Media komunikasi dan kolaborasi pembelajaran a'la virtual. Supplemen kuliah melalui e-class atau e-learning untuk Jurusan terkait dengan Sistem Informasi, Teknologi Informasi (IS/IT), Sistem Komputer dan Teknik Industri.
Thursday, April 08, 2010
Internet Search Market Share March 2010
Google US Internet-search share drops, Yahoo rises in March
Thursday 08 April 2010
Microsoft's market share drops for first time in three months.
Google Inc.'s share of U.S. Internet searches fell a slight 1% in March from a month earlier, according to data provider Experian Hitwise, as IAC/Interactive Corp.'s Ask.com share made a healthy increase, its fourth consecutive rise.Yahoo! Inc.'s share rose 3%, and Microsoft Corp.'s figure dropped for the first time in three months, also slipping 1%. The two launched their 10-year revenue-sharing partnership last month, under which Microsoft technology powers Yahoo's searches, aiming to challenge Google's dominance.Microsoft had been posting gains in share as it dipped into its deep pockets to promote its Bing engine.
Google's U.S. Internet-search share fell to 69.97% from 70.95%. Ask.com's climbed to 3.44% from 2.84%. Yahoo rose to 15.04% from 14.57%, while Microsoft's Bing dropped to 9.62% from 9.7%, according to Hitwise.Hitwise sampled 10 million U.S. Internet users in the month ended March 27.
Layanan "Triple Play" Telkom
Layanan ini pada tahap awal baru melayani salah satu apartemen di Surabaya dengan jumlah total 170 unit. Sebelumnya, layanan ini sudah lebih dulu menjalani masa uji coba di lobby apartamen dan lantai enam dengan hasil cukup memuaskan. Direncanakan di apartemen itu juga digelar layanan serupa dengan menggunakan teknologi GPON (Gigabit Pasive Optical Network) untuk semua penghuni apartemen.
Triple play merupakan salah satu produk inovasi Telkom yang menggabungkan layanan IP phone, internet dan IPTV (Yes TV) dalam satu saluran melalui fiber optik ke rumah pelanggan. Dengan produk ini, pelanggan dapat menggunakan ketiga layanan tersebut dalam waktu bersamaan tanpa harus mematikan salah satunya.
Layanan ini pada tahap awal dipasarkan untuk pelanggan yang tercluster (kelompok), seperti hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung bertingkat, dengan alasan lebih mudah dalam penggelarannya. Untuk pegelaran triple play di Apartemen tersebut, Telkom mengeluarkan investasi sekitar Rp2,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang meliputi instalasi gedung, ONT (Optical Network Terminal), setop box, dan aksesoris lainnya.
Stop Press : Kuliah hari ini jam 1600
Mohon maaf, saya belum posting CAAG untuk klas minggu lalu, tapi untuk tim yang belum memaparkan tugasnya, kita akan tunggu sore ini.
Friday, April 02, 2010
Rencana implementasi Number Portability Seluler di India
Disadur dari artikel www.totaltele.com dengan judul Launch of mobile number portability in India likely by 30 June - govt, tanggal 01 April 2010
Operators have until 15 May to complete network testing in advance of MNP.
India is likely to launch mobile number portability services--which allow users to switch providers without changing their phone number--by June 30, 2010, a government statement said Thursday.
The statement said some operators are yet to test if their networks are ready to launch mobile number portability, or MNP, services and the government has set a deadline of May 15 to complete the tests.
"Based on successful completion of the action taken (tests)..., the DoT will finally decide the dates for MNP implementation," the statement added.
The launch of MNP has already been delayed twice.
It was to be implemented by Dec. 31, 2009 in Delhi, Mumbai, Kolkata and Chennai as well as in the states of Maharashtra, Gujarat, Andhra Pradesh, Karnataka and Tamil Nadu.
The deadline was then changed to March 31 for launch across the country.
In February, the government said it was planning to launch MNP by the first week of May, with initial launches in the southern cities of Bangalore and Chennai.
Bagian dari perkembangan seluler di Indonesia
Dimulai tahun 1984 teknologi seluler pertama kali hadir di Indonesia dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).
Di tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di Indonesia, namun dengan berat rata2 430gram, dan harga ponselnya juga tidak murah (diatas 10 juta). Di tahun ini baru dikenal teknologi NMT-470, modifikasi NMT-450.
Di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM,dimulai di pulau Batam dan Bintan. Di tahun 1994 Satelindo beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia,dengan mengawali kegiatan operasinya di Jakarta dan sekitarnya. Karena GSM menggunakan kartu SIM, maka hal itu aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas.
Tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan di lanjutkan ke provinsi lain di Sumatra, lalu menjadikan Telkomsel pada 26 mei 1995 sebagai operator GSM nasional bersama Satelindo. Tahun 1996 Telkomsel dengan produk kartu Halo-nya sukses di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, kemudian masuk Jakarta. Di penghujung tahun 1996, Excelcom berbasis GSM beroperasi di Jakarta sebagai operator GSM ke tiga di Indonesia. Setelah itu di tahun 1998 Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan roaming. Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar mentari, dengan keunggulan tarif dihitung perdetik,sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih 100.00 pelanggan.
Layanan pesan singkat, mulai di perkenalkan pada tahun 2000, dan menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel, karena sangat praktis dan murah biayanya. Di tahun ini pula Indosat dan Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional. Layanan seluler kedua BUMN itu kemudian beroperasi pada tanggal 1 Agustus tahun 2001. Babak baru bertelekomunikasi berlanjut di tahun 2003,yaitu dengan hadirnya Telkom Flexi,yang mengusung teknologi CDMA 2000 1X, kemudian di belakang Flexi ada Esia dari Bakrie Telecom, Fren & Hepi dari Mobile8, Star One dari Indosat, Smart dari Lippo Telecom, dan terakhir Ceria dari Sampoerna Telecom.
Tuesday, March 30, 2010
Keputusan Final Pemerintah Masalah Menara Telekomunikasi
"Respon Kementerian Kominfo Terkait Keputusan Final Pemerintah Dalam Pembahasan Masalah Menara Telekomunikasi Yang Akhirnya Tertutup Untuk Asing"
Pada akhirnya pemerintah melalui MenKo Ekonomi menyampaikan sikap tentang penyediaan menara telekomunikasi yang sepenuhnya tertutup untuk asing.
Kominfo menyambut positif yang intinya investasi di bidang percepatan pembangunan menara telekomunikasi tetap harus diperhatikan untuk menunjang perbaikan iklim investasi di Indonesia.
PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008, khususnya Pasal 5 ayat (1) menyebutkan bahwa bidang usaha jasa konstruksi untuk pembangunan menara sebagai bentuk bangunan dengan fungsi khusus merupakan bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal asing. Pada ayat (2), penyedia, pengelola, atau kontraktor menara yang bergerak dalam bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) adalah Badan Usaha Indonesia. Peraturan Bersama, khususnya Pasal 5 ayat (4) juga menyebutkan, penyedia menara telekomunikasi yang bukan penyelenggara telekomunikasi, pengelola menara atau jasa konstruksi untuk membangun menara merupakan perusahaan nasional.
Keikut-sertaan asing di dalam industri telekomunikasi merupakan fenomena umum. Investor asing tidak dapat dihindari masuk industri telekomunikasi di Indonesia mengingat keperluan teknologi dan padat modal pada jangka panjang. Namun demikian, kemudian diatur batasannya di dalam PP No. 111 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Perpres No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka.
Aturan pembatasan yang proporsional terhadap keikut-sertaan asing, tujuannya bukan anti asing, tetapi semata-mata untuk mendorong industri dalam negeri tetap dapat tumbuh dan berkembang secara kompetitif dan proporsional tanpa harus terjadi praktek monopoli. Sejauh ini ada beberapa regulasi dan kebijakan yang cenderung pro industri dalam negeri, seperti penyertaan produk domestik layanan 3G secara bertahap, layanan BWA, serta pengenaan preferensi open source di penyediaan akses internet kecamatan. Kesemuanya itu masih dalam proporsi yang terbatas, bertahap dan tidak bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam WTO.
Untuk menara telekomunikasi, sektor industri dalam negeri sejauh ini sudah well-prepared dan well-performed dalam penyediaan menara telekomunikasi, baik dari aspek teknis, SDM, penyediaan material dan financing melalui perbankan, yang kesemuanya ini masuk dalam skema pekerjaan infrastruktur SITAC- CME (Site Acquisition - Civil, Mechanical and Electrical).
Mengacu PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008 dan Peraturan Bersama, penyediaan menara telekomunikasi dimungkinkan dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi dan atau juga penyedia menara yang bukan penyelenggara telekomunikasi. Kecenderungannya menara telekomunikasi yang sudah cukup lama dimiliki oleh penyelenggara telekomunikasi ada sebagian yang dijual kepada pihak lain, dan penyelenggara telekomunikasi cenderung lebih convenient dengan system sewa dari penyedia.
Keikut-sertaan asing masih dimungkinkan dalam penyediaan perangkat telekomunikasinya mulai dari penyediaan feeder dan antenna (antena transmisi radio microwave yg menghubungkan antar BTS atau pun BTS dengan Base Station Controller, antena BTS itu sendiri serta BTS dan antena nya yang dihubungkan oleh feeder). Belum lagi kebutuhan shelter sebagai ruangan tempat perangkat telekomunikas seperti BTS, IDU (Indoor Unit) Radio Transmisi Microwave dan lain sebagainya. Perangkat-perangkat tersebut pada umumnya penyediaannya oleh vendor asing.
Dari aspek sosial, khususnya kasus perubuhan menara telekomunikasi (Badung), sektor asing minimal dapat memperkecil potensi konflik. Di sisi lain ada komitmen untuk memberi peran cukup besar pula bagi Pemda untuk turut serta dalam memfasilitasi penyediaan menara telekomunikasi sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan anti monopoli dan sejumlah ketentuan lain yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/ 3/2008 dan Peraturan Bersama.
Era saat ini dan ke depan bukan lagi percepatan pembangunan menara telekomunikasi secara kuantitatif, tetapi aspek efektivitas dan efisiensi terkait dengan kebutuhan menara telekomunikasi melalui sharing atau menyewa dari penyedia dan itu pun harus untuk penggunaan bersama. Dengan demikian, penyedia menara telekomunikasi tetap dituntut untuk melakukan percepatan pembangunan namun tetap mengutamakan efisiensi menara bersama.
Monday, March 29, 2010
Rencana materi minggu ini
Kalau toh pemirsa belum siap, atau hanya satu dua yang bisa memaparkan tugasnya, sebagai gantinya kita akan bahas regulasi telekomunikasi di Indonesia, khususnya untuk UU No 3 / 1989 dan UU No 36 / 1999 tentang Telekomunikasi. Sebagai pelengkap, disampaikan pula PP (Peraturan Pemerintah) No 8 / 1993 dan PP No 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk menambah pemahaman kedua UU ini.
Keempat materi ini sebenarnya ada di situs Dirjen Pos dan Telekomunikasi, yang menyediakan dengan lengkap segala undang-undang, peraturan dan kebijakan lain terkat dengan regulasi telekomunikasi.
Seperti biasa, untuk materi yang disampaikan pra-klas diharapkan dibaca sebelumnya agar mempermudah pemahaman selain persiapan seandainya ada quiz (kecuali jika tugas nya selesai semua).
Axiata Lepas 18% Saham XL
Axiata Group Berhad menyelesaikan proses pelepasan sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 1,53 miliar saham atau setara 18 persen pada harga Rp 3.300 per unit.
Jadi, total nilai transaksi sekitar Rp 5,05 triliun. Transaksi pelepasan saham tersebut merupakan yang terbesar selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Tujuan private placement Axiata tersebut untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang beredar di publik. Selain itu, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor perseroan dan meningkatkan likuiditas.
Manajemen berharap, pelaksanaan private placement tersebut akan berdampak positif bagi perseroan, bursa, dan pemegang saham publik.
Sebelum private placement, jumlah saham XL Axiata yang dicatatkan di BEI mencapai 8,5 miliar. Namun, dari jumlah saham tersebut, hanya sekitar 16,79 juta atau sekitar 0,19 persen dimiliki publik.
Kecilnya jumlah saham perseroan yang dimiliki publik itu mengakibatkan perdagangan saham XL Axiata di BEI menjadi tidak likuid.
Axiata melalui Indocel Holding Sdn Bhd menguasai 86,49 persen dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd memiliki 13,31 persen.
Bisnis Games Online, Content Speedy
Berdasarkan data survey dari IDC, market size online Game di Indonesia tahun 2010 sebesar 1,9 Juta pengguna dengan nilai US$ 10M, naik sekitar 33% dari tahun sebelumnya.
TELKOM pada Bulan Oktober tahun 2009, telah menandatangani kerjasama dengan publisher game Valve Games untuk mendeliver layanan Games sebanyak sekitar 137 Games. Dari 137 Games itu, salah satu Games yang telah dimainkan oleh banyak players adalah Counter Strike Games.

Pelanggan Speedy yang mau berlangganan, cukup masuk ke games.telkomspeedy.com.
Sampai saat ini, sudah 400 an players bermain di server speedy. Setiap bulan di server speedy diadakan kompetisi Games secara online di server Speedy Game.
Konsolidasi Bisnis FWA di Industri Telekomunikasi
Isu konsolidasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mengelola bisnis operator selular berbasis teknologi code division multiple access (CDMA) hingga saat ini masih simpang siur. Bakrie Telecom dan Telkom dikabarkan akan menggabungkan layanan selular berbasis CDMA, yakni Esia dan Flexi.
Namun, manajemen Telkom melalui Divisi Telkom Flexi enggan berkomentar tentang rumor tersebut. Bahkan, Telkom menginginkan adanya kompetisi di bisnis layanan selular berbasis CDMA itu.
Penertiban Frekuensi WiMax
Friday, March 26, 2010
20th of March 2010 Class at a Glance : A.Z.Dodd Chp 2,3,4,5,6,7,8,9,10
Pertemuan paska UTS nampaknya sedikit mereda, dalam arti “ghiroh”nya mulai kendur, dapat dilihat dari jumlah partisipan yang less than number of fingers. Sebenarnya saya juga sediki agak “haroream”, terutama jika ingat materi siang ini terkait dengan text book Anabel Z. Dodd yang diwajibkan institusi. Saya belum dapat buku pengganti yang lebih membumi dari sisi ke'Indonesia’an. Beberapa materi memang sudah dipersiapkan sebagai substitusi yang lebih berbau lokal, namun secara keseluruhan belum bisa menghapuskan materi Dodd.
Berbeda dengan materi Bab-1 yang sudah dibahas sebelumnya, bahan paparan Bab 2, 3 dan 5 diambil dari tugas klas tahun sebelumnya dalam acara bedah buku Z. Dodd. Sehingga untuk menghindari blank spot atau cakupan yang tidak tercover, sebaiknya pemirsa membaca langsung pada buku referensi.
Bab 2 diulas mengenai Sistem Telepon dan Pengkabelan yang banyak mengacu pada kondisi di US meliputi system telepon (PBX, Centrex, dan Key System), Penjualan Telepon dan Media.
Bab 3 dibahas topik Network Service Provider & Local Competition yang mengulas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri telekomunikasi, antara lain Globalisasi Ekonomi, Peraturan Pemerintah (khususnya aturan divestitur 1984 dan regulasi 1996 di AS), serta Perkembangan Teknologi (khususnya CaTV, FO, dan Wireless). Pada kompetisi lokal disebutkan strategi memasuki pasar panggilan lokal antara lain melalui Resale, CableTV, dan Wireless. Dijelaskan 3 jenis reseller antara lain Resseller, Switchless Reseller, dan Agents lebih spesifik. Terminologi dan penjelasan CLEC dan IEX termasuk case AT&T juga menjadi materi yang menutup bab ini.
Topik Public Network mengacu ke bab-5 nya Z. Dodd, pada dasarnya membahas perbedaan antara layanan terhubung dan layanan dedicated (jalur privat). Atribut layanan terhubung antara lain : Pengalamatan; Bayar sejauh anda pergi; Tarif pos; Sesuai tuntutan; Segera; Layanan Terhubung untuk Data; dan Penghubung rangkaian-ketidak efisienan jaringan; dipaparkan dalam bahasan tersebut. Sementara untuk atribut layanan Dedicated : Biaya bulanan tetap; Rute tetap; Penggunaan eksklusif; Ketersediaan 24jam sehari; Suara,video dan data; serta Kapasitas tetap. Bahasan lain terkait dengan topologi jalur dedicated, meski konten pensinyalan (SS7) tidak diulas pada paparan ini.
Sessi berikutnya masih dari buku Dodd (so that was a Dodd day) dibahas sisanya yang lain yaitu bab 6 sampai bab 10 (masih mengacu dari tugas tahun sebelumnya).
Bab selanjutnya dibahas materi dengan judul “MODEM dan Peralatan Akses” yang jelas-jelas sesuai judul membahas aspek terkait modulator demodulator dan beberapa DCE lainnya seperti NT1s; CSU / DSU; Modem PCMCIA, Modem kabel, dan Set-top boxes.
Bab Internet dibahas dari mulai sejarah Internet, layanan Internet, WWW, HTML, Hosting, Privasi, sampai alamat internet. Beberapa bagian tidak diulas, seperti Intranet & Extranet, atau markup language lain, jadi sebaiknya pemirsa baca buku asli (atau terjemahannya) untuk lebih melengkapi cerita.
Bab-9 dibahas thema Konvergensi, kemampuan sebuah jaringan untuk memuat semua jenis lalu lintas seperti suara, data, dan video sebagai sebuah paket. Kemampuan jaringan ini didorong oleh : Advance Router, Digital Signal Processor, Optical & Programmed Switch, Compression & Protocol, DWDM.
Terakhir dari resume bedah buku A.Z.Dodd dibahas Layanan Wireless mulai dari teknologi analog AMPS sampai berbasis digital seperti D-AMPS, GSM, CDMA, PCS, SMR, dan CDPD. Selain aspek teknologi, paparan ini juga menyebutkan aspek pasar seluler yang terkait dengan antara lain: Efforts to Improve Service; Health Concerns; Safety on the Road; Privacy and Advertising Instructions on Cellular E911; Called Party Pays; Limited Mobility Wireless for Local Telephone Service; Wireless Number Portability; dan Limitations of Circuit-Switched Cellular for Data. Konten lain terkait dengan wireless yang turut dipaparkan antara lain: spectrum allocation, 2G-3G Transition, Paging dan Satellite Service.
Besok tidak ada kuliah !
Jadi kalian boleh sedikit relax, periksa lagi tugasnya, kolaborasi lebih intens, perbaiki jika masih ada yang belum sesuai, dan persiapkan paparannya.
Jadwal pengganti akan saya bahas dengan BAAK, moga-moga dalam waktu dekat bisa disampaikan, atau sebelumnya ada usulan? Silakan di komentari.
Sunday, March 21, 2010
Assignment for next Week
Sebenarnya assignment ini sudah disampaikan pada tanggal 13 Maret lalu dengan judul "Assignment for next 2 Weeks" tapi karena posting kali ini sudah lewat minggu pertama maka judul terpaksa di revisi.
Tugas dapat dilakukan secara kelompok (2 orang), sebaiknya dari departemen yang berbeda. Rincian tugas sebagai berikut:
- Tentukan segmen industri dari pilihan dibawah ini:
•Social Networking Application (Facebook, Tweeter, MySpace, dll)
•Search Engine (Google, Bing, Yahoo, dll)
•Browser Internet (Chrome, IE, Firefox, dll)
•Game Console (Xbox, Nintendo, PS, dll)
•Game Online (CounterStrike, dll) - Beri penjelasan tentang industri tersebut (business model, substitusi industri, pengguna/pelanggan.
- Sebutkan pemain (pelaku) di industri tersebut dengan atribut perusahaan (pemilik/founder, tahun berdiri, sejarah, dll).
- Buat perbandingan dari pemain di industri tersebut dilihat dari aspek:
•Market (market/revenue share, market capital, segmen pengguna, dll)
•Teknologi (perbedaan teknologi/platform/fitur, kekuatan strategis,dll)
•Perkiraan anda tentang siapa yang akan menjadi pemain dominan 2 tahun ke depan dengan alasannya. - Buat analisa tentang keberlanjutan segmen industri ini (growing, mature, decline).
- Sebutkan sumber data (buku, jurnal, alamat situs, dll)
13th of March 2010 Class at a Glance : Mid Term + A.Z.Dodd Ch.1
Setengah hari berikutnya, memang ada pembahasan Bab-1 dari Z.Dodd mulai dari cakupan terminologi, protocol, arsitektur, sinyal analog & digital dan beberapa solusi untuk mengurangi kongesti.
Beberapa saat setelah UTS usai dan mulai dibahas materi ini, terdengar seorang partisipan ”grumbling” karena soal dari materi ini keluar di UTS padahal belum dibahas sebelumnya. Memang benar, pembahasan baru disampaikan paska UTS, namun eBook bab-1 Z.Dodd sudah diposting beberapa minggu sebelumnya, dan sudah beberapa kali juga diiingatkan untuk dibaca.
Jadi submitting eBook bukan berarti cuman buat di unduh saja tapi juga buat dibaca!. Jangan sampai pemirsa semakin manja, hanya mengambil yang sudah dibahas saja dan sudah dalam bentuk handout. Boro-boro cari buku acuan, baca sebagian buku yang sudah di posting saja masih reluctant. No no no way pal. Itu sebabnya kali ini saya tidak akan meng’unggah handout bahasan Bab-1 Z.Dodd, toh kalian sudah dapat sumber aslinya, jadi untuk baca langsung saja yaa.
Saturday, March 20, 2010
Pareto dan Long Tail
Di awal 2000an, ketika era digital, dimana beberapa materi dan konten sudah dapat dikodekan dengan biner dan teknologi penyimpan semakin efisien bahkan cenderung gratis, muncul prinsip yang sedikit berbeda dengan Pareto. Sehingga kalau biasanya orang akan menganalisa dimana 20% yang akan berdampak pada 80% pencapaian agar lebih optimal, di era digital sisa 80% tadi juga masih dikelola. Namun asumsinya sisa 80% tadi bisa menjadi 200%, 1000% atau jutaan% kalau jumlah item di luar item 20% ternyata hampir tak berhingga. Muncul prinsip Long Tail yang di gagas oleh Chris Anderson kepala editor Wired.
.
Friday, March 19, 2010
Quotes of this month (03/10)
Monday, March 15, 2010
Operator seluler Eropa konsolidasi
LONDON (Bloomberg) Di tengah persaingan yang makin ketat, operator seluler Eropa disarankan berbagi jaringan guna memangkas biaya dan memenuhi naiknya permintaan layanan komunikasi dan data berkecepatan tinggi.
Direktur Teknik Hutchison Whampoa Graham Baxter mengatakan dalam sebuah wawancara di London kemarin, bahwa Vodafone Group Plc dan unit O2 milik Telefonica SA dapat mengikuti langkah 3, milik Hutchison dan divisi T-Mobile, milik Deutsche Telekom AG yang sejak 2009 memiliki jaringan telepon seluler bersama.
"Ini akan menjadi sebuah studi kasus untuk operator lainnya. Anda harus memiliki infrastruktur dengan biaya rendah. Jika kami dapat beroperasi dengan biaya yang lebih rendah maka pihak lain juga harus melakukan hal yang sama," ujar Baxter.
Perusahaan operator seluler di Eropa berusaha untuk menurunkan biaya dan meningkatkan penjualan dari jaringan berkecepatan tinggi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet, melakukan video conference dan mengunduh musik, Fasilitas baru ini bertujuan untuk menutupi penurunan pendapatan dari fasilitas telepon konvensional.
Inggris, yang merupakan pasar telekomunikasi paling sibuk di Eropa, mungkin akan berakhir dengan dua infrastruktur seluler setelah T-Mobile dan unit Orange milik France Telecom SA mendapatkan persetujuan Uni Eropa untuk menggabungkan unit lokal mereka "Penggabungan ini baru saja menentukan sebuah langkah baru," lanjut Baxter.
Vodafone dan Telefonica memiliki jaringan yang terpisah di UK. Kedua perusahaan tersebut tahun lalu setuju untuk berbagi beberapa komponen jaringan seluler seperti tiang transmisi di Jerman, Spanyol, Irlandia dan UK untuk memangkas biaya dan memperbaiki jaringan bagi lebih dari 140 juta pelanggan mereka.
Baxter mengharapkan kedua operator seluler ini agar memperluas kerja sama jaringan mereka. juru bicara Telefonica,Simon Lloyd mengatakan Vodafone dan Telefonica mempertimbangkan merger beberapa jaringan mereka yang sudah ada dan membangun beberapa jaringan baru. Kedua perusahaan ini akan membangun 650 situs jaringan tahun ini dan kesepakatan yang diraih akan digunakan untuk membangun kembali jaringan mereka.
"Vodafone UK fokus untuk melanjutkan rencana penggunaan dan pembanguna jaringan bersama. "Dengan melakukan hal ini, kami terus melakukan cara untuk menambah efisiensi dan memberikan perbaikan bagi pelanggan kami," ujar juru bicara Vodafone, Simon Gordon dalam wawancara telefon hari ini.
Di Inggris yang memiliki lima operator seluler, kerja sama yang dibangun antara T-Mobile-Orange akan membuat mereka menguasai 43% pasar UK, melebihi O2 milik Telefonica dan membuat Vodafone yang berbasis di Newbury terpojok di posisi ketiga.
Spekulasi merger
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Vodafone yang akan membeli 3 milik Hutchinson untuk menaikkan nilai saham, Baxter mengatakan bahwa penggabungan dengan Vodafone tidak penah menjadi bahan pertimbangan dari para pemegang saham 3. "Ini bukan menjadi agenda."
Baxter menambahkan bahwa kesepakatan mengenai jaringan bersama antara 3 dan Deutsche Telekom tidak akan menjadi hambatan untuk bergabung dengan Vodafone. "Kesepakatan ini membuat merjer menjadi sulit tapi bukan berarti tidak mungkin."
Hutchinson yang berbasis Hong Kong dan dikendalikan oleh milyuner, Li Ka-shing dan Vodafone melakukan merger terhadap unit Australia Hutchinson pada 2009. (htr)
Friday, March 12, 2010
Posting eBook of Anabel Z, Dodd Chapter 3. UTS kah?
Siap?
Selamat mencetak..
Wednesday, March 10, 2010
6th of March 2010 Class at a Glance
Klas minggu lalu, nampaknya baru sekarang bisa diulas. Sempet lupa juga materi bahasan’nya. Tapi yang jelas setelah beberapa saat mengingat, paling tidak ada minimal dua materei yang disampaikan.Bahasan pertama terkait aspek teknologi dengan thema ”Jaringan” atau boleh juga disebut “platform jaringan” khususnya di industri telekomunikasi dengan cakupan Circuit Switched dan Packet Switched.
Jaringan berbasis circuit switched diwakili oleh PSTN dan STBS, dengan mengulas antara lain struktur jaringan, hirarki sentral, dan prinsip dasar mekanisme komunikasi. Sementara pada jaringan berbasis packet switched yang diwakili oleh jaringan IP melalui LAN, WAN, dan Global Internet, dibahas tahapan pengiriman informasi dan ulasan mengenai connection oriented berbasis jaringan IP.Bahasan kedua sebenarnya mengulas materi quiz, yang kemudian menjadi bagian dari PR, yang selanjutnya dibahas menjadi bedah artikel dari tulisan dengan judul ”a new telecommunication world”. Artikel yang sebagian besar menampilkan grafik untuk kasus di Amerika mencoba menyajikan terjadinya perubahan khususnya di segmen industri narrowband (POTS) yang mengecil akibat segmen industri lain seperti cable, seluler, atau VoIP.
Klas juga sempat membahas bersama secara sekilas materi PR yang dikumpulkan. , Kalau ada yang belum sempat submit bisa segera di kirim melalui email selain di posting minggu depan di klas berikutnya.
Tuesday, March 09, 2010
Indosat 2009 net profit falls 20%
PT Indonesia Satellite Corp., or Indosat, said Monday its 2009 net profit fell 20% mostly because of lower revenue and the higher cost of operations.Net profit for the January-to-December period fell to IDR1.5 trillion from IDR1.88 trillion in the previous year.Total revenue fell 1.4% to IDR18.39 trillion from IDR18.66 trillion by the end of 2008.
The cost of operations rose 9% to IDR15.18 trillion from IDR13.93 trillion in the previous year."(On a quarterly basis) we have shown an improvement in terms of the operational and financial sides," Indosat Chief Executive Harry Sasongko said.He said Indosat had an additional 4.4 million new subscribers in the fourth quarter of 2009, which helped contribute a 37% increase in revenue from cellular services from the previous quarter. Revenue in the fourth quarter of 2009 rose to IDR18.4 trillion from IDR13.4 trillion by the end of the third quarter.By the end of 2009, its total subscribers were at 33.1 million, down 9.3% from 36.5 million in the previous year.Indosat is 55.79% owned by Qatar Telecom Pte Ltd.
Qtel net income climbs 20.5% on 18.2% turnover increase
Friday, March 05, 2010
Class as ussual for tomorrow.
Demikian di sampaikan, mohon dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan.
Wednesday, March 03, 2010
Posting eBook of Chapter 1 of Anabel Z, Dodd reference.
Konsekuensinya, pada saat materi ini sudah di posting di sini, maka pemirsa punya kewajiban untuk membacanya. Minimal buat persiapan, siapa tahu muncul quiz seperti minggu lalu dari artikel yang di posting.
Lagi-lagi selamat membaca..
Monday, March 01, 2010
“From Quiz to Homework” for this week 2010 February.
Pertanyaan ini merupakan daftar pertanyaan quiz yang karena beberapa soal ada yang belum dijawab dengan confident, termasuk beberapa yang datang terlambat, maka quiz dilanjutkan menjadi pe-er.
- Gambarkan framework 5 Forces Porter.
- Dari issue dan rumors yang berkembang terkait dengan rencana pemberlakuan BHP Pita, jelaskan hubungan antara BHP Pita tersebut dengan rencana layanan Seluler oleh Bakrie.
- Apakah kepanjangan dari FWA.
- Jelaskan pengertian dari “number portability”.
- Mengacu pada artikel L.K. Vanston, dengan judul “A New Telecommunications World”, jelaskan penyebab turunnya akses pita pendek (The decline of narrowband access).
- Vanston membagi 3 jenis IP video, sebutkan dengan pengertiannya.
- Beri penjelasan dari 4 bentuk implementasi VoIP menurut Vanston.
Sunday, February 28, 2010
27th of February 2010 Class at a Glance
Selanjutnya, sebagai bagian dari evaluasi pertemuan sebelumnya, sessi ini diisi dengan Quiz. Materi quiz mengacu pada materi yang telah dibahas sebelumnya dan materi artikel terakhir yang sudah diposting di klasmaya (sebagai salah satu tugas yang disampaikan minggu lalu). Dari jawaban yang dikumpulkan dapat dimengerti bahwa bagian pertanyaan dari artikel hanya sedikit (untuk menghaluskan tidak ada satupun) yang dapat menjawab dengan sempurna. Ini menandakan bahwa meski materi referensi sudah disediakan, toh tidak menjamin untuk dibaca, apalagi beli buku referensi.
Sayangnya karena waktu terbatas, maka assessment akhirnya menjadi materi homework untuk minggu depan. Industri yang ditentukan untuk asessment dari determinant 5-Forces Porter dapat dipilih dari industri :
• Broadband Wireless Access (Wimax)
• IPTV
• Content (Game/Application/Music/Video Online),
• 3G Seluler
Assessment/penilaian dilakukan melalui opini seberapa tepat menurut anda pernyataan tersebut plus dengan tambahan komentar tentang alasan jawaban, plus untuk lebih sempurna lagi jika menyampaikan sumber informasinya. Setelah menetapkan jawaban, dilanjutkan dengan scoring dan mengkalkulasi impact rating. Seperti yang disampaikan dalam handout, perhitungan rating menggunakan pendekatan formula jumlah total scoring dibagi dengan jumlah statement yang dijawab bukan N dikali max score (2).
Selamat menganalisa....
Monday, February 22, 2010
20th of February 2010 Class at a Glance
Sessi ketiga dari klas tatap muka sebenarnya masih membahas materi pendahuluan. Materi kali ini lebih ditekankan pada aspek regulasi, market, bahasan awal Business Process, Product Development serta konsep Peningkatan Value.Ditunjukkan bagaimana regulasi, khususnya di Indonesia, dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap penetrasi. Pasar yang awalnya monopoli berubah menjadi terbuka dengan dampak yang akhirnya menguntungkan pelanggan dan pertumbuhan ekonomi. Trend regulasi seperti unified license, number portability, cost based interconnection, dan yang lainnya diulas untuk memberikan gambaran yang pada dasarnya deregulasi cenderung berpihak dalam membuka entry barrier dan switching cost. Pada akhirnya diharapkan dapat memberikan andil dalam pertumbuhan industri yang atraktif dan menguntungkan masyarakat.
Materi kedua mengambil tema Market (pasar) yang dalam hal ini mengacu pada pasar saham. Meski materinya relatif belum up-to-date dari data tahun lalu, namun ulasan bagaimana porsi industri telematika yang me’lantai’ di bursa Indonesia cukup memberikan gambaran dalam hal kontribusi industri dibanding industri lainnya. Segment segmen industri infrastruktur yang termasuk didalamnya sektor komunikasi memberikan kontribusi hampir seperempat market kapitalisasi bursa Indonesia, sedikit dibawah industri perbankan.
Tugas minggu depan, seperti yang disampaikan di akhir sessi, adalah sebagai berikut:
- Opinion publishing: materi klipping khususnya untuk bagian opini diwajibkan untuk di email dan/atau disubmit pada weblog yang sudah dipersiapkan di “Obrolan Bisnis Telekomunikasi” (OBT) dengan menggunakan user uuu dan password ppp.
- Tugas ketiga yang relatif cukup mudah adalah membaca artikel atau mini eBook dari tulisan Lawrence K. Vanston, Ph.D. dengan judul “A New Telecommunications World”, sebagai persiapan materi selanjutnya, atau minimal pengganti text book.
Tabik .. . . ..
Tuesday, February 16, 2010
6th of January and 15th of February 2010 Class at a Glance
Issue-issue seputar terminologi dan case sedikit dibahas untuk membuka pandangan dan wawasan seputar industri telematika / Infocomm / ICT / ada istilah lain?
Friday, February 12, 2010
Class Delay on 13th February 2010
Sebagai tugas pekerjaan rumah sampai pertemuan selanjutnya, kalian cari dan baca berita di media terkait dengan issue telematika sekitar 6 bulan terakhir. Selanjutnya ambil satu topik yang menurut anda menarik untuk di kliping, namun tidak sekedar kliping yang dikumpulkan tapi termasuk resume dan tulisan opini bebas dari pikiran dan pendapat anda.
Demikian disampaikan, mohon informasi ini dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan. Terima kasih.
Thursday, February 11, 2010
Selamat datang pemirsa EL-102 2010
Seperti yang telah disampaikan pada klas minggu lalu, media ini disiapkan untuk media alternatif pertemuan dalam dunia maya. Mungkin bukan berbentuk klas namun ada informasi dan boleh jadi kolaborasi terkait dengan metode pembelajaran. Jadi buat kalian, minimal buat semester ini, masukkan situs ini di favorit, boleh juga di taruh di situs/blog/facebook kalian.
Saya mohon maaf, karena posting ini cukup lama baru muncul, sejak klas pertama di hari Sabtu lalu. Seperti biasa aspek waktu dan kesempatan menjadi kendala selain issue “haroream” (untuk non Sundanese bisa mencari jawaban di wikipedia Sunda).
Sekali lagi selamat bergabung dan berkontribusi.
Friday, January 29, 2010
Selamat datang iPad
Produk masterpiece ke lima ini, setelah Macintosh, iTunes, iPod, dan iPhone, merupakan produk teranyar yang meluncur di 27 Januari 2010 dan bakalan merebut pasar Kindle Amazon, Nook B&N, Reader Sony dan eBook reader lainnya.
Bagaimana komparasi produk dengan product kompetitor? Fitur apa yang menjadi andalan dibanding produk sebelumnya? bisa sekilas disimak disini.
But wait, ini bukan cuma eReader, dengan kapabiltasnya produk ini masuk kategori computer tablet. Jadi kompetitornya ya semacam produk tabletnya HP, Dell, Acer, termasuk issue tablet dari Microsoft dan Google.
Another wait, produk ini juga jadi alternatif menonton program TV atau Movie, jadi seperti halnya laptop plus tuner dan DVD player yang bisa juga menggantikan atau mensubstitusikan piranti televisi yang dipasang di ruang keluarga dan menjadi shared resources.
Boleh jadi kalau kita mengingat konsep evolusi layar (TV, Computer, Mobile) produk kategori ini jadi layar keempat yang mengkonvergensikan ketiganya.
Seperti saya sebutkan diatas, sang maestro sulap seperti biasa menyihir atau mungkin lebih pas mempesona audiens dengan magic word "experience", best “anything” experience, phenomenal, extraordinary, unbelieveable, better than laptop & smartphone, awesome, it’s a dream.
Wednesday, January 20, 2010
Kecewa dengan Lulusan IT ?
Yang menarik nilai akademis tidak merepresentasikan kapabilitas dan skills yang diharapkan industri, kususnya untuk materi dasar. Sebagai pengajar, boleh jadi saya memberikan nilai terlalu murah khususnya untuk materi tambahan yang bisa mendongkrak IPK keseluruhan seandainya materi dasar hanya pas-pasan ;-).
Tapi issue pengetahuan dasar bisa diasah dari Tugas Akhir, Pelatihan ber sertifikasi, atau Kerja Praktek yang cukup relevan dengan kebutuhan industri, selain pengembangan wawasan melalui materi tambahan dari praktisi.
Buat saya, issue yang dicuatkan di berita tersebut bukan hal yang baru, namun bukan berarti lulusan IT tidak bisa bekerja. Buat perusahan menengah ke bawah issue ini memang menjadi persoalan, karena biasanya dibutuhkan untuk langsung kerja, tapi buat perusahaan skala menengah ke atas, dengan sediki orientasi dan management / professional training kapabilitas IT bisa diperoleh sesuai kebutuhan perusahaan.
Keep learning..
Saturday, January 16, 2010
Dimana ada "Clash of Titans" yang untung masih Televisi
Salah satunya adalah, pertarungan AT&T dan Verizon, meski pertarungan ini belum terlalu mendunia seperti Google vs Microsoft atau Oracle vs IBM (saya pikir SAP). Pertarungan dua raksasa layanan telekomunikasi di US ini, jadi komoditi iklan di televisi. Dua iklan komersial ini menunjukkan adu kekuatan, khususnya di layanan 3G.
Iklan Verizon
Iklan AT&T
Ambisi "a hundred million customers"
Artikel dibawah ini yang dicuplik dari the-marketeers (bisa cuplikan juga) paling tidak memperlihatkan industri seluler di tanah air, khususnya dilihat dari satu sisi perusahaan T-SEL yang notabene mewakili separuh industri seluler Nasional.
Satu hal yang menarik, saya pernah dengar di radio, dengan target sejumlah itu, TelkomSel bisa meng'klaim sebagai operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak dalam satu perusahaan (juga dalam satu area layanan). Bandingkan dengan SingTel yang kalau dijumlah pelanggan bisa lebih banyak karena include anak usaha atau ikutan punya saham dominan di Bharti, Optus, dan operator lain termasuk TelkomSel. Tapi kalo jumlah direct customer di negaranya sendiri jauh dibawah Telkomsel.
Telkomsel Siap Layani 100 Juta Pelanggan
Jakarta, 12 Januari 2010
Sepanjang tahun 2009 Telkomsel mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat signifikan, yakni 17 juta pelanggan, di mana pencapaian tersebut membuat Telkomsel kini dipercaya melayani lebih dari 82 juta pelanggan. Menghadapi tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan melayani sekitar 100 juta pelanggan.
Angka 82 juta pelanggan yang dicapai Telkomsel pada akhir 2009 setara dengan 50 persen pengguna layanan selular di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kartu prabayar simPATI memberikan kontribusi tertinggi, yakni 59 juta pelanggan, disusul Kartu As sebanyak 21 juta pelanggan, dan layanan paskabayar kartuHALO dengan 2 juta pelanggan.
Seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah pelanggan, trafik komunikasi pelanggan pada tahun 2009 secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008. Trafik SMS meningkat 21 persen dari 107 miliar SMS menjadi 129 miliar SMS di tahun 2009. Sementara trafik layanan suara atau Minute of Usage (MoU) Telkomsel melonjak 203 persen menjadi 273 miliar menit dari sebelumnya 90 miliar menit di tahun 2008. Adapun pemanfaatan layanan data juga mengalami peningkatan sebesar 178 persen menjadi 9.125 tera bytes dibandingkan tahun 2008 yang hanya 3.284 tera bytes.
Dari sisi jaringan, sepanjang tahun 2009 Telkomsel telah membangun sekitar 3.500 BTS (Base Transceiver Station) sehingga kini berjumlah sekitar 30.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dengan program USO yang diamanahkan pemerintah untuk membangun jaringan telekomunikasi di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.
Tren Industri Telekomunikasi Selular
Pada tahun 2010 industri telekomunikasi selular akan memasuki era transformasi dari penggunaan basic service seperti SMS dan voice ke arah konvergensi teknologi informasi dan komunikasi, di mana telepon selular akan digabungkan dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital yang lain. Transformasi ini akan memperkuat fondasi bisnis ke depan, yaitu bisnis layanan selular berbasis layanan mobile broadband.
Investasi industri telekomunikasi di tahun 2010 diperkirakan 2,2 miliar dolar AS, kurang lebih sama dengan investasi tahun lalu, dengan perkiraan pertumbuhan pasar sekitar 10%-11%. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, diperlukan adanya efisiensi untuk menekan biaya operasional, yang dapat dicapai dengan melakukan konsolidasi di 3 sektor, yakni: konsolidasi jaringan, konsolidasi platform services, dan konsolidasi entitas.
Telkomsel di Tahun 2010
Dengan visi sebagai “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region” Telkomsel siap untuk menyediakan solusi layanan mobile lifestyle terkini berbasis layanan mobile broadband, yang hadir dalam bentuk new services, seperti digital business, digital music, content & application, mobile advertising, dan sebagainya.
Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta yang akan datang adalah uji coba Long Term Evolution (LTE). Fokus Telkomsel pada pengembangan layanan mobile broadband dipicu oleh pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan mobile broadband yang meningkat 700 persen menjadi 1,6 juta pelanggan dibanding jumlah di awal tahun 2009 yang hanya sekitar 200.000 pelanggan.
Demi meningkatkan mutu layanan di tahun 2010, Telkomsel menginvestasikan sekitar Rp 13 triliun untuk memperluas coverage, peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan, serta mengimplementasikan new services.
Friday, January 08, 2010
Review salah satu gadget Google Mobile

Launching gadget baru, Google Mobile salah satunya melalui produk "Nexus One", cukup bikin heboh terkait merambahnya perusahaan pencari ke industri telekomunikasi baik di sisi manufaktur maupun (mungkin?) ke arah layanan/service.
Artikel dari situs endgadget ini cukup nambah info dan wawasan khususnya tentang review product dan boleh jadi kemungkinan sukses atau tidaknya menggoncang pasar yang sudah ada, iPhone, Blackberry, atau Nokia.
Friday, January 01, 2010
Pengembangan Produk Baru dengan cukup melalui iklan.
Tapi produk ini bukan akhir dari inovasi marketing, masih ada produk berikutnya yang tidak kalah kreatif, "Combo Pack", yang bisa dicari di YouTube juga.
Thursday, December 24, 2009
UAS Remedy NPD 2009
Untuk memperbaiki nilai akhir, pada kesempatan yang pendek ini, karena Nilai Akhir harus sudah di submit ke BAAK tanggal 4 Januari, saya memberikan remedial buat mata kuliah ini. UAS Remedy nya melalui menjawab kembali soal bagian II, soal tidak dikembalikan jadi kemungkinan masih dibawa partisipan. Remedial ini maunya closed book tapi kayaknya nggak yakin dipatuhi, jadi terpaksa open book aja. Jawaban harap dapat segera dikirim melalui email paling lambat tanggal 2 Januari 2010. Hasil dapat dikirim melalui format xls (ingat bukan versi 2007) sehingga saya bisa langsung nilai dengan cepat.
Mohon informasi ini dapat disampaikan ke yang berkepentingan.
Thursday, December 10, 2009
Tidak Ada Klas Pengganti
Jadi pertemuan berikutnya langsung Ujian Akhir Semester. Seperti biasa, resep jitu untuk lulus dalam mata kuliah ini, banyak baca, belajar dan memperluas wawasan.
Selamat bersiap UAS.
5th December 2009 Class at a Glance : Gartner model and Future Life Style

Materi yang baru pertama kali di release semester ini, memang di luar course plan yang direncanakan. Namun tidak ada salahnya materi ini saya tambahkan, sebagai bagian dari knowledge update.Paparan Magic Quadrants, seperti halnya matrix dua dimensi lainnya (BCG misalnya) membahas 4 kuadran dengan ciri khas dan karakteristiknya masing-masing. Dimensi yang disajikan dalam model ini adalah sumbu “ability to execute” dan “completeness of vision”. Dengan memahami aksis atau sumbu tersebut bisa dikira-kira bagaimana karakteristik dari kuadran Challenger, Niche Player, Visionaries, dan Leaders.
Model matrix dua dimensi ini cukup populer dipergunakan oleh beberapa analis. Ada banyak model yang digambarkan dalam matrix seperti itu, yang terpenting adalah bagaimana memadukan dua dimensi ini menjadi suatu karakteristik yang bermakna.
Materi kedua, sebenarnya juga materi tambahan beyond course plan. Namun materi ini sudah pernah disampaikan dalam season tahun lalu. Materi yang diambil dari gabungan beberapa bahan presentassi seminar Next Generation Network, masih cukup relevan dengan issue life style yang dipadukan dengan emerging technology.
Selamat menikmati...
Tuesday, December 08, 2009
Low Performance
Dalam media ini, ijinkan saya mengutarakan permohonan maaf.
Semester ini, saya merasakan performansi perkuliahan tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari aspek berikut:
.
- Klasmaya kurang optimal menjadi media pembelajaran yang interaktif. Kalau toh ada satu dua komentar, pengelola tidak menindak lanjuti dengan suatu diskusi yang berkembang.
- Klasmaya juga minim tambahan materi dan konten di luar course plan. “Class at a Glance” sering kali terlambat, apalagi proaktif menyediakan materi sebelum klas berjalan. “Layar Tancep of this Month” juga hanya muncul sekali dalam satu semester. Artikel lain yang bisa menjadi materi tambahan dan bahan diskusi kurang disajikan pada semester ini.
- Secara keseluruhan posting Klasmaya semester ini jauh menurun dibandingkan periode untuk klas yang sama sebelumnya. Perbandingannya sampai saat ini adalah 18 dengan 37 posting.
- Media Obrolan Produk Telematika yang seharusnya menjadi media partisipatif dari partisipan dan penggembira kurang dikelola dengan baik, sehingga tidak efektif berjalan sesuai harapan.
- Class Offline selain beberapa kali harus didelay, juga seringkali kurang berjalan sesuai rencana, akibat lagging material sehingga kurang interaktif (2 Way Communication).
List of low performance evidence ini sebenarnya mungkin bisa lebih banyak berderet. Untuk menunjukkan ketulusan permohonan maaf, saya mempersilakan partisipan untuk menambah daftar diatas melalui komentar.
Sekali lagi.... Maaf....
Tuesday, November 24, 2009
14th November 2009 Class at a Glance : Business Case Financial Metrics
Sessi klas sedianya direncanakan memaparkan tugas Simulasi IPTV, namun karena disadari kuliah tinggal beberapa kali lagi (saya perlu klarifikasi ke BAAK), saya mengambil waktu 1 jam untuk pembahasan pengukuran finansial untuk business case.
Materi ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengembangan produk, khususnya pengambilan keputusan produk yang akan di launching. Referensi formal dari institusi, khususnya buku Dietere juga memuat materi ini dalam salah satu bab.
Lebih detil saya lampirkan pula sebagian materi Dieter bab 13 yang mengulas aspek ini:
Topik kali ini mencakup perhitungan, kalkulasi dan analisis business case yang meliputi NCF; CCF, Payback, BEP, ROI, NPV, IRR (akronim ini seharusnya bukan hal yang asing lagi sekarang). Analisa biaya dan keuntungan mencakup aspek “time value of money” dari discount rate yang ditetapkan dengan mengacu pada rate yang umum dipakai.
Selain perhitungan dalam spreadsheet, disampaikan pula perhitungan manualnya, jadi kalau-kalau muncul di UAS yang biasanya gak boleh pake laptop masih bisa dihitung.
Sessi berikutnya di isi dengan paparan tugas Simulasi IPTV oleh beberapa tim. Masih ada beberapa tim yang mis-komunikasi dengan tugas yang diberikan, meski ada beberapa yang sudah sesuai. Catatan saya mengenai resume tugas ini mungkin akan disampaikan saja dalam posting khusus.
Friday, November 13, 2009
Layar Tancep of this month: The Importance of Listening to the Consumer
7th November 2009 Class at a Glance : Managing a Dispersed Process (Quiz and Class)
Topik yang dibahas meliputi Tradeoffs dalam pengembangan produk, End to End Product Development framework yang diambil dari model Xerox, Kano Model, The Mind of the Market, dan Benefit Chains.
31st of October 2009 Class at a Glance : Presentation of Product Comparison.
Jadi untuk sementara mohon bersabar...
Tuesday, October 27, 2009
Baca eBook sebelum kuliah besok
Sunday, October 25, 2009
24th October 2009 Class at a Glance : (7) Marketing
Tadinya saya berencana membuka sessi presentasi dari PR minggu lalu terkait dengan perbandingan produk. Namun melihat kondisi yang hadir, rencana tersebut dibatalkan, mungkin minggu depan dapat kita tampilkan bersama (mohon diingat itu).
Biasanya materi ini disampaikan untuk dua kali klas, saya berencana untuk meng’kompressi menjadi satu kali pertemuan, tapi tidak berhasil. Ada beberapa cerita kasus yang menyita waktu kuliah, disamping kegiatannya dimulai sedikit terlambat.
Sedikit melompat terkait dengan produk telematika, ulasan pemasaran dimulai dari aspek perkembangan ekonomi baru akibat pengaruh revolusi digital. Aspek ini dapat merubah atau paling tidak meng’adjust praktik pemasaran sehingga memberikan benefit baru bagi konsumer maupun perusahaan. Meski bisa pula memberikan resiko (ingat kasus IKEA dan Prita, buat yang tidak sempat hadir bisa ditanyakan pada yang hadir). Pendekatan dan jargon marketing seperti e-Business bisa menjadi salah satu contoh pemanfaatan digital. Issue Web 2.0 yang juga muncul dari praktisi pemasaran saat ini juga memicu pendekatan baru.
Aspek lain seperti target market, segmentasi, demand, channel, relationship marketing, dan enhancing value juga turut menjadi pokok bahasan. Aspek enhancing value bisa memiliki hubungan yang sangat erat dengan subjek pengembangan produk melalui alternatif raising benefit atau reduce cost atau variasi kombinasi keduanya. Saya mencoba menggambarkan dalam model matriks yang mungkin perlu ditambahkan dalam materi presentasi. Ada yang masih ingat? dan bisa bantu?
Bagian kedua yang tadinya akan sekalian dibahas, saya gabung saja dalam handout yang bisa diunduh disini. Sehingga kalian dapat baca lebih awal dan mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh. Bagian kedua ini lebih mengarah pada sistem informasi marketing, dengan cakupan data internal, intelligence systems, marketing research, dan decision support. Selain itu variasi basis segmentasi dalam kaitan sistem informasi juga dibahas di bagian ini.
Lebih lengkap, bisa dibaca di handout. Have a nice reading...
Thursday, October 22, 2009
19th October 2009 Class at a Glance : (6) Mid Term Test
Selain mid test, seperti yang telah dijanjikan, dikumpulkan homework perbandingan produk. A bit surprise on my first impression, karena beberapa dari kalian menyajikan dengan cukup detil, berlembar-lembar dan cukup “comprehensive”. Moga-moga tulisan tersebut merupakan hasil kajian, bukan sekedar menyalin dari satu artikel saja (beberapa ada yang seperti juga).
Belajar dari pengalaman dan kajian dalam tulisan “peer”, dalam hal ini kawan anda, saya pikir ada baiknya kalau tulisan homework tersebut disubmit di blog yang sudah disediakan untuk Klasmaya Pupil. Jadi tugas berikutnya adalah posting PR ke sister blog dari Klasmaya yang sudah (barusan) saya siapkan dengan nama “Obrolan Produk Telematika (OPT)”. Nama dan password untuk akses akan saya kirim melalui email saja.
Posting bisa berupa copy paste dari seluruh tulisan ke blog OPT, namun kalau rada kompleks bisa lebih disederhanakan dengan membuat link ke share file yang sudah di tentukan.
Selanjutnya kita akan coba melakukan “peer assessment” untuk tulisan yang sudah di posting. Selamat mencoba...
Friday, October 16, 2009
Class will be delay to Monday, October 19th 2009; Prepare for Mid-term Test

Berhubung (lagi-lagi) ada satu/dua keperluan mendadak sehingga saya tidak dapat hadir di kuliah tanggal 17 Oktober 2009 mendatang. Setelah dikonfirmasikan dengan pengelola institusi, jadwal minggu ini kemungkinan digeser ke hari Senin jam 16:00, Ruangan masih harus diklarifikasi dengan BAAK. Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon disampaikan pada yang berkepentingan.
Tuesday, October 13, 2009
10th October 2009 Class at a Glance : (5) Concept Generation & Evaluation and Article Discussion
Isu-isu yang terkait dengan disain konsep antara lain aspek kreativitas dan penyelesaian masalah melalui metode antara lain seperti brainstorming, ataupun mind map. Sementara pada aspek evaluasi dibahas beberapa metode pemilihan konsep antara lain melalui Absolute Criteria, Pugh Selection, Measurement Scales, Weighted Decision Matrix, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Beberapa contoh penerapan metode tersebut dipaparkan pula mengacu pada referensi Dieter.
Artikel dari A Whole New Mind membahas aspek Story dari Six Senses (Design, Story, Symphony, Empathy, Play and Meaning) yang ditulis mas Pink mungkin bisa dikorelasikan dengan issue “word of mouth” nya marketing. Dengan cerita, “bikin hidup lebih hidup”, ada faktor emosional yang lebih menyentuh daripada sekedar informasi belaka. Cerita bisa diambil dari experience pelanggan yang disampaikan ke calon pelanggan sehingga bisa lebih memperkuat hasrat untuk mencoba. Industri jajanan / cafe di Bandung tidak terlepas dari word of mouth marketing, yang bahkan local residence pun belum tentu tahu.
Tugas Besar, Assignment of session 2009

Beberapa pertemuan yang lalu, saya berkeinginan untuk mulai menyampaikan tugas besar untuk sessi kuliah tahun ini, namun beberapa kali tertunda karena semangat menyampaikan materi kuliah.
Di posting kali ini, seperti yang sudah saya sampaikan pada pertemuan terakhir, saya akan memberikan tugas besar dengan alternatif sebagai berikut :
Alternatif-1: Prototype User Interface product IPTV
Deliverable berupa prototype dalam bentuk simulasi (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface meliputi minimal
- Menu memilih channel program bebas dan berbayar.
- Menu melihat jadwal program
- Menu menyimpan konten program
- Menu memilih Video on Demand (berbayar)
- Menu Teleconference
- Menu akses Internet
- Menu fungsi lain yang diusulkan
Alternatif-2: Prototype User Interface situs social network atau berbasis Web 2.0
Deliverable berupa proposal ide pengembangan situs sosial yang direpresentasikan melalui simulasi situs (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface disesuaikan dengan fitur dan fungsional situs tersebut. Untuk materi presentasi disampaikan tujuan (objectives), target segmen, dan informasi lain yang dapat melengkapi penyampaian gagasan.
Deadline tugas harus dapat diselesaikan maksimal tanggal 14 November 2009, untuk selanjutnya dilakukan demo atau presentasi didepan kelas.
Tugas dapat dilakukan maksimal 2 orang per kelompok yang diharapkan cross department.
Friday, October 09, 2009
5th October 2009 Class at a Glance : (4) Idea Generation and QFD
Minggu terakhir yang berlangsung di hari Senin sebagai kuliah pengganti, di simulasikan bagaimana proses pembentukan ide dengan melihat peluang, target market, dan enabler dari aspek teknologi. Meski issue nya masih kasus yang sebelumnya menjadi materi brainstorming, tetap saja tidak mudah untuk menggali segala kemungkinan yang boleh jadi a bit wild, nyleneh, namun bisa inovatif.
Sessi terakhir dibahas materi dari bukunya Sheila Mello tentang market driven product definition dan bahasan Quality Function Deployment (QFD) dari Dieter.
Sebagai tambahan baca-baca, meski tidak di bahas di klas, materi 15 CSF dari Cooper juga saya tambahkan di sini.
Thursday, October 01, 2009
Stop Press: Tidak ada kuliah minggu ini
Minal Aidin wal Faidzin 1430 H
Tidak terasa Ramadhan sudah lewat, Lebaran usai, ketupat pun sudah habis.
Melalui media ini saya mengucapkan
“Minal Aidin wal Faidzin Taqaballahu Minna wa Minkum”
Mohon maaf lahir dan batin.
Monday, September 14, 2009
Brainstorming on Klasmaya

Mungkin simulasi brainstorming minggu lalu masih kurang di exploitasi. Boleh jadi waktu diskusi kurang, atau issue yang didiskusikan masih belum jelas saat itu, atau saat itu belum ada ide yang muncul, atau saat diskusi rada malu-malu, atau beberapa kawan mendominasi diskusi, atau apalah...
Kita coba proses brainstorming lewat Klasmaya. Kalian bisa mengajukan usulan, ide, atau proposal buat produk dari materi diskusi yang kemarin disimulasikan (lihat posting sebelum ini). Masing-masing harus mengajukan idenya untuk 2 soal/materi brainstorming. Sebaiknya ide atau usulan tidak serupa dengan yang pernah diusulkan kawannya, jadi siapa yang tanggap / cepat posting dapat keuntungan nggak harus mikir yang lain jika sama. Ide atau usulan bisa lebih dari satu, tapi setiap satu usulan dibuat dalam satu komentar, yang penting salah satu soal ada yang mewakili, artinya meski lebih dari satu namun harus ada ide untuk dua soal tersebut.
Saya nggak tahu, minggu depan libur atau nggak, kalaupun libur ada peluang untuk buat ide sebanyak-banyaknya. Selamat cari gagasan, cari ilham, brainstorming.
12th September 2009 Class at a Glance : (3) New Product Development & Design Process
Agenda ke-2 membahas aspek disain proses lebih detil. Mulai dari definisi, morphology, dan methode yang boleh dii bilang cenderung teoritis mengacu ke text book.
Untuk menyeimbangkan wawasan NPD terkait dengan industry best practice, sudah disubmit beberapa artikel di posting sebelumnya tentang “Camp Samsung, Beauty of Simplicity, dan How to Design the Perfect Product”.
Biar nggak jenuh dengan theoretical approach, di akhis sessi klas disimulasikan proses brainstorming sebagai salah satu proses pada tahapan idea generation. Simulasi ini mencoba mengembangkan ide untuk produk baru. Klas dibagi dua kelompok, kelompok pertama mencoba melihat kemungkinan inovasi produk baru untuk lingkungan dengan ketersediaan internet wireless access yang ada dimana-mana, mulai dari WLAN/WiFi di dalam gedung sampai WiMax di luar gedung. Brainstorming mencoba meng’explore sebanyak-banyaknya kemungkinan produk yang bisa diusulkan dibuat yang menjadi benefit buat pelanggan. Sedangkan kelompok ke-2 mencoba mengembangkan berbagai kemungkinan aplikasi yang bisa diimplementasikan pada lingkungan infrastruktur IPTV atau interactive TV.
Sunday, September 06, 2009
5th September 2009 Class at a Glance : (2) Telematics & Product Life Cycle
Seperti biasa, klasmaya sebagai satu-satunya media untuk sharing resources, telah menyediakan handout sessi lalu yang bisa langsung didownload.
Untuk sessi berikutnya, saya submit beberapa artikel dari situs majalah / online yang dapat dibaca (bukan cuman di download) untuk dibahas bersama sessi depan.
How to Design the Perfect Product
Camp Samsung
Beauty of Simplicity
Friday, September 04, 2009
1st September 2009 Class at a Glance : Introduction
- Produk vs Service
- Terminologi
- Business Model
- Product Life Cycle
- Marketing Stuff
- Product Development Strategic Orientation & Process
Seperti biasa Klasmaya menyediakan handsout minggu lalu yang bisa langsung diunduh disini.
Wednesday, September 02, 2009
Welcome Speech, for new audience of Klasmaya

Selamat berkolaborasi meski sebatas komen, berpartisipasi dan bergembira.

