel dengan judul “Product Development - Managing a Dispersed Process” cukup sesuai dengan mata kuliah kita, ada banyak terminologi, istilah, pendekatan dan konsep yang dapat meningkatkan wawasan tentang pengembangan produk. Jadi cukup representatif untuk dijadikan bacaan wajib kuliah ini. eBook ini saya potong sebagian agar tidak terlalu jenuh dan bisa lebih fokus.

Sunday, October 25, 2009

24th October 2009 Class at a Glance : (7) Marketing

Klas 24 Okt lalu nampaknya jadi klas yang paling sepi, karena beberapa partisipan pada hari itu mempunyai kesibukan terkait dengan graduation day. Kalau tidak salah hanya dihadiri 4 partisipan, tapi the show must go on.

Tadinya saya berencana membuka sessi presentasi dari PR minggu lalu terkait dengan perbandingan produk. Namun melihat kondisi yang hadir, rencana tersebut dibatalkan, mungkin minggu depan dapat kita tampilkan bersama (mohon diingat itu).

Sessi klas minggu lalu dibahas materi Marketing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan produk. Topik ini sebenarnya cukup luas, beberapa jurusan bahkan menjadikannya dalam beberapa mata kuliah wajib. Namun untuk mata kuliah pengembangan produk, bahasan marketing cukup diulas beberapa hal mendasar. Konsep dan pemahaman dasar materi pemasaran diharapkan dapat menjadi awal keingintahuan (curiousity) untuk lebih memperluas wawasan marketing yang terkait dengan NPD atau manajemen strategi.

Biasanya materi ini disampaikan untuk dua kali klas, saya berencana untuk meng’kompressi menjadi satu kali pertemuan, tapi tidak berhasil. Ada beberapa cerita kasus yang menyita waktu kuliah, disamping kegiatannya dimulai sedikit terlambat.

Sedikit melompat terkait dengan produk telematika, ulasan pemasaran dimulai dari aspek perkembangan ekonomi baru akibat pengaruh revolusi digital. Aspek ini dapat merubah atau paling tidak meng’adjust praktik pemasaran sehingga memberikan benefit baru bagi konsumer maupun perusahaan. Meski bisa pula memberikan resiko (ingat kasus IKEA dan Prita, buat yang tidak sempat hadir bisa ditanyakan pada yang hadir). Pendekatan dan jargon marketing seperti e-Business bisa menjadi salah satu contoh pemanfaatan digital. Issue Web 2.0 yang juga muncul dari praktisi pemasaran saat ini juga memicu pendekatan baru.

Aspek lain seperti target market, segmentasi, demand, channel, relationship marketing, dan enhancing value juga turut menjadi pokok bahasan. Aspek enhancing value bisa memiliki hubungan yang sangat erat dengan subjek pengembangan produk melalui alternatif raising benefit atau reduce cost atau variasi kombinasi keduanya. Saya mencoba menggambarkan dalam model matriks yang mungkin perlu ditambahkan dalam materi presentasi. Ada yang masih ingat? dan bisa bantu?

Bagian kedua yang tadinya akan sekalian dibahas, saya gabung saja dalam handout yang bisa diunduh disini. Sehingga kalian dapat baca lebih awal dan mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh. Bagian kedua ini lebih mengarah pada sistem informasi marketing, dengan cakupan data internal, intelligence systems, marketing research, dan decision support. Selain itu variasi basis segmentasi dalam kaitan sistem informasi juga dibahas di bagian ini.

Lebih lengkap, bisa dibaca di handout. Have a nice reading...

Thursday, October 22, 2009

19th October 2009 Class at a Glance : (6) Mid Term Test

Klas di hari Senin sebagai kuliah pengganti, obviously terlambat satu jam dari rencana semula. Mendadak pada hari itu saya harus menghadiri pertemuan di Purwakarta yang sulit untuk dihindari dan ditinggalkan lebih awal. Sehingga dengan terpaksa rencana jam 16:00 dirubah menjadi 17:00. Untung tol Cipularang di hari Senin tidak terlalu padat.

Klas diisi UTS selama 120 menit. Sebenarnya ada kesalahan cetak dalam penulisan draft soal UTS untuk durasi, tapi tak apalah, lagi pula saya tidak perlu cerita panjang lebar untuk sisa waktu UTS, toh beberapa peserta ada yang tertinggal karena bentrok dengan mata kuliah lain yang musti ditunggu juga.

Selain mid test, seperti yang telah dijanjikan, dikumpulkan homework perbandingan produk. A bit surprise on my first impression, karena beberapa dari kalian menyajikan dengan cukup detil, berlembar-lembar dan cukup “comprehensive”. Moga-moga tulisan tersebut merupakan hasil kajian, bukan sekedar menyalin dari satu artikel saja (beberapa ada yang seperti juga).

Belajar dari pengalaman dan kajian dalam tulisan “peer”, dalam hal ini kawan anda, saya pikir ada baiknya kalau tulisan homework tersebut disubmit di blog yang sudah disediakan untuk Klasmaya Pupil. Jadi tugas berikutnya adalah posting PR ke sister blog dari Klasmaya yang sudah (barusan) saya siapkan dengan nama “Obrolan Produk Telematika (OPT)”. Nama dan password untuk akses akan saya kirim melalui email saja.

Posting bisa berupa copy paste dari seluruh tulisan ke blog OPT, namun kalau rada kompleks bisa lebih disederhanakan dengan membuat link ke share file yang sudah di tentukan.

Selanjutnya kita akan coba melakukan “peer assessment” untuk tulisan yang sudah di posting. Selamat mencoba...

Friday, October 16, 2009

Class will be delay to Monday, October 19th 2009; Prepare for Mid-term Test


Berhubung (lagi-lagi) ada satu/dua keperluan mendadak sehingga saya tidak dapat hadir di kuliah tanggal 17 Oktober 2009 mendatang. Setelah dikonfirmasikan dengan pengelola institusi, jadwal minggu ini kemungkinan digeser ke hari Senin jam 16:00, Ruangan masih harus diklarifikasi dengan BAAK. Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon disampaikan pada yang berkepentingan.

Tuesday, October 13, 2009

10th October 2009 Class at a Glance : (5) Concept Generation & Evaluation and Article Discussion

Klas minggu lalu dibahas materi dari buku acuan Dieter dari bab-5. Seperti biasa, dari pantauan sekilas, belum ada satupun yang sudah memperoleh (baik pinjem, fotocopy, atau beli) buku Dieter yang sudah ditetapkan institusi menjadi buku acuan mata kuliah ini.

Materi Concept Generation and Evaluation meliputi proses Define Problem, Gather Information, Concept Generation, Evaluation of Concepts, Product Architecture, Configuration Design, Parametric Design, dan Detail Design. Empat proses pertama dikelompokkan dalam Conceptual Design, sedangkan sisanya menggambarkan Embodiment Design.

Isu-isu yang terkait dengan disain konsep antara lain aspek kreativitas dan penyelesaian masalah melalui metode antara lain seperti brainstorming, ataupun mind map. Sementara pada aspek evaluasi dibahas beberapa metode pemilihan konsep antara lain melalui Absolute Criteria, Pugh Selection, Measurement Scales, Weighted Decision Matrix, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Beberapa contoh penerapan metode tersebut dipaparkan pula mengacu pada referensi Dieter.

Setengah jam sebelum klas berakhir, kita sempat ulas materi dari beberapa article yang terkait dengan pengembangan produk antara lain A Whole New Mind, Design the Perfect Product ; The Beauty of Simplicity dan Ten Google Golden Rules.

Artikel dari A Whole New Mind membahas aspek Story dari Six Senses (Design, Story, Symphony, Empathy, Play and Meaning) yang ditulis mas Pink mungkin bisa dikorelasikan dengan issue “word of mouth” nya marketing. Dengan cerita, “bikin hidup lebih hidup”, ada faktor emosional yang lebih menyentuh daripada sekedar informasi belaka. Cerita bisa diambil dari experience pelanggan yang disampaikan ke calon pelanggan sehingga bisa lebih memperkuat hasrat untuk mencoba. Industri jajanan / cafe di Bandung tidak terlepas dari word of mouth marketing, yang bahkan local residence pun belum tentu tahu.

Tugas Besar, Assignment of session 2009


Beberapa pertemuan yang lalu, saya berkeinginan untuk mulai menyampaikan tugas besar untuk sessi kuliah tahun ini, namun beberapa kali tertunda karena semangat menyampaikan materi kuliah.

Di posting kali ini, seperti yang sudah saya sampaikan pada pertemuan terakhir, saya akan memberikan tugas besar dengan alternatif sebagai berikut :

Alternatif-1: Prototype User Interface product IPTV
Deliverable berupa prototype dalam bentuk simulasi (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface meliputi minimal

  1. Menu memilih channel program bebas dan berbayar.
  2. Menu melihat jadwal program
  3. Menu menyimpan konten program
  4. Menu memilih Video on Demand (berbayar)
  5. Menu Teleconference
  6. Menu akses Internet
  7. Menu fungsi lain yang diusulkan

Alternatif-2: Prototype User Interface situs social network atau berbasis Web 2.0
Deliverable berupa proposal ide pengembangan situs sosial yang direpresentasikan melalui simulasi situs (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface disesuaikan dengan fitur dan fungsional situs tersebut. Untuk materi presentasi disampaikan tujuan (objectives), target segmen, dan informasi lain yang dapat melengkapi penyampaian gagasan.


Deadline tugas harus dapat diselesaikan maksimal tanggal 14 November 2009, untuk selanjutnya dilakukan demo atau presentasi didepan kelas.


Tugas dapat dilakukan maksimal 2 orang per kelompok yang diharapkan cross department.

Friday, October 09, 2009

5th October 2009 Class at a Glance : (4) Idea Generation and QFD

Punteun banget, CAAG (class at a glance) baru di posting malam ini. Minggu ini jadwal cukup padat, namun semua harus bisa diselesaikan.


Minggu terakhir yang berlangsung di hari Senin sebagai kuliah pengganti, di simulasikan bagaimana proses pembentukan ide dengan melihat peluang, target market, dan enabler dari aspek teknologi. Meski issue nya masih kasus yang sebelumnya menjadi materi brainstorming, tetap saja tidak mudah untuk menggali segala kemungkinan yang boleh jadi a bit wild, nyleneh, namun bisa inovatif.

Sessi terakhir dibahas materi dari bukunya Sheila Mello tentang market driven product definition dan bahasan Quality Function Deployment (QFD) dari Dieter.

Sebagai tambahan baca-baca, meski tidak di bahas di klas, materi 15 CSF dari Cooper juga saya tambahkan di sini.

Thursday, October 01, 2009

Stop Press: Tidak ada kuliah minggu ini

Berhubung saya terlanjur buat appointment dengan dokter di Jakarta, maka kuliah tanggal 3 Oktober 2009 ditiadakan. Setelah saya konfirmasi dengan pengelola institusi, jadwal minggu ini kemungkinan digeser ke hari Senin tanggal 4 Oktober 2009 jam 17:00, Ruangan masih harus diklarifikasi dengan BAAK. Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon disampaikan pada yang berkepentingan.

Minal Aidin wal Faidzin 1430 H



Tidak terasa Ramadhan sudah lewat, Lebaran usai, ketupat pun sudah habis.
Liburan panjang sempat melenakan kita dengan Klasmaya.


Melalui media ini saya mengucapkan
“Minal Aidin wal Faidzin Taqaballahu Minna wa Minkum”
Mohon maaf lahir dan batin.

Monday, September 14, 2009

Brainstorming on Klasmaya


Mungkin simulasi brainstorming minggu lalu masih kurang di exploitasi. Boleh jadi waktu diskusi kurang, atau issue yang didiskusikan masih belum jelas saat itu, atau saat itu belum ada ide yang muncul, atau saat diskusi rada malu-malu, atau beberapa kawan mendominasi diskusi, atau apalah...

Kita coba proses brainstorming lewat Klasmaya. Kalian bisa mengajukan usulan, ide, atau proposal buat produk dari materi diskusi yang kemarin disimulasikan (lihat posting sebelum ini). Masing-masing harus mengajukan idenya untuk 2 soal/materi brainstorming. Sebaiknya ide atau usulan tidak serupa dengan yang pernah diusulkan kawannya, jadi siapa yang tanggap / cepat posting dapat keuntungan nggak harus mikir yang lain jika sama. Ide atau usulan bisa lebih dari satu, tapi setiap satu usulan dibuat dalam satu komentar, yang penting salah satu soal ada yang mewakili, artinya meski lebih dari satu namun harus ada ide untuk dua soal tersebut.

Saya nggak tahu, minggu depan libur atau nggak, kalaupun libur ada peluang untuk buat ide sebanyak-banyaknya. Selamat cari gagasan, cari ilham, brainstorming.

12th September 2009 Class at a Glance : (3) New Product Development & Design Process

Klas minggu ketiga diawali dengan jawaban PR tentang “Stages and Customer Types” dan materi “Expanded PLC” dari Dieter yang seharusnya menjadi bagian dari materi minggu ke-2.

Ada dua agenda untuk konten minggu ini, antara lain New Product Development Dan Design Process. Konten dominan mengacu pada buku Dieter pada bab-1. Aspek NPD yang lebih banyak terkait dengan proses dibahas disini. Seperti pada umumnya proses bisnis lainnya, proses ini juga meliputi tahapan-tahapan yang “secara umum” ada di pengelolaan NPD. Secara umum disini artinya, proses yang disampaikan relative praktikal di industri meski bukan berarti urutan proses tersebut mutlak persis seperti itu. Dalam pembahasan juga disampaikan bahwa beberapa perusahaan melakukan parallel proses, penggabungan atau penghilangan nproses seandainya diperlukan.

Agenda ke-2 membahas aspek disain proses lebih detil. Mulai dari definisi, morphology, dan methode yang boleh dii bilang cenderung teoritis mengacu ke text book.

Untuk menyeimbangkan wawasan NPD terkait dengan industry best practice, sudah disubmit beberapa artikel di posting sebelumnya tentang “Camp Samsung, Beauty of Simplicity, dan How to Design the Perfect Product”.

Biar nggak jenuh dengan theoretical approach, di akhis sessi klas disimulasikan proses brainstorming sebagai salah satu proses pada tahapan idea generation. Simulasi ini mencoba mengembangkan ide untuk produk baru. Klas dibagi dua kelompok, kelompok pertama mencoba melihat kemungkinan inovasi produk baru untuk lingkungan dengan ketersediaan internet wireless access yang ada dimana-mana, mulai dari WLAN/WiFi di dalam gedung sampai WiMax di luar gedung. Brainstorming mencoba meng’explore sebanyak-banyaknya kemungkinan produk yang bisa diusulkan dibuat yang menjadi benefit buat pelanggan. Sedangkan kelompok ke-2 mencoba mengembangkan berbagai kemungkinan aplikasi yang bisa diimplementasikan pada lingkungan infrastruktur IPTV atau interactive TV.

Sunday, September 06, 2009

5th September 2009 Class at a Glance : (2) Telematics & Product Life Cycle

Klas kedua mulai dibahas materi inti dari kisi-kisi yang disampaikan pertemuan sebelumnya. Sessi ini dibahas pengertian dari terminologi telematika dan aspek utama dari Product Life Cycle (PLC).

Sebagai bagian dari pengelolaan produk, Pengembangan Produk harus pula melihat secara luas tahapan siklus poduk tersebut. Ada satu kuis yang dilaksanakan pada sessi kali ini, yang terkait dengan korelasi PLC dengan strategi pemasaran. Sedangkan soal kedua yang sedianya menjadi kuis, karena keterbatasan waktu diganti menjadi pekerjaan rumah saja. Soal kedua ini mirip dengan kuis sebelumnya tentang korelasi antara tahapan PLC dengan type pelanggan dan aspek industri dan perusahaan (kompetisi, Resiko, dan lainnya)

Seperti biasa, klasmaya sebagai satu-satunya media untuk sharing resources, telah menyediakan handout sessi lalu yang bisa langsung didownload.

Untuk sessi berikutnya, saya submit beberapa artikel dari situs majalah / online yang dapat dibaca (bukan cuman di download) untuk dibahas bersama sessi depan.

How to Design the Perfect Product
Camp Samsung
Beauty of Simplicity

Friday, September 04, 2009

1st September 2009 Class at a Glance : Introduction

Klas di hari pertama, digeser ke hari Selasa 1600, karena Sabtu lalu saya ada appoinment dengan seorang dokter di Jakarta. Sessi hari itu lebih banyak melihat materi kuliah in a big picture, though not in detail. Issue yang muncul dan dibahas, antara lain:

- Produk vs Service
- Terminologi
- Business Model
- Product Life Cycle
- Marketing Stuff
- Product Development Strategic Orientation & Process

Seperti biasa Klasmaya menyediakan handsout minggu lalu yang bisa langsung diunduh disini.

Wednesday, September 02, 2009

Welcome Speech, for new audience of Klasmaya


Selamat datang buat pemirsa SK-425 dan EL-419 tahun ajaran 2009. Klasmaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar dan mengajar dari mata kuliah yang saya sampaikan melalui media komunikasi dan kolaborasi untuk model belajar mengajar a'la virtual. Di situs ini tidak akan disebutkan institusi pendidikan formalnya, kecuali beberapa kode-kode yang hanya pemirsa atau formal audiens yang tahu, namun KlasMaya bukan media eksklusif, sehingga selain anggota tetap dari "brick 'n mortar class" kami juga menerima penggembira dan pemirsa lain.

Selamat berkolaborasi meski sebatas komen, berpartisipasi dan bergembira.

Saturday, May 23, 2009

Nilai Akhir EL-102 session 2009

Seperti biasa, disamping nilai akhir yang disubmit di BAAK, perolehan nilai sessi ini perlu juga dishare lewat Klasmaya, meskipun boleh jadi, pemerhati klasmaya sudah mulai berkurang.

Tahun ini, dari total 34 pemirsa resmi dari EL-102 sessi 2009, sangat mengagetkan dengan sekira lebih dari seperempatnya tidak mengikuti UAS, walhasil dari result perhitungan juga dibawah threshold untuk mencapai nilai lulus. Kalau dicermati terdapat korelasi dari pemirsa yang berhalangan atau sengaja berhalangan mengikuti Final Test dengan beberapa tugas, quiz dan homework yang dilewatkan atau minimal terlewatkan. Diperkuat pula dengan tidak adanya atau belum ada satupun yang mengajukan permohonan ujian susulan.

Dari aspek keaktivan diskusi di klas offline, tugas-tugas, quiz, pekerjaan rumah dan UAS yang menjadi faktor penilaian, diperoleh angka jangkauan perolehan sebagai berikut,


Grafik ini dibaca nilai jangkauan pada sumbu x dengan jumlah pemirsa yang dibaca pada sumbu Y. Misalnya pada aspek Tugas yang diwakili bedah buku, tidak ada satupun dengan nilai dibawah 40 ataupun diantara 40-50, tapi aspek ini ada sebagian besar di jangkauan nilai 50-60 dan 60-70 yang dikontribusi oleh masing-masing 12 pemirsa atau sekira masing-masing 35%, sehingga jika digabung 70% dari total populasi pemirsa memperoleh nilai Tugas diangka 50-70. Puncak kedua muncul pada range 80-90 yang dikontribusi 8 pemirsa atau hampir seperempat populasi, dan satu pemirsa yang memperoleh posisi di range 90-100. Rerata aspek Tugas diperoleh pada angka 66.50.

Aspek Quiz cenderung merata walaupun nilai tinggi memiliki kontribusi yang lebih besar. Kondisi ini sangat berbeda dengan aspek Diskusi yang cenderung berada di nilai rendah, sekira hampir 60% memiliki nilai dibawah 50 poin. Range tertinggi (90-100) hanya dicapai oleh 6% atau sepersepuluh dari angka yang tadi disebutkan. Rerata aspek Diskusi adalah sebesar 49.79 sedangkan aspek Quiz di angka 71.60.

Aspek lain silakan dianalisa sendiri.


Grafik kedua menunjukkan komposisi porsi jumlah pemirsa yang memperoleh nilai standard institusi. Batang kuning memperlihatkan persentase dari 7 nilai yang ditetapkan. Nilai C menjadi nilai yang cukup dominan dengan porsi sepertiga dari seluruh jumlah nilai. Porsi terkecil dipegang oleh nilai D sebesar sepersepuluh dari nilai C. Yang cukup menarik perolehan outstanding (A) memperoleh porsi yang lebih besar dari B maupun B+.

Warna biru menunjukkan segmen yang lain dari cluster “Kurang” (E&D) yang disumbang oleh hampir 30%, “Cukup” (C&C+) yang diberikan oleh persis separuh pemirsa, “Baik” (B&B+), dan “Excellence” (A) yang masing-masing dikontribusi oleh 12% dan 9% populasi.

Jika dibanding tahun lalu, porsi “Baik” dan “Excellence” relative menurun dari 38% ke 21%. Namun penurunan ini di drive oleh seperempat pemirsa yang urung mengikuti UAS. Jika jumlah pemirsa non UAS di exclude, maka porsi tersebut mengalami perbaikan menjadi 28%.

Selamat yang telah mencapai nilai terbaik, dan tetap semangat dan terus berusaha jika masih belum mencapai hasil maksimal.

Keep in touch ..


Thursday, May 14, 2009

Final Test Result

Sekira dua hari lalu penilaian UAS untuk sessi 2009 rampung. Secara umum, perolehan nilai kurang menggembirakan. Dari sekian soal pilihan, tidak ada satupun yang menjawab benar lebih dari separuh pertanyaan. Hitungan ”quick count” menunjukkan perolehan tertinggi top markotop dari 60 soal hanya dicapai pada angka 28, tidak ada satupun yang melebihi 50% atau di angka 30 apalagi menembus tiga perempat jawaban benar (45 soal dijawab benar). Yang menarik, angka-angka ”tinggi” tersebut relatif didominasi oleh peserta siswi. Mungkin ada korelasi dengan aspek rajin membaca.

Perolehan terendah dicapai pada angka 11 poin, bayangkan less than 20%. Jika nilai perolehan dicluster dalam 4 kelompok, dengan batasan ”<"15,15-20,20-25,25-30” diperoleh angka pangsa klas berturut-turut sebesar 16%, 48%, 24% dan 12%.

Boleh jadi soalnya terlalu sulit, banyak jebakan, atau membingungkan. Tapi dari analisa mining, soal yang tidak seorangpun bisa menjawab hanya ada 2 soal, meski demikian tidak ada satu soalpun yang bisa dijawab oleh semua peserta. Jumlah soal yang bisa dijawab oleh lebih dari seperempat peserta hanya ada 15%. Sehingga (lagi-lagi) kalau kita kaji dari clustering soal yang masing-masing bisa dijawab oleh 0, 1-5, 5-10,10-15, >15 peserta adalah sebesar 3.33%; 25%; 40%; 16.67%; dan 15%.

Dari ulasan diatas, dapat disimpulkan sebagai hasil yang kurang menggembirakan, entah akibat terkena dampak krisis, atau swine stuff. Sampai saat ini, angka nominal yang benar belum dikonversikan ke nilai standard, karena saya masih mencari angka yang pas yang dapat merepresentasikan maksimal. Umumnya adalah diukur dari rasio ”benar” terhadap total soal. Namun untuk penilaian ini, saya akan coba di faktor kan dengan satu angka sebagai adjustment.
Untuk memperkecil resiko penilaian yang relatively kurang semangat, mungkin ada yang mau kasih opini buat perbaikan nilai? Silakan disampaikan melalui komentar sebagai media uneg-uneg.