Monday, May 10, 2010

2nd May 2010 Class at a Glance: Gartner’s Magic & eTOM

Posting ini mungkin jadi hutang yang harus dipenuhi meskipun beberapa materi nya sudah tersedia di atikel dari posting sebelumnya tentang M4NS: Gartner’s Magic Quadrants Tapi mungkin kalil ini saya pingin generous untuk menyampaikan resume dalam bentuk handout yang bisa di download di media ini.

Materi Gartner’s Magic Quadrants dibahas sebagai materi tambahan yang menurut saya cukup relevan dengan bahasan Industri Telematika, meskipun tidak disebutkan di formal requirement. Saya berencana untuk membahas beberapa materi tambahan di institusi untuk meng’update wawasan pembahasan disamping text book.

Paparan Magic Quadrants, seperti halnya matrix dua dimensi lainnya (BCG misalnya) membahas 4 kuadran dengan ciri khas dan karakteristiknya masing-masing. Dimensi yang disajikan dalam model ini adalah sumbu “ability to execute” dan “completeness of vision”. Dengan memahami aksis atau sumbu tersebut bisa dikira-kira bagaimana karakteristik dari kuadran Challenger, Niche Player, Visionaries, dan Leaders.

Secara berkala Gartner sebagai institusi konsultan memberikan laporan untuk positioning dari pemain di sub industri yang untungya Gartner lebih fokus di industri telematika. Beberapa contoh disajikan dalam handout ini untuk memberikan gambaran, khususnya bagi pengguna yang akan menetapkan keputusana pemilihan solusi.

Sessi kedua disampaikan materi dari Tele Management Forum (TMF) dengan judul materi Enhanced Telecom Operation Map (eTOM). Sebagaimana Gartner’s Magic Quadrants, materi ini juga materi tambahan yang cukup valid berkaitan dengan industri telematika pada umumnya dan telekomunikasi pada khususnya. Untuk lebih jelas pemirsa bisa membaca langsung modul proses yang diurai dalam materi presentasi.

Sunday, May 02, 2010

Fixed Wireline : Diehard or gonna Disappear?


Milist di kantor akhir-akhir ini masih rame ngebahas FWL (Fixed Wire Line) apakah mending ditutup saja bak KA Parahyangan atau memang jadi infrastructure untuk service lain (mis. Fixed Broadband), at least back-up untuk Fixed Wireless Access, Seluler atau Wireless Broadband.

Cuplikan artikel dibawah ini, yang mengacu pada hasil survey yang dilakukan IBM, diambil dari situs thehill.com dengan judul “IBM survey: land lines to disappear, mobile broadband to explode over next decade” yang ditulis oleh Kim Hart tanggal 02/26/10

IBM surveyed 8,000 consumers and 60 telecom company executives to get a sense of Internet-related trends over the next decade, showing that broadband will continue to evolve and expand while traditional communications infrastructure--those copper lines we've used to make phone calls for decades--will rapidly disappear.

IBM predicts that the use of land lines will decrease by 95 percent in the next five to 10 years. Conversely, usage of mobile and wireless broadband will increase by 98 percent during the same period.

The company also found that consumers will demand open platforms, where they can access content on all types of devices. In fact, 70 percent of those surveyed said they want to access content on any device-- a computer, TV, phone or netbook--from any provider.

Interestingly, IBM found that 65 percent of consumers expect their telecom provider to maintain their role as simply providing Internet and wireless services. Only one in five consumers expect telecom providers to have a role in the retail and delivery of online content services.

2010 predictions for telecom industry


Mungkin udah basi, tapi pas baca-baca email yang un-read dan materinya cukup relevan, nggak ada salahnya di share. Konten ini sebenarnya didapat dari milist ustelecom.org akhir tahun lalu, membahas perkiraan industri telecom di tahun 2010. Datanya mungkin tidak terlalu valid karena mengacu pada polling topic terhangat tahun 2010 melalui milist. Issue polling saat itu terkait dengan Rencana Pita Lebar Nasional yang akan dikeluarkan oleh FCC, jadi lingkupnya cuman di AS sono aja. Tapi yang menarik, bagaimana operator atau penyedia akan mensikapi National Broadband Plan nya FCC dengan open Internet, dan layanan (khususnya) video dan Internet ke pelanggan. Saya sudah pernah download dokumen dari FCC tersebut, tapi melihat jadwal klas, mungkin nggak sempet untuk dibahas di periode ini.


According to the results, video remains a hot technology to help service providers drive their businesses forward. When looking ahead to technologies that will make gains next year, nearly 62% of respondents picked wireless broadband. Over-the-air Internet video and fiber-to-the-home technologies came in a distant second and third, respectively.

Friday, April 30, 2010

Stop Press : Kuliah Besok Digeser !


Seperti pernah di’issue’ kan pada posting lalu, dan hari ini sudah dikoordinasikan dengan BAAK, kuliah hari Sabtu besok tanggal 1 Mei 2010 akan digeser ke hari Senin tanggal 3 Mei 2010 jam 1600. Ruang masih belum dapat klarifikasi, namun akan ada pengumuman lebih lanjut dari institusi.

Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon dapat disampaikan kepada khalayak yang berkepentingan.

Thursday, April 29, 2010

Daftar Sub Penilaian EL-102 2010

Seperti yang sudah disampaikan di pertemuan sebelumnya, juga di media komentar pada posting Class at a Glance: Valuation Model, berikut disampaikan daftar sub penilaian dari EL-102 2010. Daftar dengan format matrix memberikan informasi antara pemirsa yang sudah memperoleh nilai (warna biru) dengan yang belum memperoleh nilai (warna kuning).

Beberap sub penilaian seperti kajian industri telematika (T2) belum masuk dalam daftar ini, termasuk Quiz yang terkait dengan perhitungan valuasi situs jejaring sosial. Saya juga masih mengingat-ingat kalau sekiranya ada PR (Homework) yang lain dari 5 Forces Analisis (ada yang ingat?).


Legend:
Q1 : Porter+Issues
Q2 : LongTail
H1 : 5Forces Analisis
T1 : Tulisan Telematika + Opini


Khusus untuk Quiz Long Tail, sudah saya sampaikan bahwa penilaian dapat di restitusi dengan penulisan resume dari artikel di posting Belum ikutan Quiz Long Tail?. Sekiranya masih berwarna kuning, pertemuan besok mohon dibawa softcopy nya untuk di submit melalui flash disc saja. Bagi yang belum UTS, seingat saya pernah saya kasih tugas tapi kok belum ada data?. Kalau tidak ada data lain, siap-siap untuk UTS susulan saja. Sub penilaian lain nampaknya tidak perlu di restitusi, karena lebih banyak ngerjain saya aja, ;-).

Dilihat dari tabel diatas, persentase pemirsa yang telah menyelesaikan sub penilaian diatas 60% (artinya minimal telah mengerjakan 3 item dari 5) hanya sebanyak 40% saja (two to the fifth) namun jika mengabaikan pemirsa yang kemungkinan tidak serius karena belum satu pun menyelesaikan sub penilaian diperoleh pencapaian 47%, itupun masih dibawah separuh dari total. Jika dilihat dari jumlah sub penilaian per total jumlah yang seharusnya (exclude non serious audience) diperoleh pencapaian 50.6%.

I was wondering to move this week’s class, any idea when?

Wednesday, April 28, 2010

Hasil survey di China : tiga perempat anak muda China online lewat seluler

Artikel ini diambil dari www.totaltele.com dengan judul “Most young Chinese use mobiles to get online - survey “ yang mengacu dari AFP tanggal 27 April 2010


Results of poll by China Internet Network Information Center released this week.
Most young Chinese use mobile phones to access the Internet as these are cheaper and easier to obtain than desktop computers, according to a survey by a government-linked body.

About three-quarters of China's 195 million web users under the age of 25--roughly half of its world-leading online population--surfed the Internet using a mobile in 2009, up from 50% from a year ago, the poll revealed.

The finding marked the first time that mobile phones emerged as the top platform for Web use among China's youth, according to the poll by the China Internet Network Information Center, which was released Monday.

The poll offers further proof of the importance of the burgeoning mobile Internet market in China, which has the world's largest number of mobile phone subscribers at more than 765 million, according to government data.

Nearly 70% of young Internet users still use desktops--implying that many Web-savvy youth are using both methods to get online.

The center said more young people in the countryside had opted for mobile Internet than their urban counterparts, as the handheld device "provided youths in areas where computers are hard to get with an alternative."

Young Chinese primarily use the Internet to listen to music, play games and watch video clips, the center said.

Material for next session: Gartner’s Magic Quadrants

Dua minggu lalu meski konten Valuasi sudah diposting Material for Next Session (M4NS), namun geliat diskusi belum di explore lebih optimal. Posting M4NS kali ini disampaikan materi dari Gartner dengan topic Magic Quadrants. Hard copy materi ini pernah di share untuk pemirsa yang selesai mengerjakan Quiz (yang akhirnya tidak ada satupun yang sempat membaca), dan akhirnya 3 dokumen phisik diberikan untuk 3 pemirsa yang dapat mengerjakan Quiz paling awal.

Materi ini juga menjadi konten untuk mata kuliah Telematics Product Development, yang saya lihat ada korelasi yang cukup signifikan juga dengan mata kuliah InTel (Industri Telematika). Dokumen pertama membahas konsep Magic Quadrants nya Gartner, dokumen kedua berisi contoh industri yang diperbandingkan.

Sebenarnya ada satu materi lain dari Gartner dengan judul “Hype Cycle of Emerging Technology”, tapi saya belum dapat eBook yang bisa di share, kalau mau berbuat lebih, boleh juga di browse atau di googling (bukan bermaksud menyebut nama merk) materi itu di internet.

Saya masih mengira-ngira, kira-kira model pembelajaran apa yang bisa meng’explorasi issue diskusi. Ada usulan?

Thursday, April 22, 2010

17th April 2010 Class at a Glance: Valuation Model

Klas minggu lalu, dibahas materi yang baru di tahun ini. Bahasan mengulas model valuasi perusahaan yang mengacu pada beberapa artikel dari techcrunch.com dan situs lain yang merujuk pada artikel “Modeling The Real Market Value Of Social Networks” oleh Michael Arrington. Rujukan artikel ini juga pernah disampaikan di posting sebelumnya di edisi “Material for next session”, sebagai persiapan pra pembahasan di klas.

Untuk melihat bagaimana pemirsa memahami materi, klas dimulai dengan quiz. Sayangnya sampai posting ini dibuat, penilaian quiz belum selesai, sekilas saya melihat beberapa pertanyaan mendasar sudah sesuai, mungkin karena “open article”. Namun pada saat pertanyaan detil terkait dengan perhitungan valuasinya, belum ada satupun yang menjawab dengan sangat memuaskan.

Bahasan model valuasi yang khusus mengulasi perusahaan jejaring sosial dimulai dengan beberapa transaksi penjualan beberapa perusahaan di sekitar tahun 2005 sampai akhir 2007, antara lain LinkedIn, Bebo, khususnya MySpace dan Facebook yang diulas lebih detil. Aspek beriklan di internet menjadi issue utama sasaran corporate action tersebut.

Selanjutnya dibahas data traffic khususnya parameter unique visitor antara situs MySpace dan Facebook, baik di lingkup dunia maupun US. Arrington, penulis artikel, pada dasarnya mencoba mengevaluasi nilai perusahaan dari data pengunjung dengan nilai transaksi situs yang sudah terjadi. Model penilaian perusahaan jejaring sosial mengacu pada variabel data traffik pengunjung unik yang selanjutnya digabung dengan data populasi dan data pengeluaran iklan internet per negara.

Sekarang mungkin pembahasan kita beralih ke evaluasi dari model valuasi tersebut, ada komentar?, ada proposal yang lebih bagus?. Klas minggu lalu kita sempat bahas alternatif lain, tapi ada baiknya kalau ada yang punya ide lain yang berbeda bisa diposting di komentar.

Tuesday, April 20, 2010

Moore's Law

Pertumbuhan dari kinerja prosesor komputer selama 40 tahun terakhir relatif masih selaras dengan teori atau hukum yang dicetus oleh dedengkot Intel saat itu yang akhirnya dikenal dengan sebutan Hukum Moore. Materi clas minggu lalu (MoT) sudah dibahas issue Gordon Moore tersebut yang menyebutkan jumlah transistor dalam keping Chip (IC) berlipat ganda setiap dua tahun. Posting kali ini saya temukan animasi flash interaktif yang menggambarkan perkembangan prosessor tersebut.






10th April 2010 Class at a Glance: Last Presentation (?) & MoT

Sekarang sudah tanggal 20, posting CaaG ini berarti sudah lewat dari seminggu lebih, sehingga boleh jadi ada yang terlewat atau lupa.

Seingat saya, di awal sessi klas hari itu, dimulai dengan presentasi dari Diah AA yang mengulas topik industri Game Online. Setelah saya cari-cari paper tugasnya ga ketemu (atau mungkin belum di sampaikan), kalau tidak salah file presentasi juga belum di copy di laptop saya, akhirnya uraian ini sulit juga untuk disampaikan pada posting ini. Ada dua perusahaan sebagai perbandingan di industri Game (saya gak hafal namanya) dengan spesifikasi dan kelebihannya. Mungkin lain waktu kalau file presentasi dan papernya sudah dikirim, bisa diulas lebih lengkap disini.

Tapi sebagai kesimpulan awal dari paparan beberapa tim yang sudah maju ke depan, hal-hal berikut bisa menjadi poin-poin yang perlu diperhatikan:
  1. Berbicara tentang analisa industri, sebaiknya pembahasan player atau pemain di industri tersebut disajikan lebih dari satu untuk menjadi materi pembandingan. Akan lebih baik seandainya disampaikan daftar pemain di industri, walaupun dalam ulasan disajikan hanya beberapa perusahaan yang tersedia datanya di public.
  2. Fokus perbandingan sebaiknya lebih high level di sisi bisnis. Market Share (baik capital, revenue, customer, traffik, atau item lainnya) atau data / rasio finansial bisa menjadi contoh yang baik untuk membandingkan pemain di industri.
  3. Aspek perbandingan seringkali terlalu spesifik pada komparasi kelebihan dan kekurangan produk, meski untuk beberapa hal bisa membantu namun sebaiknya tidak terlalu detil. Issue detil advantages dan disadvantages fitur produk secara detail akan dibahas di mata kuliah Pengembangan Produk Telematika.
  4. Bisnis model masih sulit untuk disajikan secara gamblang, terlebih untuk bisnis internet yang pada beberapa kasus lebih mencari popularitas dibandingkan cash flow. Aspek substitusi dan target market atau current user belum dielaborasi lebih lanjut.
  5. Aspek Sejarah atau background perusahaan, di beberapa presentasi sudah disampaikan dengan cukup baik. Demikian pula untuk issue candidate yang diperkirakan mendominasi pasar, sudah disampaikan oleh sebagian pemapar.

Mumpung masih ingat, bagi pemirsa Industri Telematika yang belum menyampaikan paparannya, harap segera mempersiapkan materinya dan segera disampaikan pada awal klas dimulai.

Sessi berikutnya dibahas materi yang diambil dari buku acuan resmi dari Institusi dengan judul Management Of Technology : The Key To Competitiveness and Wealth Creation, dari Tarik M. Khalil.

Konten materi dari bab-1 terkait dengan Issue teknologi dilihat dari sisi pengetahuan dan bisnis, selain itu diulas pula klasifikasi teknologi. Issue lain mengenai Management yang mengulas aspek-aspek mengarahkan dan mengendalikan selain pendekatan sistem closed loop sejak dari perencanaan, pelaksanaan & koordinasi dan evaluasi.

Lompat ke bab-5, diulas tentang TLC (Technology Life Cycle) dengan model S-Curve, interaksi dengan market dan kaitannya dengan PLC (Product Life Cycle).

Skip ke Bab-8, dibahas tentang Business Strategy (antara lain Strategic Management Process; Mission, Vision and Objectives; Methods sebagai tool) dan Technology Strategy (diantaranya Core Competency; Integration Evaluation).

Sampun....

Sunday, April 18, 2010

Nonton TV di Internet

Kecenderungan beralih ke Internet ini boleh jadi akibat jadwal program TV yang saat ini mungkin tidak semua orang punya waktu yang sesuai, atau iklan yang menguasai time slot di TV, atau di enable oleh jaringan broadband, atau ? apalagi ?
.
Yang jelas ini sinyal positif untuk perkembangan IPTV apalagi melalui any devices.
.
Artikel ini diambil dari situs www.mediapost.com dengan judul "TV Trends: More Internet TV Viewers Erode Trad Media" oleh Wayne Friedman, Mar 18, 2010.

Viewers have tripled their use of watching TV shows via the Internet since 2006 -- and some of this has hurt traditional TV viewing.

Media researcher Knowledge Networks says this trend affects a broad range of viewers: ages 13-54. Viewing of complete TV shows from streaming or downloaded video has climbed to 22% from 8%.

This also has climbed faster for younger 18-34 viewers, rising to 30% from 12% to 30% of 18-to-34 online users.

When it comes to making the sometimes more labor-intensive connection of hooking up TVs to PCs, 7% of 13-to-54 viewers have streamed or downloaded TV shows, and 11% for 18-to-34.

Knowledge calls this "over-the-top" viewing.

There has been some erosion of traditional TV viewing from all of this, the study says. Of those that have reduced or canceled TV service in the past year, due to their online viewing of network TV programming -- or expect to do so in the next year -- 6% of 13-to-54 viewers and 9% of 18-to-34 viewers said they have made these decisions.

David Tice, vice president and group account director at Knowledge Networks, stated: "Growing numbers of "connected TVs" -- those that access the Internet -- are making this option increasingly user-friendly. The fact that over one-third of TV homes now have a bundled TV/Internet service package is no doubt accelerating this blurring of boundaries."

Tuesday, April 13, 2010

Material for next session: Modeling the Value of Social Networks


Agar pelaksanaan klas bisa lebih bergairah dan tidak one way mode, sebelum klas minggu ini dimulai, saya sampaikan materi pembahasan untuk “minimal” dibaca. Meski sudah beberapa kali penyampaian materi yang disampaikan sebelumnya dan pemirsa hanya “bergeming” (catat: bukan “tidak bergeming”) tapi kebiasaan ini harus tetap diteruskan.

Minggu ini saya berniat untuk membahas topik yang diambil dari salah satu artikel dari situs techcrunch.com yang berjudul Modeling The Real Market Value Of Social Networks . Artikel ini mengulas salah satu model untuk mem’valuasi’ nilai situs jejaring sosial dari aspek user dan potensi penggunanya. Seingat saya, salah satu dari partisipan menggunakan bagian artikel ini untuk tugas analisis industri jejaring sosial.

Model yang awalnya menggunakan data tahun 2008, selanjutnya di update dengan data 2009 di artikel berikutnya dengan judul Modeling The True Value Of Social Networks: 2009 Edition. Beberapa link terkait juga sebaiknya dibaca, terutama yang bertalian dengan transaksi akuisisi atau penjualan porsi saham.

Happy browsing ….

Sunday, April 11, 2010

8th April 2010 Class at a Glance: Regulation Day

Sebagai klas pengganti, karena tidak ada audiens yang akan memaparkan tugas, akhirnya diisi dengan pembahasan regulasi telekomunikasi Indonesia dengan mengulas UU No 3 / 1989 dan UU No 36 / 1999 tentang Telekomunikasi. Materi dari kedua UU termasuk Peraturan Pemerintah sudah di posting sebelumnya, namun untuk pembahasan disampaikan format komparasi untuk mempermudah pemahaman.

Perubahan UU Telekomunikasi terkait dengan deregulasi menjadi pasar terbuka, akibat perkembangan teknologi, globalisasi (WTO, persyaratan IMF), disamping kebijakan pemerintah yang mulai melibatkan peran swasta dan masyarakat dalam pengelolaan industri telekomunikasi. Tujuan akhir dari deregulasi tersebut tidak lepas dari meningkatkan penetrasi dan densitas sarana telekomunikasi dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.

Sessi kedua dibahas beberapa Keputusan Menteri khususnya tentang penyelenggaraan telekomunikasi sebagai tindak lanjut dan teknis penjelasan dari UU telekomunikasi. Meski paparan minggu lalu saya sampaikan dalam bentuk rekap, namun untuk sharing di posting ini disediakan dalam dokumen asli agar bisa dibaca lebih detil dan lengkap.

Saturday, April 10, 2010

Belum ikutan Quiz Long Tail?

Minggu lalu, salah seorang partisipan mengutarakan untuk quiz susulan untuk topik Long Tail. Setelah saya evaluasi memang dari 20 partisipan yang secara resmi terdaftar (meskipun yang benar-benar aktif hanya separuhnya) baru 7 partisipan yang memiliki nilai quiz tersebut.

Bagi yang tidak hadir pada saat itu, sehingga tidak mengikuti quiz dan belum mendapat nilai, bisa digantikan dengan membuat resume dari artikel yang pernah di submit sebelumnya. Resume sebaiknya dikerjakan per individu, sehingga diharapkan tidak ada yang sekedar copy paste dari pekerjaan kawannya.

Tugas ini juga bisa dikerjakan bagi yang telah melaksanakan quiz namun merasa belum optimal dalam menjawab pertanyaan quiz.

Jawaban cukup dikirim melalui email.

Roadmap ICT Indonesia

Dicuplik dari bisnis.com dengan judul 'Industri telematika butuhkan roadmap ICT'
Kamis, 08/04/2010

Industri telematika menginginkan pemerintah menyusun roadmap penyiapan teknologi information communication technology (ICT) Indonesia.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa mengatakan pemerintah mempunyai peran masuk dalam kerja sama public private partnership (PPP) untuk menggelar jaringan tulang punggung broadband kabel. Dana USO yang mencapai Rp1,3 triliun, layak untuk menjadi bagian dari ICT Fund karena dana yang dianggap pemerintah sebagai pendapatan negara bukan pajak (PnBP) itu berasal dari operator yang tujuan awalnya untuk pendidikan atau telepon umum. Intinya USO ditujukan untuk pelayanan masyarakat dan dalam hal ini penyediaan broadband mendukung itu.

Dirjen Postel Kementerian Kominfo menyebutkan bahwa jaringan pita lebar akan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga dibutuhkan regulasi-regulasi yang mendukung konvergensi antara sektor, baik itu sektor telekomunikasi, penyiaran, teknologi komputer, distribusi barang, percetakan, sektor manufaktur dan sektor lainnya.

Konvergensi antarsektor inilah menciptakan ekonomi kreatif yang pada saat ini porsinya sudah mencapai 12% dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. Adapun, kebutuhan lainnya adalah migrasi ke jaringan broadband oleh para penyelenggara jaringan tetap dan bergerak seluler.

Pada saat ini dibutuhkan inovasi-inovasi dari para operator untuk menyediakan layanan yang lebih kreatif kepada pengguna agar migrasi ke jaringan broadband dapat efektif dari sisi investasi. Oleh karena itu, saling ketergantungan dengan penyedia konten dan aplikasi untuk tumbuh bersama perlu digalakkan oleh para operator.

Peran industri manufaktur alat dan perangkat ICT domestik perlu didorong, khususnya bagaimana menurunkan harga komputer dan perangkat sejenis agar dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas dan membentuk masyarakat berbasis informasi.

Friday, April 09, 2010

3rd of April 2010 Class at a Glance : Presentation Day of Industry Analysis


Awalnya saya agak ragu juga kalau pertemuan kali ini bisa sesuai rencana untuk paparan tugas analisa industri, sehingga materi regulasi sudah dipersiapkan sebelumnya.

Ternyata perkiraan saya meleset, dari sekira 8 (?) yang hadir ada 4 tim yang telah memaparkan kajiannya. Sejauh ini hasilnya cukup memuaskan, meski beberapa masih cenderung belum mengarah pada data industri namun kesungguhan dan keseriusan menganalisa sudah cukup baik. Sampai posting ini ditulis, saya masih belum menerima sofcopy dokumen untuk di share. Tapi terlepas dari dokumen tersebut, ada baiknya kita ulas satu persatu paparannya.

Paparan pertama disampaikan oleh tim Melani dan Ratna dengan mengambil judul Social Networking Application. Diawali dengan aspek sejarah dan perkembangan dari beberapa pemain di industri tersebut, antara lain FaceBook, Twitter, MySpace, dan Friendster, tim juga melakukan perbandingan dari aspek fitur antar pemain. Namun demikian kajian ini belum menunjukkan model bisnis dari aplikasi web untuk jejaring sosial ini. Di sisi market share, meski ada perbandingan dari sisi jumlah pengunjung unik antara FaceBok dan MySpace, tapi belum secara keseluruhan menunjukkan posisi share di pasar. Alternatif market capital sebagai pembanding juga tidak terlihat. Sebagai gantinya, paparan lebih banyak melihat perbandingan dari sisi teknis seperti fitur, dan kemampuan lain yang cenderung menjadi perbandingan produk.

Seperti biasa, paparan yang menarik dengan topik yang ”in” memancing beberapa pertanyaan seperti yang diajukan Drikvi tentang game di FaceBook dibanding ke tiga pemain lain, pertanyaan terkait keuntungan dari pengguna dan penyedia konten game di FaceBook dari Christian, serta pendapat tentang Game dari Diah. Booming di Twitter juga menjadi pertanyaan Ferdian, meski aplikasinya cenderung lebih sederhana. Semua pertanyaan tersebut berhasil di kelola melalui jawaban yang nampaknya cukup memuaskan.

Paparan kedua dibawakan oleh tim Drikvy dan Christian dengan mengambil thema Industri Web Browser. Fokus paparan lebih mengarah pada Google Chrome sebagai salah satu pemain di industru browser. Dari mulai sejarah, fitur, perbandingan dan keunggulan disajikan cukup dalam. Meski tidak mengulas pemain lain selengkap Chrome, namun paparan menyajikan market Share dan grafik ”layout engine usage”. Seperti halnya tim sebelumnya, aspek model bisnis kurang di elaborasi dalam paparan ini. Sayangnya paparan hanya mengulas dalam di satu pemain Chrome sehingga sepertinya analisa produk bukan industri.

Pertanyaan dari Melanie dan Diah diajukan terkait alasan pemilihan ”jagoan” browser, prospek kedepan, dan issue ”paling tidak disarankan”, yangdijawab oleh tim dengan alasan kecepatan, dan black campaign akibat kompetisi.

Paparan selanjutnya disampaikan solo oleh Maharani dengan topik Search Engine dengan menyajikan pemain Google dan Yahoo khususnya dari aspek sejarah. Sayangnnya market dan model bisnis kurang disajikan dengan komprehensif.

Pertanyaan dari Melani terkait keunggulan Google, memancing pertanyaan lanjutan dari Christian dari aspek tampilan. Jawaban pemapar selanjutnya di lengkapi pula oleh Diah dan Ratna.

Tim solo terakhir Ferdian, meski bukan asli solo (karena partner nya belum muncul), memaparkan industri di situs komunitas dengan menampilkan Kaskus. Sebaai komunitas terbesar di Indonesia, kajian membahas awal sejarah Kaskus, issue penawaran oleh Yahoo dan Google serta beberapa fitur dan layanan yang tersedia di situs tersebut. Dari sisi market, kajian memberikan beberapa perbandingan domestik antara Kompas.com dan Detik.com sebagai pembanding dan kompetitor.

Saya agak lupa dengan pertanyaan yang diajukan audiens dari paparan ini, kecuali Drikvy mengklarifikasi ranking di alexa.com. Isue lain terkait KasPay terkait dengan komisi.

Masih ada beberapa tim lain yang belum membeberkan analisanya, kita tunggu sessi berikutnya. Tidak lupa, posting ini akan lebih baik jika pemapar dapat men’share juga dokumennya.

Thursday, April 08, 2010

Internet Search Market Share March 2010

Dikutip dari www.totaltele.com dengan judul :
Google US Internet-search share drops, Yahoo rises in March
Thursday 08 April 2010

Microsoft's market share drops for first time in three months.

Google Inc.'s share of U.S. Internet searches fell a slight 1% in March from a month earlier, according to data provider Experian Hitwise, as IAC/Interactive Corp.'s Ask.com share made a healthy increase, its fourth consecutive rise.Yahoo! Inc.'s share rose 3%, and Microsoft Corp.'s figure dropped for the first time in three months, also slipping 1%. The two launched their 10-year revenue-sharing partnership last month, under which Microsoft technology powers Yahoo's searches, aiming to challenge Google's dominance.Microsoft had been posting gains in share as it dipped into its deep pockets to promote its Bing engine.

Google's U.S. Internet-search share fell to 69.97% from 70.95%. Ask.com's climbed to 3.44% from 2.84%. Yahoo rose to 15.04% from 14.57%, while Microsoft's Bing dropped to 9.62% from 9.7%, according to Hitwise.Hitwise sampled 10 million U.S. Internet users in the month ended March 27.

Layanan "Triple Play" Telkom

Dicuplik dari artikel Antara dengan judul : Telkom Mulai Pasarkan Layanan "Triple Play"
Telkom mulai memasarkan layanan inovasi terbarunya "triple play" di Surabaya, setelah beberapa bulan lamanya menjalani masa uji coba dan pengembangan.

Layanan ini pada tahap awal baru melayani salah satu apartemen di Surabaya dengan jumlah total 170 unit. Sebelumnya, layanan ini sudah lebih dulu menjalani masa uji coba di lobby apartamen dan lantai enam dengan hasil cukup memuaskan. Direncanakan di apartemen itu juga digelar layanan serupa dengan menggunakan teknologi GPON (Gigabit Pasive Optical Network) untuk semua penghuni apartemen.

Triple play merupakan salah satu produk inovasi Telkom yang menggabungkan layanan IP phone, internet dan IPTV (Yes TV) dalam satu saluran melalui fiber optik ke rumah pelanggan. Dengan produk ini, pelanggan dapat menggunakan ketiga layanan tersebut dalam waktu bersamaan tanpa harus mematikan salah satunya.

Layanan ini pada tahap awal dipasarkan untuk pelanggan yang tercluster (kelompok), seperti hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung bertingkat, dengan alasan lebih mudah dalam penggelarannya. Untuk pegelaran triple play di Apartemen tersebut, Telkom mengeluarkan investasi sekitar Rp2,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur yang meliputi instalasi gedung, ONT (Optical Network Terminal), setop box, dan aksesoris lainnya.

Stop Press : Kuliah hari ini jam 1600

Seperti yang sudah disampaikan Sabtu lalu dan setelah dikoordinasikan dengan BAAK, kuliah pengganti untuk tanggal 27 Maret lalu akan dilaksanakan pada hari ini tanggal 8 April 2010 jam 1600.

Mohon maaf, saya belum posting CAAG untuk klas minggu lalu, tapi untuk tim yang belum memaparkan tugasnya, kita akan tunggu sore ini.

Friday, April 02, 2010

Rencana implementasi Number Portability Seluler di India

Setelah tertunda beberapa kali, Number Portability khusus seluler di India kemungkinan akan diluncurkan pertengahan tahun ini. Jadwal ini juga tidak terlepas dari rencana penyelesaian testing yang harus di tuntaskan di bulan sebelumnya. Paling tidak ini jadi tolok ukur keberanian regulator untuk memanjakan pelanggan, toh pelaku di India tidak sebanyak di sini. Lalu ada kemungkinan di implementasikan di Indonesia?

Disadur dari artikel
www.totaltele.com dengan judul Launch of mobile number portability in India likely by 30 June - govt, tanggal 01 April 2010


Operators have until 15 May to complete network testing in advance of MNP.

India is likely to launch mobile number portability services--which allow users to switch providers without changing their phone number--by June 30, 2010, a government statement said Thursday.

The statement said some operators are yet to test if their networks are ready to launch mobile number portability, or MNP, services and the government has set a deadline of May 15 to complete the tests.

"Based on successful completion of the action taken (tests)..., the DoT will finally decide the dates for MNP implementation," the statement added.

The launch of MNP has already been delayed twice.

It was to be implemented by Dec. 31, 2009 in Delhi, Mumbai, Kolkata and Chennai as well as in the states of Maharashtra, Gujarat, Andhra Pradesh, Karnataka and Tamil Nadu.

The deadline was then changed to March 31 for launch across the country.

In February, the government said it was planning to launch MNP by the first week of May, with initial launches in the southern cities of Bangalore and Chennai.

Bagian dari perkembangan seluler di Indonesia

Menurut saya artikel ini bisa bagian dari perkembangan seluler di Indonesia dari beberapa potongan bagian lain. Contohnya, AMPS belum dikupas disini, belum lagi operator jadul lain yang belum di “poke”. Mungkin karena ingin lebih fokus di sisi ponsel sehingga tidak seluruh sejarah perkembangan seluler disampaikan. Dicuplik dari judul “Menelusuri Perkembangan Ponsel di Indonesia” dari Kompas.com, 1 April 2010.

Dimulai tahun 1984 teknologi seluler pertama kali hadir di Indonesia dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).

Di tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di Indonesia, namun dengan berat rata2 430gram, dan harga ponselnya juga tidak murah (diatas 10 juta). Di tahun ini baru dikenal teknologi NMT-470, modifikasi NMT-450.

Di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM,dimulai di pulau Batam dan Bintan. Di tahun 1994 Satelindo beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia,dengan mengawali kegiatan operasinya di Jakarta dan sekitarnya. Karena GSM menggunakan kartu SIM, maka hal itu aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas.

Tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan di lanjutkan ke provinsi lain di Sumatra, lalu menjadikan Telkomsel pada 26 mei 1995 sebagai operator GSM nasional bersama Satelindo. Tahun 1996 Telkomsel dengan produk kartu Halo-nya sukses di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, kemudian masuk Jakarta. Di penghujung tahun 1996, Excelcom berbasis GSM beroperasi di Jakarta sebagai operator GSM ke tiga di Indonesia. Setelah itu di tahun 1998 Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan roaming. Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar mentari, dengan keunggulan tarif dihitung perdetik,sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih 100.00 pelanggan.

Layanan pesan singkat, mulai di perkenalkan pada tahun 2000, dan menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel, karena sangat praktis dan murah biayanya. Di tahun ini pula Indosat dan Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional. Layanan seluler kedua BUMN itu kemudian beroperasi pada tanggal 1 Agustus tahun 2001. Babak baru bertelekomunikasi berlanjut di tahun 2003,yaitu dengan hadirnya Telkom Flexi,yang mengusung teknologi CDMA 2000 1X, kemudian di belakang Flexi ada Esia dari Bakrie Telecom, Fren & Hepi dari Mobile8, Star One dari Indosat, Smart dari Lippo Telecom, dan terakhir Ceria dari Sampoerna Telecom.

Tuesday, March 30, 2010

Keputusan Final Pemerintah Masalah Menara Telekomunikasi

Dikutip dari Siaran Pers No. 36/PIH/KOMINFO/3/2010 (Jakarta, 21 Maret 2010).
"Respon Kementerian Kominfo Terkait Keputusan Final Pemerintah Dalam Pembahasan Masalah Menara Telekomunikasi Yang Akhirnya Tertutup Untuk Asing"

Pada akhirnya pemerintah melalui MenKo Ekonomi menyampaikan sikap tentang penyediaan menara telekomunikasi yang sepenuhnya tertutup untuk asing.

Kominfo menyambut positif yang intinya investasi di bidang percepatan pembangunan menara telekomunikasi tetap harus diperhatikan untuk menunjang perbaikan iklim investasi di Indonesia.

PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008, khususnya Pasal 5 ayat (1) menyebutkan bahwa bidang usaha jasa konstruksi untuk pembangunan menara sebagai bentuk bangunan dengan fungsi khusus merupakan bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal asing. Pada ayat (2), penyedia, pengelola, atau kontraktor menara yang bergerak dalam bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) adalah Badan Usaha Indonesia. Peraturan Bersama, khususnya Pasal 5 ayat (4) juga menyebutkan, penyedia menara telekomunikasi yang bukan penyelenggara telekomunikasi, pengelola menara atau jasa konstruksi untuk membangun menara merupakan perusahaan nasional.

Keikut-sertaan asing di dalam industri telekomunikasi merupakan fenomena umum. Investor asing tidak dapat dihindari masuk industri telekomunikasi di Indonesia mengingat keperluan teknologi dan padat modal pada jangka panjang. Namun demikian, kemudian diatur batasannya di dalam PP No. 111 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Perpres No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka.

Aturan pembatasan yang proporsional terhadap keikut-sertaan asing, tujuannya bukan anti asing, tetapi semata-mata untuk mendorong industri dalam negeri tetap dapat tumbuh dan berkembang secara kompetitif dan proporsional tanpa harus terjadi praktek monopoli. Sejauh ini ada beberapa regulasi dan kebijakan yang cenderung pro industri dalam negeri, seperti penyertaan produk domestik layanan 3G secara bertahap, layanan BWA, serta pengenaan preferensi open source di penyediaan akses internet kecamatan. Kesemuanya itu masih dalam proporsi yang terbatas, bertahap dan tidak bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam WTO.

Untuk menara telekomunikasi, sektor industri dalam negeri sejauh ini sudah well-prepared dan well-performed dalam penyediaan menara telekomunikasi, baik dari aspek teknis, SDM, penyediaan material dan financing melalui perbankan, yang kesemuanya ini masuk dalam skema pekerjaan infrastruktur SITAC- CME (Site Acquisition - Civil, Mechanical and Electrical).

Mengacu PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008 dan Peraturan Bersama, penyediaan menara telekomunikasi dimungkinkan dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi dan atau juga penyedia menara yang bukan penyelenggara telekomunikasi. Kecenderungannya menara telekomunikasi yang sudah cukup lama dimiliki oleh penyelenggara telekomunikasi ada sebagian yang dijual kepada pihak lain, dan penyelenggara telekomunikasi cenderung lebih convenient dengan system sewa dari penyedia.

Keikut-sertaan asing masih dimungkinkan dalam penyediaan perangkat telekomunikasinya mulai dari penyediaan feeder dan antenna (antena transmisi radio microwave yg menghubungkan antar BTS atau pun BTS dengan Base Station Controller, antena BTS itu sendiri serta BTS dan antena nya yang dihubungkan oleh feeder). Belum lagi kebutuhan shelter sebagai ruangan tempat perangkat telekomunikas seperti BTS, IDU (Indoor Unit) Radio Transmisi Microwave dan lain sebagainya. Perangkat-perangkat tersebut pada umumnya penyediaannya oleh vendor asing.

Dari aspek sosial, khususnya kasus perubuhan menara telekomunikasi (Badung), sektor asing minimal dapat memperkecil potensi konflik. Di sisi lain ada komitmen untuk memberi peran cukup besar pula bagi Pemda untuk turut serta dalam memfasilitasi penyediaan menara telekomunikasi sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan anti monopoli dan sejumlah ketentuan lain yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/ 3/2008 dan Peraturan Bersama.

Era saat ini dan ke depan bukan lagi percepatan pembangunan menara telekomunikasi secara kuantitatif, tetapi aspek efektivitas dan efisiensi terkait dengan kebutuhan menara telekomunikasi melalui sharing atau menyewa dari penyedia dan itu pun harus untuk penggunaan bersama. Dengan demikian, penyedia menara telekomunikasi tetap dituntut untuk melakukan percepatan pembangunan namun tetap mengutamakan efisiensi menara bersama.

Monday, March 29, 2010

Rencana materi minggu ini

Untuk klas minggu ini saya rencanakan pembahasan tugas dengan paparan satu persatu kajiannya. Jadi kalian bisa mempersiapkan materi paparan, termasuk daftar pertanyaan yang boleh ditanya oleh rekan lainnya, ;-)

Kalau toh pemirsa belum siap, atau hanya satu dua yang bisa memaparkan tugasnya, sebagai gantinya kita akan bahas regulasi telekomunikasi di Indonesia, khususnya untuk UU No 3 / 1989 dan UU No 36 / 1999 tentang Telekomunikasi. Sebagai pelengkap, disampaikan pula PP (Peraturan Pemerintah) No 8 / 1993 dan PP No 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk menambah pemahaman kedua UU ini.

Keempat materi ini sebenarnya ada di situs Dirjen Pos dan Telekomunikasi, yang menyediakan dengan lengkap segala undang-undang, peraturan dan kebijakan lain terkat dengan regulasi telekomunikasi.
Seperti biasa, untuk materi yang disampaikan pra-klas diharapkan dibaca sebelumnya agar mempermudah pemahaman selain persiapan seandainya ada quiz (kecuali jika tugas nya selesai semua).

Axiata Lepas 18% Saham XL

Diambil dari VivaNews 29/03/10

Axiata Group Berhad menyelesaikan proses pelepasan sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 1,53 miliar saham atau setara 18 persen pada harga Rp 3.300 per unit.

Jadi, total nilai transaksi sekitar Rp 5,05 triliun. Transaksi pelepasan saham tersebut merupakan yang terbesar selama lebih dari 10 tahun terakhir.

Tujuan private placement Axiata tersebut untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang beredar di publik. Selain itu, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor perseroan dan meningkatkan likuiditas.

Manajemen berharap, pelaksanaan private placement tersebut akan berdampak positif bagi perseroan, bursa, dan pemegang saham publik.

Sebelum private placement, jumlah saham XL Axiata yang dicatatkan di BEI mencapai 8,5 miliar. Namun, dari jumlah saham tersebut, hanya sekitar 16,79 juta atau sekitar 0,19 persen dimiliki publik.

Kecilnya jumlah saham perseroan yang dimiliki publik itu mengakibatkan perdagangan saham XL Axiata di BEI menjadi tidak likuid.

Axiata melalui Indocel Holding Sdn Bhd menguasai 86,49 persen dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd memiliki 13,31 persen.

Bisnis Games Online, Content Speedy

Sejak marak di Indonesia tahun 2000, sampai dengan tahun 2009 terdapat 21 publisher Games yang memiliki lisensi online Game di Indonesia. Kebanyakan Games online yang dimainkan oleh para publisher ini berasal dari developer Game Korea.

Berdasarkan data survey dari IDC, market size online Game di Indonesia tahun 2010 sebesar 1,9 Juta pengguna dengan nilai US$ 10M, naik sekitar 33% dari tahun sebelumnya.

TELKOM pada Bulan Oktober tahun 2009, telah menandatangani kerjasama dengan publisher game Valve Games untuk mendeliver layanan Games sebanyak sekitar 137 Games. Dari 137 Games itu, salah satu Games yang telah dimainkan oleh banyak players adalah Counter Strike Games.


Pelanggan Speedy yang mau berlangganan, cukup masuk ke games.telkomspeedy.com.
Sampai saat ini, sudah 400 an players bermain di server speedy. Setiap bulan di server speedy diadakan kompetisi Games secara online di server Speedy Game.

Konsolidasi Bisnis FWA di Industri Telekomunikasi

Diambil dari VivaNews 24/03/10

Isu konsolidasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mengelola bisnis operator selular berbasis teknologi code division multiple access (CDMA) hingga saat ini masih simpang siur. Bakrie Telecom dan Telkom dikabarkan akan menggabungkan layanan selular berbasis CDMA, yakni Esia dan Flexi.

Namun, manajemen Telkom melalui Divisi Telkom Flexi enggan berkomentar tentang rumor tersebut. Bahkan, Telkom menginginkan adanya kompetisi di bisnis layanan selular berbasis CDMA itu.
Sebelumnya, manajemen Bakrie Telecom juga mengaku belum berencana untuk menggabungkan produk perseroan bermerek dagang Esia dengan Flexi. Namun CEO BTEL membantah jika kedua perusahaan akan membentuk usaha patungan (joint venture) untuk mengelola bisnis CDMA. Meski demikian, menurut Anindya, konsolidasi di industri telekomunikasi ke depan bisa saja terjadi. Hal itu terlihat dengan proses konsolidasi yang telah dilakukan oleh beberapa operator telekomunikasi.

Penertiban Frekuensi WiMax

Diambil dari bisnis.com 28/03/2010 "Pengguna ilegal Frekuensi WiMax dibersihkan"
.
Pita frekuensi yang dialokasikan pemerintah untuk teknologi akses WiMax berstandar 16.d nomadic, segera dibersihkan dari pengguna ilegal.
.
Kemkominfo melalui balai monitoring frekuensi segera melakukan penertiban di pita frekuensi 2,3 GHz khususnya penggunaan frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2360-2390 MHz sebagai tindak lanjut laporan dari beberapa pemenang tender WiMax 16.d.
.
Delapan perusahaan pemenang lelang WiMax 16.d, PT Berca Hardaya Perkasa, PT First Media Tbk, PT Internux, Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania, Konsorsium WiMax Indonesia, PT Indosat Mega Media, PT Telkom dan PT Jasnita Telekomindo, masih melakukan kewajiban pembayaran pendapatan negara bukan pajak (PnBP) serta perencanaan penggelaran sesuai zona cakupannya.

Friday, March 26, 2010

20th of March 2010 Class at a Glance : A.Z.Dodd Chp 2,3,4,5,6,7,8,9,10

Seperti halnya posting CAAG sebelumnya, posting terakhir ini juga sudah mulai berbau alias basi, saya juga lupa-lupa ingat bak kuburan. Tapi sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena ada beberapa bagian dari materi yang belum diberikan di klasmaya, maka posting ini jadi keharusan lengkap dengan share handoutsnya.

Pertemuan paska UTS nampaknya sedikit mereda, dalam arti “ghiroh”nya mulai kendur, dapat dilihat dari jumlah partisipan yang less than number of fingers. Sebenarnya saya juga sediki agak “haroream”, terutama jika ingat materi siang ini terkait dengan text book Anabel Z. Dodd yang diwajibkan institusi. Saya belum dapat buku pengganti yang lebih membumi dari sisi ke'Indonesia’an. Beberapa materi memang sudah dipersiapkan sebagai substitusi yang lebih berbau lokal, namun secara keseluruhan belum bisa menghapuskan materi Dodd.

Berbeda dengan materi Bab-1 yang sudah dibahas sebelumnya, bahan paparan Bab 2, 3 dan 5 diambil dari tugas klas tahun sebelumnya dalam acara bedah buku Z. Dodd. Sehingga untuk menghindari blank spot atau cakupan yang tidak tercover, sebaiknya pemirsa membaca langsung pada buku referensi.

Bab 2 diulas mengenai Sistem Telepon dan Pengkabelan yang banyak mengacu pada kondisi di US meliputi system telepon (PBX, Centrex, dan Key System), Penjualan Telepon dan Media.

Bab 3 dibahas topik Network Service Provider & Local Competition yang mengulas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri telekomunikasi, antara lain Globalisasi Ekonomi, Peraturan Pemerintah (khususnya aturan divestitur 1984 dan regulasi 1996 di AS), serta Perkembangan Teknologi (khususnya CaTV, FO, dan Wireless). Pada kompetisi lokal disebutkan strategi memasuki pasar panggilan lokal antara lain melalui Resale, CableTV, dan Wireless. Dijelaskan 3 jenis reseller antara lain Resseller, Switchless Reseller, dan Agents lebih spesifik. Terminologi dan penjelasan CLEC dan IEX termasuk case AT&T juga menjadi materi yang menutup bab ini.

Topik Public Network mengacu ke bab-5 nya Z. Dodd, pada dasarnya membahas perbedaan antara layanan terhubung dan layanan dedicated (jalur privat). Atribut layanan terhubung antara lain : Pengalamatan; Bayar sejauh anda pergi; Tarif pos; Sesuai tuntutan; Segera; Layanan Terhubung untuk Data; dan Penghubung rangkaian-ketidak efisienan jaringan; dipaparkan dalam bahasan tersebut. Sementara untuk atribut layanan Dedicated : Biaya bulanan tetap; Rute tetap; Penggunaan eksklusif; Ketersediaan 24jam sehari; Suara,video dan data; serta Kapasitas tetap. Bahasan lain terkait dengan topologi jalur dedicated, meski konten pensinyalan (SS7) tidak diulas pada paparan ini.

Sessi berikutnya masih dari buku Dodd (so that was a Dodd day) dibahas sisanya yang lain yaitu bab 6 sampai bab 10 (masih mengacu dari tugas tahun sebelumnya).


Bab 6 dibahas materi “Layanan Jaringan Terspesialisasi”. Meski ada beberapa layanan yang termuat di buku, namun materi yang disampaikan lebih memfokuskan pada layanan ATM, SONET dan DSL termasuk salah satu keluarga DSL yang popular, ADSL.

Bab selanjutnya dibahas materi dengan judul “MODEM dan Peralatan Akses” yang jelas-jelas sesuai judul membahas aspek terkait modulator demodulator dan beberapa DCE lainnya seperti NT1s; CSU / DSU; Modem PCMCIA, Modem kabel, dan Set-top boxes.

Bab Internet dibahas dari mulai sejarah Internet, layanan Internet, WWW, HTML, Hosting, Privasi, sampai alamat internet. Beberapa bagian tidak diulas, seperti Intranet & Extranet, atau markup language lain, jadi sebaiknya pemirsa baca buku asli (atau terjemahannya) untuk lebih melengkapi cerita.

Bab-9 dibahas thema Konvergensi, kemampuan sebuah jaringan untuk memuat semua jenis lalu lintas seperti suara, data, dan video sebagai sebuah paket. Kemampuan jaringan ini didorong oleh : Advance Router, Digital Signal Processor, Optical & Programmed Switch, Compression & Protocol, DWDM.

Terakhir dari resume bedah buku A.Z.Dodd dibahas Layanan Wireless mulai dari teknologi analog AMPS sampai berbasis digital seperti D-AMPS, GSM, CDMA, PCS, SMR, dan CDPD. Selain aspek teknologi, paparan ini juga menyebutkan aspek pasar seluler yang terkait dengan antara lain: Efforts to Improve Service; Health Concerns; Safety on the Road; Privacy and Advertising Instructions on Cellular E911; Called Party Pays; Limited Mobility Wireless for Local Telephone Service; Wireless Number Portability; dan Limitations of Circuit-Switched Cellular for Data. Konten lain terkait dengan wireless yang turut dipaparkan antara lain: spectrum allocation, 2G-3G Transition, Paging dan Satellite Service.

Tuntas sudah seluruh bab dalam buku acuan, resmi dipaparkan. Mungkin cuplikan dari resume bedah buku hanya mengulas bagian yang pokok, meski ada juga yang terlewat untuk dipaparkan, sehingga yang utama tetap mengacu ke buku referensi.

Besok tidak ada kuliah !

Tadinya saya mau beralasan kalau hari Sabtu besok tidak bisa kuliah karena ada keperluan yang lain, tapi sepertinya klise. Sehingga alasan yang baru saja ditemukan dan mungkin lebih tepat alias cocok adalah untuk memberi kelonggaran waktu bagi pemirsa dalam menyelesaikan tugas minggu ini.

Jadi kalian boleh sedikit relax, periksa lagi tugasnya, kolaborasi lebih intens, perbaiki jika masih ada yang belum sesuai, dan persiapkan paparannya.

Jadwal pengganti akan saya bahas dengan BAAK, moga-moga dalam waktu dekat bisa disampaikan, atau sebelumnya ada usulan? Silakan di komentari.

Sunday, March 21, 2010

Assignment for next Week

Sebenarnya assignment ini sudah disampaikan pada tanggal 13 Maret lalu dengan judul "Assignment for next 2 Weeks" tapi karena posting kali ini sudah lewat minggu pertama maka judul terpaksa di revisi.

Tugas dapat dilakukan secara kelompok (2 orang), sebaiknya dari departemen yang berbeda. Rincian tugas sebagai berikut:

  1. Tentukan segmen industri dari pilihan dibawah ini:
    •Social Networking Application (Facebook, Tweeter, MySpace, dll)
    •Search Engine (Google, Bing, Yahoo, dll)
    •Browser Internet (Chrome, IE, Firefox, dll)
    •Game Console (Xbox, Nintendo, PS, dll)
    •Game Online (CounterStrike, dll)
  2. Beri penjelasan tentang industri tersebut (business model, substitusi industri, pengguna/pelanggan.
  3. Sebutkan pemain (pelaku) di industri tersebut dengan atribut perusahaan (pemilik/founder, tahun berdiri, sejarah, dll).
  4. Buat perbandingan dari pemain di industri tersebut dilihat dari aspek:
    •Market (market/revenue share, market capital, segmen pengguna, dll)
    •Teknologi (perbedaan teknologi/platform/fitur, kekuatan strategis,dll)
    •Perkiraan anda tentang siapa yang akan menjadi pemain dominan 2 tahun ke depan dengan alasannya.
  5. Buat analisa tentang keberlanjutan segmen industri ini (growing, mature, decline).
  6. Sebutkan sumber data (buku, jurnal, alamat situs, dll)

13th of March 2010 Class at a Glance : Mid Term + A.Z.Dodd Ch.1

“Pararunteun” buat para pemirsa, karena posting CAAG kali ini rada basi untuk di submit. Bukan apa-apa, tapi pertemuan lalu memang setengah harinya adalah event UTS. Sayangnya sampai hari ini saya belum evaluasi untuk penilaian, sehingga tidak ada yang dapat disampaikan.

Setengah hari berikutnya, memang ada pembahasan Bab-1 dari Z.Dodd mulai dari cakupan terminologi, protocol, arsitektur, sinyal analog & digital dan beberapa solusi untuk mengurangi kongesti.

Beberapa saat setelah UTS usai dan mulai dibahas materi ini, terdengar seorang partisipan ”grumbling” karena soal dari materi ini keluar di UTS padahal belum dibahas sebelumnya. Memang benar, pembahasan baru disampaikan paska UTS, namun eBook bab-1 Z.Dodd sudah diposting beberapa minggu sebelumnya, dan sudah beberapa kali juga diiingatkan untuk dibaca.

Jadi submitting eBook bukan berarti cuman buat di unduh saja tapi juga buat dibaca!. Jangan sampai pemirsa semakin manja, hanya mengambil yang sudah dibahas saja dan sudah dalam bentuk handout. Boro-boro cari buku acuan, baca sebagian buku yang sudah di posting saja masih reluctant. No no no way pal. Itu sebabnya kali ini saya tidak akan meng’unggah handout bahasan Bab-1 Z.Dodd, toh kalian sudah dapat sumber aslinya, jadi untuk baca langsung saja yaa.

Saturday, March 20, 2010

Pareto dan Long Tail

Pernah dengar prinsip Pareto? Atau sering juga dikenal dengan aturan 20-80? Prinsip ini menyatakan bahwa 20% penyebab berdampak 80%. Pertama kali digagas oleh Vilfredo Pareto yang pada tahun 1906 mengamati bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh tuan tanah yang hanya 20% dari populasi. Kemudian prinsip ini menyeruak dibahas di ranah bisnis ketika Joseph M. Juran pakar Quality Management mengulasnya.

Di awal 2000an, ketika era digital, dimana beberapa materi dan konten sudah dapat dikodekan dengan biner dan teknologi penyimpan semakin efisien bahkan cenderung gratis, muncul prinsip yang sedikit berbeda dengan Pareto. Sehingga kalau biasanya orang akan menganalisa dimana 20% yang akan berdampak pada 80% pencapaian agar lebih optimal, di era digital sisa 80% tadi juga masih dikelola. Namun asumsinya sisa 80% tadi bisa menjadi 200%, 1000% atau jutaan% kalau jumlah item di luar item 20% ternyata hampir tak berhingga. Muncul prinsip Long Tail yang di gagas oleh Chris Anderson kepala editor Wired.

Article ini pernah saya unduh 3 tahun lalu, meski kalian bisa juga meng’akses langsung ke tulisan om Chris yang berjudul “The Long Tail”.
.
Apakah Pareto atau Long Tail yang lebih utama? Bisa jadi perdebatan, namun posting kali ini ingin lebih melihat bahwa dunia digital meng’enable pengelolaan konten yang semula trivial.
.
Selamat membaca..

Friday, March 19, 2010

Quotes of this month (03/10)

The world is changing very fast.
Big will not beat small anymore.
It will be the fast beating the slow.
Rupert Murdoch

Monday, March 15, 2010

Operator seluler Eropa konsolidasi

Artikel ini diambil dari Bisnis.com, hari Senin, 15/03/2010.

LONDON (Bloomberg) Di tengah persaingan yang makin ketat, operator seluler Eropa disarankan berbagi jaringan guna memangkas biaya dan memenuhi naiknya permintaan layanan komunikasi dan data berkecepatan tinggi.

Direktur Teknik Hutchison Whampoa Graham Baxter mengatakan dalam sebuah wawancara di London kemarin, bahwa Vodafone Group Plc dan unit O2 milik Telefonica SA dapat mengikuti langkah 3, milik Hutchison dan divisi T-Mobile, milik Deutsche Telekom AG yang sejak 2009 memiliki jaringan telepon seluler bersama.

"Ini akan menjadi sebuah studi kasus untuk operator lainnya. Anda harus memiliki infrastruktur dengan biaya rendah. Jika kami dapat beroperasi dengan biaya yang lebih rendah maka pihak lain juga harus melakukan hal yang sama," ujar Baxter.

Perusahaan operator seluler di Eropa berusaha untuk menurunkan biaya dan meningkatkan penjualan dari jaringan berkecepatan tinggi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet, melakukan video conference dan mengunduh musik, Fasilitas baru ini bertujuan untuk menutupi penurunan pendapatan dari fasilitas telepon konvensional.

Inggris, yang merupakan pasar telekomunikasi paling sibuk di Eropa, mungkin akan berakhir dengan dua infrastruktur seluler setelah T-Mobile dan unit Orange milik France Telecom SA mendapatkan persetujuan Uni Eropa untuk menggabungkan unit lokal mereka "Penggabungan ini baru saja menentukan sebuah langkah baru," lanjut Baxter.

Vodafone dan Telefonica memiliki jaringan yang terpisah di UK. Kedua perusahaan tersebut tahun lalu setuju untuk berbagi beberapa komponen jaringan seluler seperti tiang transmisi di Jerman, Spanyol, Irlandia dan UK untuk memangkas biaya dan memperbaiki jaringan bagi lebih dari 140 juta pelanggan mereka.

Baxter mengharapkan kedua operator seluler ini agar memperluas kerja sama jaringan mereka. juru bicara Telefonica,Simon Lloyd mengatakan Vodafone dan Telefonica mempertimbangkan merger beberapa jaringan mereka yang sudah ada dan membangun beberapa jaringan baru. Kedua perusahaan ini akan membangun 650 situs jaringan tahun ini dan kesepakatan yang diraih akan digunakan untuk membangun kembali jaringan mereka.

"Vodafone UK fokus untuk melanjutkan rencana penggunaan dan pembanguna jaringan bersama. "Dengan melakukan hal ini, kami terus melakukan cara untuk menambah efisiensi dan memberikan perbaikan bagi pelanggan kami," ujar juru bicara Vodafone, Simon Gordon dalam wawancara telefon hari ini.

Di Inggris yang memiliki lima operator seluler, kerja sama yang dibangun antara T-Mobile-Orange akan membuat mereka menguasai 43% pasar UK, melebihi O2 milik Telefonica dan membuat Vodafone yang berbasis di Newbury terpojok di posisi ketiga.

Spekulasi merger

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Vodafone yang akan membeli 3 milik Hutchinson untuk menaikkan nilai saham, Baxter mengatakan bahwa penggabungan dengan Vodafone tidak penah menjadi bahan pertimbangan dari para pemegang saham 3. "Ini bukan menjadi agenda."

Baxter menambahkan bahwa kesepakatan mengenai jaringan bersama antara 3 dan Deutsche Telekom tidak akan menjadi hambatan untuk bergabung dengan Vodafone. "Kesepakatan ini membuat merjer menjadi sulit tapi bukan berarti tidak mungkin."

Hutchinson yang berbasis Hong Kong dan dikendalikan oleh milyuner, Li Ka-shing dan Vodafone melakukan merger terhadap unit Australia Hutchinson pada 2009. (htr)

Friday, March 12, 2010

Posting eBook of Anabel Z, Dodd Chapter 3. UTS kah?

Sudah baca unduhan dari eBook Dodd bab-1?. Moga-moga ada yang sudah baca, karena besok siapa tahu ada quiz, atau minimal diulas. Posting kali ini saya mencoba menambah koleksi buku acuan khususnya dari Anabel Z, Dodd bab ke-3. Lagi-lagi saya kehilangan jejak sumber data dari eBook ini, karena ini juga cuplikan dari keseluruhan buku.
.
.
.
Sebenarnya saya baru ingat kalau pertemuan besok seharusnya agenda UTS. Saya berharap ada yang baca posting malam ini, atau pagi sebelum klas dimulai, karena paling tidak, ada kemungkinan UTS.
.
Untuk menghindari nilai yang jatuh, ujiannya open book/handsout/print-out, tapi bukan open laptop/handphone untuk menghindari tukar menukar jawaban.

Siap?

Selamat mencetak..

Wednesday, March 10, 2010

6th of March 2010 Class at a Glance

Klas minggu lalu, nampaknya baru sekarang bisa diulas. Sempet lupa juga materi bahasan’nya. Tapi yang jelas setelah beberapa saat mengingat, paling tidak ada minimal dua materei yang disampaikan.

Bahasan pertama terkait aspek teknologi dengan thema ”Jaringan” atau boleh juga disebut “platform jaringan” khususnya di industri telekomunikasi dengan cakupan Circuit Switched dan Packet Switched.

Jaringan berbasis circuit switched diwakili oleh PSTN dan STBS, dengan mengulas antara lain struktur jaringan, hirarki sentral, dan prinsip dasar mekanisme komunikasi. Sementara pada jaringan berbasis packet switched yang diwakili oleh jaringan IP melalui LAN, WAN, dan Global Internet, dibahas tahapan pengiriman informasi dan ulasan mengenai connection oriented berbasis jaringan IP.

Bahasan kedua sebenarnya mengulas materi quiz, yang kemudian menjadi bagian dari PR, yang selanjutnya dibahas menjadi bedah artikel dari tulisan dengan judul ”a new telecommunication world”. Artikel yang sebagian besar menampilkan grafik untuk kasus di Amerika mencoba menyajikan terjadinya perubahan khususnya di segmen industri narrowband (POTS) yang mengecil akibat segmen industri lain seperti cable, seluler, atau VoIP.

Klas juga sempat membahas bersama secara sekilas materi PR yang dikumpulkan. , Kalau ada yang belum sempat submit bisa segera di kirim melalui email selain di posting minggu depan di klas berikutnya.

Tuesday, March 09, 2010

Indosat 2009 net profit falls 20%

Indonesian satellite operator hit by rising cost of operations, lower revenue.

PT Indonesia Satellite Corp., or Indosat, said Monday its 2009 net profit fell 20% mostly because of lower revenue and the higher cost of operations.Net profit for the January-to-December period fell to IDR1.5 trillion from IDR1.88 trillion in the previous year.Total revenue fell 1.4% to IDR18.39 trillion from IDR18.66 trillion by the end of 2008.

The cost of operations rose 9% to IDR15.18 trillion from IDR13.93 trillion in the previous year."(On a quarterly basis) we have shown an improvement in terms of the operational and financial sides," Indosat Chief Executive Harry Sasongko said.He said Indosat had an additional 4.4 million new subscribers in the fourth quarter of 2009, which helped contribute a 37% increase in revenue from cellular services from the previous quarter. Revenue in the fourth quarter of 2009 rose to IDR18.4 trillion from IDR13.4 trillion by the end of the third quarter.By the end of 2009, its total subscribers were at 33.1 million, down 9.3% from 36.5 million in the previous year.Indosat is 55.79% owned by Qatar Telecom Pte Ltd.

Qtel net income climbs 20.5% on 18.2% turnover increase

Qatar Telecom (Qtel) has posted its consolidated group financial and operational results for 2009, with net profit attributable to shareholders increasing 20.5% to QAR2.8 billion (USD765 million) in the full-year, up from QAR2.3 billion in 2008. Total annual revenue rose by 18.2% to QAR24.0 billion, up from QAR20.3 billion the previous year. EBITDA performance in 2009 was also strong, increasing 15.1 percent over the year to QAR 11.3 billion (FY 2008: QAR 9.8 billion). EBITDA margin remained resilient during the period, standing at 47% (48%).
.
At 31 December 2009 the group’s consolidated customer base stood at 60.5 million. In Qatar it saw a 23.5% year-on-year increase in subscribers to 2.40 million at end-2009 (end-2008: 1.95 million) and a 4.4% rise in revenue to QAR5.7 billion (FY 2008: QAR5.4 billion). Domestic EBITDA was impacted by the entrance of Qtel’s first mobile competitor, Vodafone Qatar, and fell to QAR3.3 billion (2008: QAR3.4 billion).
.
Indonesian unit Indosat removed ‘a significant proportion of the lower-value, calling card type behaviour subscribers’ from its base over the twelve-month period, and as a result, Indosat’s subscriber base at end-December 2009 stood at 33.7 million, down from 37.0 million a year earlier. At the same time, Indosat continued to invest in expanding its reach to new areas outside of its Java core, with the successful launch of the Palapa-D satellite system and Jakabare submarine cable, as well as enhancing its capacity to support new, value-added services. Revenue for the twelve months ended December 2009 was QAR6.6 billion (FY 2008 post-acquisition: QAR4.2 billion) and EBITDA for the same period was QAR3.2 billion (FY 2008 post-acquisition: QAR2.1 billion).
.
Asiacell Iraq increased its total active subscribers by 20.4% during 2009 to close the year at 7.35 million (2008: 6.11 million). As a result, Asiacell’s revenue increased during the year by 40.4% to QAR4.0 billion (FY 2008: QAR2.8 billion). EBITDA also increased, growing 43.9% to QAR2.2 billion (FY 2008: QAR1.5 billion).

Friday, March 05, 2010

Class as ussual for tomorrow.

Issue klas minggu lalu sempat terbersit untuk menggeser jadwal. Namun melihat ketersediaan waktu, nampaknya saya memutuskan untuk minggu ini (dalam hal ini klas besok) akan tetap menggunakan jadwal semula. Mohon maaf informasi ini cukup mepet dengan jadwal besok.

Demikian di sampaikan, mohon dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan.

Wednesday, March 03, 2010

Posting eBook of Chapter 1 of Anabel Z, Dodd reference.


.
Masih ingat nama Dodd?. Nama ini muncul sebagai penulis salah buku acuan dari industri telematika. Seingat saya buku terjemahannya pun sudah tersedia di perpustakaan institusi kita. Saya berharap ada sebagian dari pemirsa yang telah meminjam atau minimal membolak balik untuk skimming di perpustakaan.
.
Kalau toh harapan itu sangat tipis, posting kali ini menyediakan bab-1 dengan judul "Basic Concept" dari buku acuan tersebut, yang saya lupa pernah download dari mana. Saya coba cari di Klasmaya, tapi tampaknya sudah di hapus oleh server 4share.

Konsekuensinya, pada saat materi ini sudah di posting di sini, maka pemirsa punya kewajiban untuk membacanya. Minimal buat persiapan, siapa tahu muncul quiz seperti minggu lalu dari artikel yang di posting.

Lagi-lagi selamat membaca..

Monday, March 01, 2010

“From Quiz to Homework” for this week 2010 February.

Pertanyaan ini merupakan daftar pertanyaan quiz yang karena beberapa soal ada yang belum dijawab dengan confident, termasuk beberapa yang datang terlambat, maka quiz dilanjutkan menjadi pe-er.

  1. Gambarkan framework 5 Forces Porter.
  2. Dari issue dan rumors yang berkembang terkait dengan rencana pemberlakuan BHP Pita, jelaskan hubungan antara BHP Pita tersebut dengan rencana layanan Seluler oleh Bakrie.
  3. Apakah kepanjangan dari FWA.
  4. Jelaskan pengertian dari “number portability”.
  5. Mengacu pada artikel L.K. Vanston, dengan judul “A New Telecommunications World”, jelaskan penyebab turunnya akses pita pendek (The decline of narrowband access).
  6. Vanston membagi 3 jenis IP video, sebutkan dengan pengertiannya.
  7. Beri penjelasan dari 4 bentuk implementasi VoIP menurut Vanston.

Sunday, February 28, 2010

27th of February 2010 Class at a Glance

Di minggu ke empat, diawali dengan pembahasan pekerjaan rumah dengan materi market capitalization dari industri telematika di Indonesia. Ada beberapa komentar dan konfirmasi dari jawaban PR.

Selanjutnya, sebagai bagian dari evaluasi pertemuan sebelumnya, sessi ini diisi dengan Quiz. Materi quiz mengacu pada materi yang telah dibahas sebelumnya dan materi artikel terakhir yang sudah diposting di klasmaya (sebagai salah satu tugas yang disampaikan minggu lalu). Dari jawaban yang dikumpulkan dapat dimengerti bahwa bagian pertanyaan dari artikel hanya sedikit (untuk menghaluskan tidak ada satupun) yang dapat menjawab dengan sempurna. Ini menandakan bahwa meski materi referensi sudah disediakan, toh tidak menjamin untuk dibaca, apalagi beli buku referensi.

Sisa pertemuan dibahas lebih detil dari materi Industry Analysis tools yang diwakili ”5 Forces” nya Porter. Selain bahasan detil dari masing-masing Forces, diulas juga practical implementation untuk menerapkan 5-Forces melalui assessment dan scoring. Pendekatan ini diambil dari projek analisis industry dengan konsultan beberapa tahun lalu. Materi ini membedakan klas ini dengan pendekatan yang hanya membahas materi kontekstual di text book saja.

Sayangnya karena waktu terbatas, maka assessment akhirnya menjadi materi homework untuk minggu depan. Industri yang ditentukan untuk asessment dari determinant 5-Forces Porter dapat dipilih dari industri :
• Broadband Wireless Access (Wimax)
• IPTV
• Content (Game/Application/Music/Video Online),
• 3G Seluler

Assessment/penilaian dilakukan melalui opini seberapa tepat menurut anda pernyataan tersebut plus dengan tambahan komentar tentang alasan jawaban, plus untuk lebih sempurna lagi jika menyampaikan sumber informasinya. Setelah menetapkan jawaban, dilanjutkan dengan scoring dan mengkalkulasi impact rating. Seperti yang disampaikan dalam handout, perhitungan rating menggunakan pendekatan formula jumlah total scoring dibagi dengan jumlah statement yang dijawab bukan N dikali max score (2).

Selamat menganalisa....

Monday, February 22, 2010

20th of February 2010 Class at a Glance

Sessi ketiga dari klas tatap muka sebenarnya masih membahas materi pendahuluan. Materi kali ini lebih ditekankan pada aspek regulasi, market, bahasan awal Business Process, Product Development serta konsep Peningkatan Value.

Ditunjukkan bagaimana regulasi, khususnya di Indonesia, dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap penetrasi. Pasar yang awalnya monopoli berubah menjadi terbuka dengan dampak yang akhirnya menguntungkan pelanggan dan pertumbuhan ekonomi. Trend regulasi seperti unified license, number portability, cost based interconnection, dan yang lainnya diulas untuk memberikan gambaran yang pada dasarnya deregulasi cenderung berpihak dalam membuka entry barrier dan switching cost. Pada akhirnya diharapkan dapat memberikan andil dalam pertumbuhan industri yang atraktif dan menguntungkan masyarakat.

Materi kedua mengambil tema Market (pasar) yang dalam hal ini mengacu pada pasar saham. Meski materinya relatif belum up-to-date dari data tahun lalu, namun ulasan bagaimana porsi industri telematika yang me’lantai’ di bursa Indonesia cukup memberikan gambaran dalam hal kontribusi industri dibanding industri lainnya. Segment segmen industri infrastruktur yang termasuk didalamnya sektor komunikasi memberikan kontribusi hampir seperempat market kapitalisasi bursa Indonesia, sedikit dibawah industri perbankan.

Tugas minggu depan, seperti yang disampaikan di akhir sessi, adalah sebagai berikut:

  1. Opinion publishing: materi klipping khususnya untuk bagian opini diwajibkan untuk di email dan/atau disubmit pada weblog yang sudah dipersiapkan di “Obrolan Bisnis Telekomunikasi” (OBT) dengan menggunakan user uuu dan password ppp.
  2. Update Market Indicator: paparan materi Market khususnya slide 6 s/d 8 perlu di update untuk data tahun 2009. Know-How sudah disampaikan di akhir sessi, jadi tinggal diimplementasikan. Data berikut gambarnya bisa disampaikan melalui email atau versi cetak ang disampaikan di minggu depan.
  3. Tugas ketiga yang relatif cukup mudah adalah membaca artikel atau mini eBook dari tulisan Lawrence K. Vanston, Ph.D. dengan judul “A New Telecommunications World”, sebagai persiapan materi selanjutnya, atau minimal pengganti text book.

Tabik .. . . ..

Tuesday, February 16, 2010

6th of January and 15th of February 2010 Class at a Glance

Bahasan dua sessi lalu merupakan pendahuluan dan lingkup mata kuliah EL-102. Pendahuluan mengulas perkenalan, text book yang disarankan, dan media klasmaya yang diposisikan menjadi media alternative untuk klas. Sementara dari aspek linkup, dibahas segmen industri yang cukup lebar seperti perbedaan Fixed Wireline Access, Cellular, dan Fixed Wireless Access; Pay TV (ada yang ingat kelompok ini menggantikan apa sebagai koreksi?); Internet / Broadband Access; ASP; Content Provider; dll. Contoh pemain di industri telematika juga dipaparkan untuk lebih memahami lingkup industri.

Issue-issue seputar terminologi dan case sedikit dibahas untuk membuka pandangan dan wawasan seputar industri telematika / Infocomm / ICT / ada istilah lain?

Di sessi kedua, yang juga menjadi klas pengganti, diulas sedikit pendahuluan 5 Forces Porter dan Analisa Portfolio sebagai tools untuk memahami industri dan wawasan strategi bisnis. Bahasan lain, terkait dengan pendahuluan, mulai masuk ke aspek issue terkait di industri telematika seperti populasi, ICT demand, seperta pertumbuhan pasar. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, materi presentasi bisa diunduh disini.

Friday, February 12, 2010

Class Delay on 13th February 2010

Berhubung saya ada appointment dengan dokter di Jakarta hari Jum’at malam ini, maka jadwal kuliah hari Sabtu tanggal 13 Februari 2010 ditiadakan. Belum dikonfirmasikan dengan pihak BAAK, sehingga kuliah pengganti akan ditetapkan kemudian.

Sebagai tugas pekerjaan rumah sampai pertemuan selanjutnya, kalian cari dan baca berita di media terkait dengan issue telematika sekitar 6 bulan terakhir. Selanjutnya ambil satu topik yang menurut anda menarik untuk di kliping, namun tidak sekedar kliping yang dikumpulkan tapi termasuk resume dan tulisan opini bebas dari pikiran dan pendapat anda.

Demikian disampaikan, mohon informasi ini dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan. Terima kasih.

Thursday, February 11, 2010

Selamat datang pemirsa EL-102 2010

Selamat bergabung di media Klasmaya, medianya audiens eksisting dan mantan audiens dari beberapa mata kuliah yang lainnya.

Seperti yang telah disampaikan pada klas minggu lalu, media ini disiapkan untuk media alternatif pertemuan dalam dunia maya. Mungkin bukan berbentuk klas namun ada informasi dan boleh jadi kolaborasi terkait dengan metode pembelajaran. Jadi buat kalian, minimal buat semester ini, masukkan situs ini di favorit, boleh juga di taruh di situs/blog/facebook kalian.

Saya mohon maaf, karena posting ini cukup lama baru muncul, sejak klas pertama di hari Sabtu lalu. Seperti biasa aspek waktu dan kesempatan menjadi kendala selain issue “haroream” (untuk non Sundanese bisa mencari jawaban di wikipedia Sunda).

Sebagai pembuka, saya akan lampirkan satu dokumen yang bisa menjadi sample untuk pembahasan industri telematika, report ini diambil dari Canadian Radio-Television and Telecommunication Comission salah satu regulator di Canada dengan judul “Communication Monitoring Report 2009”. Dokumen dengan tebal sekira 300 halaman ini sudah di truncate menjadi sekitar sepertiganya dengan mencuplik hanya bagian-bagian yang relevan saja. Dokumen ini bukan buat dihafal, namun minimal menjadi pembuka wawasan tentang industri telematika. Minimal dibaca pada bagian “Executive Summary”, sisanya boleh dibaca atau cukup discanning saja.

Sekali lagi selamat bergabung dan berkontribusi.

Friday, January 29, 2010

Selamat datang iPad

Seperti biasa, dalam launching produk-produk sebelumnya, Steve Jobs bak maestro sulap dengan pakaian hitam (bedaanya cuman pake jeans) memperkenalkan iPad.

Produk masterpiece ke lima ini, setelah Macintosh, iTunes, iPod, dan iPhone, merupakan produk teranyar yang meluncur di 27 Januari 2010 dan bakalan merebut pasar Kindle Amazon, Nook B&N, Reader Sony dan eBook reader lainnya.

Bagaimana komparasi produk dengan product kompetitor? Fitur apa yang menjadi andalan dibanding produk sebelumnya? bisa sekilas disimak disini.




But wait, ini bukan cuma eReader, dengan kapabiltasnya produk ini masuk kategori computer tablet. Jadi kompetitornya ya semacam produk tabletnya HP, Dell, Acer, termasuk issue tablet dari Microsoft dan Google.

Another wait, produk ini juga jadi alternatif menonton program TV atau Movie, jadi seperti halnya laptop plus tuner dan DVD player yang bisa juga menggantikan atau mensubstitusikan piranti televisi yang dipasang di ruang keluarga dan menjadi shared resources.

Boleh jadi kalau kita mengingat konsep evolusi layar (TV, Computer, Mobile) produk kategori ini jadi layar keempat yang mengkonvergensikan ketiganya.

Seperti saya sebutkan diatas, sang maestro sulap seperti biasa menyihir atau mungkin lebih pas mempesona audiens dengan magic word "experience", best “anything” experience, phenomenal, extraordinary, unbelieveable, better than laptop & smartphone, awesome, it’s a dream.

Wednesday, January 20, 2010

Kecewa dengan Lulusan IT ?

Berita dari portal berita DetikNews dengan judul 'Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan' cukup risau juga. Disebutkan bahwa dari event pasar pencari kerja, masih terdapat gap yang cukup timpang antara kebutuhan industri dengan ketersediaan pasar tenaga kerja, khususnya di bidang IT.

Yang menarik nilai akademis tidak merepresentasikan kapabilitas dan skills yang diharapkan industri, kususnya untuk materi dasar. Sebagai pengajar, boleh jadi saya memberikan nilai terlalu murah khususnya untuk materi tambahan yang bisa mendongkrak IPK keseluruhan seandainya materi dasar hanya pas-pasan ;-).

Tapi issue pengetahuan dasar bisa diasah dari Tugas Akhir, Pelatihan ber sertifikasi, atau Kerja Praktek yang cukup relevan dengan kebutuhan industri, selain pengembangan wawasan melalui materi tambahan dari praktisi.

Buat saya, issue yang dicuatkan di berita tersebut bukan hal yang baru, namun bukan berarti lulusan IT tidak bisa bekerja. Buat perusahan menengah ke bawah issue ini memang menjadi persoalan, karena biasanya dibutuhkan untuk langsung kerja, tapi buat perusahaan skala menengah ke atas, dengan sediki orientasi dan management / professional training kapabilitas IT bisa diperoleh sesuai kebutuhan perusahaan.

Keep learning..

Saturday, January 16, 2010

Dimana ada "Clash of Titans" yang untung masih Televisi

Artikel di situs CTO Edge mengulas tentang 10 Pertarungan Besar yang masih akan muncul di tahun 2010.

Salah satunya adalah, pertarungan AT&T dan Verizon, meski pertarungan ini belum terlalu mendunia seperti Google vs Microsoft atau Oracle vs IBM (saya pikir SAP). Pertarungan dua raksasa layanan telekomunikasi di US ini, jadi komoditi iklan di televisi. Dua iklan komersial ini menunjukkan adu kekuatan, khususnya di layanan 3G.

Iklan Verizon


Iklan AT&T

Ambisi "a hundred million customers"

Telkomsel berambisi tahun ini dapet 100 jt pelanggan.

Artikel dibawah ini yang dicuplik dari the-marketeers (bisa cuplikan juga) paling tidak memperlihatkan industri seluler di tanah air, khususnya dilihat dari satu sisi perusahaan T-SEL yang notabene mewakili separuh industri seluler Nasional.

Satu hal yang menarik, saya pernah dengar di radio, dengan target sejumlah itu, TelkomSel bisa meng'klaim sebagai operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak dalam satu perusahaan (juga dalam satu area layanan). Bandingkan dengan SingTel yang kalau dijumlah pelanggan bisa lebih banyak karena include anak usaha atau ikutan punya saham dominan di Bharti, Optus, dan operator lain termasuk TelkomSel. Tapi kalo jumlah direct customer di negaranya sendiri jauh dibawah Telkomsel.


Telkomsel Siap Layani 100 Juta Pelanggan
Jakarta, 12 Januari 2010

Sepanjang tahun 2009 Telkomsel mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat signifikan, yakni 17 juta pelanggan, di mana pencapaian tersebut membuat Telkomsel kini dipercaya melayani lebih dari 82 juta pelanggan. Menghadapi tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan melayani sekitar 100 juta pelanggan.

Angka 82 juta pelanggan yang dicapai Telkomsel pada akhir 2009 setara dengan 50 persen pengguna layanan selular di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kartu prabayar simPATI memberikan kontribusi tertinggi, yakni 59 juta pelanggan, disusul Kartu As sebanyak 21 juta pelanggan, dan layanan paskabayar kartuHALO dengan 2 juta pelanggan.

Seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah pelanggan, trafik komunikasi pelanggan pada tahun 2009 secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008. Trafik SMS meningkat 21 persen dari 107 miliar SMS menjadi 129 miliar SMS di tahun 2009. Sementara trafik layanan suara atau Minute of Usage (MoU) Telkomsel melonjak 203 persen menjadi 273 miliar menit dari sebelumnya 90 miliar menit di tahun 2008. Adapun pemanfaatan layanan data juga mengalami peningkatan sebesar 178 persen menjadi 9.125 tera bytes dibandingkan tahun 2008 yang hanya 3.284 tera bytes.

Dari sisi jaringan, sepanjang tahun 2009 Telkomsel telah membangun sekitar 3.500 BTS (Base Transceiver Station) sehingga kini berjumlah sekitar 30.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dengan program USO yang diamanahkan pemerintah untuk membangun jaringan telekomunikasi di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.

Tren Industri Telekomunikasi Selular

Pada tahun 2010 industri telekomunikasi selular akan memasuki era transformasi dari penggunaan basic service seperti SMS dan voice ke arah konvergensi teknologi informasi dan komunikasi, di mana telepon selular akan digabungkan dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital yang lain. Transformasi ini akan memperkuat fondasi bisnis ke depan, yaitu bisnis layanan selular berbasis layanan mobile broadband.

Investasi industri telekomunikasi di tahun 2010 diperkirakan 2,2 miliar dolar AS, kurang lebih sama dengan investasi tahun lalu, dengan perkiraan pertumbuhan pasar sekitar 10%-11%. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, diperlukan adanya efisiensi untuk menekan biaya operasional, yang dapat dicapai dengan melakukan konsolidasi di 3 sektor, yakni: konsolidasi jaringan, konsolidasi platform services, dan konsolidasi entitas.

Telkomsel di Tahun 2010

Dengan visi sebagai “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region” Telkomsel siap untuk menyediakan solusi layanan mobile lifestyle terkini berbasis layanan mobile broadband, yang hadir dalam bentuk new services, seperti digital business, digital music, content & application, mobile advertising, dan sebagainya.

Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta yang akan datang adalah uji coba Long Term Evolution (LTE). Fokus Telkomsel pada pengembangan layanan mobile broadband dipicu oleh pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan mobile broadband yang meningkat 700 persen menjadi 1,6 juta pelanggan dibanding jumlah di awal tahun 2009 yang hanya sekitar 200.000 pelanggan.

Demi meningkatkan mutu layanan di tahun 2010, Telkomsel menginvestasikan sekitar Rp 13 triliun untuk memperluas coverage, peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan, serta mengimplementasikan new services.

Friday, January 08, 2010

Review salah satu gadget Google Mobile


Launching gadget baru, Google Mobile salah satunya melalui produk "Nexus One", cukup bikin heboh terkait merambahnya perusahaan pencari ke industri telekomunikasi baik di sisi manufaktur maupun (mungkin?) ke arah layanan/service.

Artikel dari situs endgadget ini cukup nambah info dan wawasan khususnya tentang review product dan boleh jadi kemungkinan sukses atau tidaknya menggoncang pasar yang sudah ada, iPhone, Blackberry, atau Nokia.


Friday, January 01, 2010

Selamat Tahun Baru 2010

Keluarga besar Klasmaya mengucapkan :

Pengembangan Produk Baru dengan cukup melalui iklan.

Diambil dari TED Talks: Life lessons from an ad man (Rory Sutherland). Akal-akalan orang marketing, bikin produk baru dengan cukup beriklan. Boleh juga idenya.



Tapi produk ini bukan akhir dari inovasi marketing, masih ada produk berikutnya yang tidak kalah kreatif, "Combo Pack", yang bisa dicari di YouTube juga.