Friday, April 02, 2010

Bagian dari perkembangan seluler di Indonesia

Menurut saya artikel ini bisa bagian dari perkembangan seluler di Indonesia dari beberapa potongan bagian lain. Contohnya, AMPS belum dikupas disini, belum lagi operator jadul lain yang belum di “poke”. Mungkin karena ingin lebih fokus di sisi ponsel sehingga tidak seluruh sejarah perkembangan seluler disampaikan. Dicuplik dari judul “Menelusuri Perkembangan Ponsel di Indonesia” dari Kompas.com, 1 April 2010.

Dimulai tahun 1984 teknologi seluler pertama kali hadir di Indonesia dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).

Di tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di Indonesia, namun dengan berat rata2 430gram, dan harga ponselnya juga tidak murah (diatas 10 juta). Di tahun ini baru dikenal teknologi NMT-470, modifikasi NMT-450.

Di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM,dimulai di pulau Batam dan Bintan. Di tahun 1994 Satelindo beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia,dengan mengawali kegiatan operasinya di Jakarta dan sekitarnya. Karena GSM menggunakan kartu SIM, maka hal itu aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas.

Tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan di lanjutkan ke provinsi lain di Sumatra, lalu menjadikan Telkomsel pada 26 mei 1995 sebagai operator GSM nasional bersama Satelindo. Tahun 1996 Telkomsel dengan produk kartu Halo-nya sukses di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar, kemudian masuk Jakarta. Di penghujung tahun 1996, Excelcom berbasis GSM beroperasi di Jakarta sebagai operator GSM ke tiga di Indonesia. Setelah itu di tahun 1998 Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan roaming. Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar mentari, dengan keunggulan tarif dihitung perdetik,sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih 100.00 pelanggan.

Layanan pesan singkat, mulai di perkenalkan pada tahun 2000, dan menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel, karena sangat praktis dan murah biayanya. Di tahun ini pula Indosat dan Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional. Layanan seluler kedua BUMN itu kemudian beroperasi pada tanggal 1 Agustus tahun 2001. Babak baru bertelekomunikasi berlanjut di tahun 2003,yaitu dengan hadirnya Telkom Flexi,yang mengusung teknologi CDMA 2000 1X, kemudian di belakang Flexi ada Esia dari Bakrie Telecom, Fren & Hepi dari Mobile8, Star One dari Indosat, Smart dari Lippo Telecom, dan terakhir Ceria dari Sampoerna Telecom.

Tuesday, March 30, 2010

Keputusan Final Pemerintah Masalah Menara Telekomunikasi

Dikutip dari Siaran Pers No. 36/PIH/KOMINFO/3/2010 (Jakarta, 21 Maret 2010).
"Respon Kementerian Kominfo Terkait Keputusan Final Pemerintah Dalam Pembahasan Masalah Menara Telekomunikasi Yang Akhirnya Tertutup Untuk Asing"

Pada akhirnya pemerintah melalui MenKo Ekonomi menyampaikan sikap tentang penyediaan menara telekomunikasi yang sepenuhnya tertutup untuk asing.

Kominfo menyambut positif yang intinya investasi di bidang percepatan pembangunan menara telekomunikasi tetap harus diperhatikan untuk menunjang perbaikan iklim investasi di Indonesia.

PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008, khususnya Pasal 5 ayat (1) menyebutkan bahwa bidang usaha jasa konstruksi untuk pembangunan menara sebagai bentuk bangunan dengan fungsi khusus merupakan bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal asing. Pada ayat (2), penyedia, pengelola, atau kontraktor menara yang bergerak dalam bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) adalah Badan Usaha Indonesia. Peraturan Bersama, khususnya Pasal 5 ayat (4) juga menyebutkan, penyedia menara telekomunikasi yang bukan penyelenggara telekomunikasi, pengelola menara atau jasa konstruksi untuk membangun menara merupakan perusahaan nasional.

Keikut-sertaan asing di dalam industri telekomunikasi merupakan fenomena umum. Investor asing tidak dapat dihindari masuk industri telekomunikasi di Indonesia mengingat keperluan teknologi dan padat modal pada jangka panjang. Namun demikian, kemudian diatur batasannya di dalam PP No. 111 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Perpres No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka.

Aturan pembatasan yang proporsional terhadap keikut-sertaan asing, tujuannya bukan anti asing, tetapi semata-mata untuk mendorong industri dalam negeri tetap dapat tumbuh dan berkembang secara kompetitif dan proporsional tanpa harus terjadi praktek monopoli. Sejauh ini ada beberapa regulasi dan kebijakan yang cenderung pro industri dalam negeri, seperti penyertaan produk domestik layanan 3G secara bertahap, layanan BWA, serta pengenaan preferensi open source di penyediaan akses internet kecamatan. Kesemuanya itu masih dalam proporsi yang terbatas, bertahap dan tidak bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam WTO.

Untuk menara telekomunikasi, sektor industri dalam negeri sejauh ini sudah well-prepared dan well-performed dalam penyediaan menara telekomunikasi, baik dari aspek teknis, SDM, penyediaan material dan financing melalui perbankan, yang kesemuanya ini masuk dalam skema pekerjaan infrastruktur SITAC- CME (Site Acquisition - Civil, Mechanical and Electrical).

Mengacu PerMen Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008 dan Peraturan Bersama, penyediaan menara telekomunikasi dimungkinkan dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi dan atau juga penyedia menara yang bukan penyelenggara telekomunikasi. Kecenderungannya menara telekomunikasi yang sudah cukup lama dimiliki oleh penyelenggara telekomunikasi ada sebagian yang dijual kepada pihak lain, dan penyelenggara telekomunikasi cenderung lebih convenient dengan system sewa dari penyedia.

Keikut-sertaan asing masih dimungkinkan dalam penyediaan perangkat telekomunikasinya mulai dari penyediaan feeder dan antenna (antena transmisi radio microwave yg menghubungkan antar BTS atau pun BTS dengan Base Station Controller, antena BTS itu sendiri serta BTS dan antena nya yang dihubungkan oleh feeder). Belum lagi kebutuhan shelter sebagai ruangan tempat perangkat telekomunikas seperti BTS, IDU (Indoor Unit) Radio Transmisi Microwave dan lain sebagainya. Perangkat-perangkat tersebut pada umumnya penyediaannya oleh vendor asing.

Dari aspek sosial, khususnya kasus perubuhan menara telekomunikasi (Badung), sektor asing minimal dapat memperkecil potensi konflik. Di sisi lain ada komitmen untuk memberi peran cukup besar pula bagi Pemda untuk turut serta dalam memfasilitasi penyediaan menara telekomunikasi sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan anti monopoli dan sejumlah ketentuan lain yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/ 3/2008 dan Peraturan Bersama.

Era saat ini dan ke depan bukan lagi percepatan pembangunan menara telekomunikasi secara kuantitatif, tetapi aspek efektivitas dan efisiensi terkait dengan kebutuhan menara telekomunikasi melalui sharing atau menyewa dari penyedia dan itu pun harus untuk penggunaan bersama. Dengan demikian, penyedia menara telekomunikasi tetap dituntut untuk melakukan percepatan pembangunan namun tetap mengutamakan efisiensi menara bersama.

Monday, March 29, 2010

Rencana materi minggu ini

Untuk klas minggu ini saya rencanakan pembahasan tugas dengan paparan satu persatu kajiannya. Jadi kalian bisa mempersiapkan materi paparan, termasuk daftar pertanyaan yang boleh ditanya oleh rekan lainnya, ;-)

Kalau toh pemirsa belum siap, atau hanya satu dua yang bisa memaparkan tugasnya, sebagai gantinya kita akan bahas regulasi telekomunikasi di Indonesia, khususnya untuk UU No 3 / 1989 dan UU No 36 / 1999 tentang Telekomunikasi. Sebagai pelengkap, disampaikan pula PP (Peraturan Pemerintah) No 8 / 1993 dan PP No 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk menambah pemahaman kedua UU ini.

Keempat materi ini sebenarnya ada di situs Dirjen Pos dan Telekomunikasi, yang menyediakan dengan lengkap segala undang-undang, peraturan dan kebijakan lain terkat dengan regulasi telekomunikasi.
Seperti biasa, untuk materi yang disampaikan pra-klas diharapkan dibaca sebelumnya agar mempermudah pemahaman selain persiapan seandainya ada quiz (kecuali jika tugas nya selesai semua).

Axiata Lepas 18% Saham XL

Diambil dari VivaNews 29/03/10

Axiata Group Berhad menyelesaikan proses pelepasan sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 1,53 miliar saham atau setara 18 persen pada harga Rp 3.300 per unit.

Jadi, total nilai transaksi sekitar Rp 5,05 triliun. Transaksi pelepasan saham tersebut merupakan yang terbesar selama lebih dari 10 tahun terakhir.

Tujuan private placement Axiata tersebut untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang beredar di publik. Selain itu, aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor perseroan dan meningkatkan likuiditas.

Manajemen berharap, pelaksanaan private placement tersebut akan berdampak positif bagi perseroan, bursa, dan pemegang saham publik.

Sebelum private placement, jumlah saham XL Axiata yang dicatatkan di BEI mencapai 8,5 miliar. Namun, dari jumlah saham tersebut, hanya sekitar 16,79 juta atau sekitar 0,19 persen dimiliki publik.

Kecilnya jumlah saham perseroan yang dimiliki publik itu mengakibatkan perdagangan saham XL Axiata di BEI menjadi tidak likuid.

Axiata melalui Indocel Holding Sdn Bhd menguasai 86,49 persen dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Ltd memiliki 13,31 persen.

Bisnis Games Online, Content Speedy

Sejak marak di Indonesia tahun 2000, sampai dengan tahun 2009 terdapat 21 publisher Games yang memiliki lisensi online Game di Indonesia. Kebanyakan Games online yang dimainkan oleh para publisher ini berasal dari developer Game Korea.

Berdasarkan data survey dari IDC, market size online Game di Indonesia tahun 2010 sebesar 1,9 Juta pengguna dengan nilai US$ 10M, naik sekitar 33% dari tahun sebelumnya.

TELKOM pada Bulan Oktober tahun 2009, telah menandatangani kerjasama dengan publisher game Valve Games untuk mendeliver layanan Games sebanyak sekitar 137 Games. Dari 137 Games itu, salah satu Games yang telah dimainkan oleh banyak players adalah Counter Strike Games.


Pelanggan Speedy yang mau berlangganan, cukup masuk ke games.telkomspeedy.com.
Sampai saat ini, sudah 400 an players bermain di server speedy. Setiap bulan di server speedy diadakan kompetisi Games secara online di server Speedy Game.

Konsolidasi Bisnis FWA di Industri Telekomunikasi

Diambil dari VivaNews 24/03/10

Isu konsolidasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mengelola bisnis operator selular berbasis teknologi code division multiple access (CDMA) hingga saat ini masih simpang siur. Bakrie Telecom dan Telkom dikabarkan akan menggabungkan layanan selular berbasis CDMA, yakni Esia dan Flexi.

Namun, manajemen Telkom melalui Divisi Telkom Flexi enggan berkomentar tentang rumor tersebut. Bahkan, Telkom menginginkan adanya kompetisi di bisnis layanan selular berbasis CDMA itu.
Sebelumnya, manajemen Bakrie Telecom juga mengaku belum berencana untuk menggabungkan produk perseroan bermerek dagang Esia dengan Flexi. Namun CEO BTEL membantah jika kedua perusahaan akan membentuk usaha patungan (joint venture) untuk mengelola bisnis CDMA. Meski demikian, menurut Anindya, konsolidasi di industri telekomunikasi ke depan bisa saja terjadi. Hal itu terlihat dengan proses konsolidasi yang telah dilakukan oleh beberapa operator telekomunikasi.

Penertiban Frekuensi WiMax

Diambil dari bisnis.com 28/03/2010 "Pengguna ilegal Frekuensi WiMax dibersihkan"
.
Pita frekuensi yang dialokasikan pemerintah untuk teknologi akses WiMax berstandar 16.d nomadic, segera dibersihkan dari pengguna ilegal.
.
Kemkominfo melalui balai monitoring frekuensi segera melakukan penertiban di pita frekuensi 2,3 GHz khususnya penggunaan frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2360-2390 MHz sebagai tindak lanjut laporan dari beberapa pemenang tender WiMax 16.d.
.
Delapan perusahaan pemenang lelang WiMax 16.d, PT Berca Hardaya Perkasa, PT First Media Tbk, PT Internux, Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania, Konsorsium WiMax Indonesia, PT Indosat Mega Media, PT Telkom dan PT Jasnita Telekomindo, masih melakukan kewajiban pembayaran pendapatan negara bukan pajak (PnBP) serta perencanaan penggelaran sesuai zona cakupannya.

Friday, March 26, 2010

20th of March 2010 Class at a Glance : A.Z.Dodd Chp 2,3,4,5,6,7,8,9,10

Seperti halnya posting CAAG sebelumnya, posting terakhir ini juga sudah mulai berbau alias basi, saya juga lupa-lupa ingat bak kuburan. Tapi sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena ada beberapa bagian dari materi yang belum diberikan di klasmaya, maka posting ini jadi keharusan lengkap dengan share handoutsnya.

Pertemuan paska UTS nampaknya sedikit mereda, dalam arti “ghiroh”nya mulai kendur, dapat dilihat dari jumlah partisipan yang less than number of fingers. Sebenarnya saya juga sediki agak “haroream”, terutama jika ingat materi siang ini terkait dengan text book Anabel Z. Dodd yang diwajibkan institusi. Saya belum dapat buku pengganti yang lebih membumi dari sisi ke'Indonesia’an. Beberapa materi memang sudah dipersiapkan sebagai substitusi yang lebih berbau lokal, namun secara keseluruhan belum bisa menghapuskan materi Dodd.

Berbeda dengan materi Bab-1 yang sudah dibahas sebelumnya, bahan paparan Bab 2, 3 dan 5 diambil dari tugas klas tahun sebelumnya dalam acara bedah buku Z. Dodd. Sehingga untuk menghindari blank spot atau cakupan yang tidak tercover, sebaiknya pemirsa membaca langsung pada buku referensi.

Bab 2 diulas mengenai Sistem Telepon dan Pengkabelan yang banyak mengacu pada kondisi di US meliputi system telepon (PBX, Centrex, dan Key System), Penjualan Telepon dan Media.

Bab 3 dibahas topik Network Service Provider & Local Competition yang mengulas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri telekomunikasi, antara lain Globalisasi Ekonomi, Peraturan Pemerintah (khususnya aturan divestitur 1984 dan regulasi 1996 di AS), serta Perkembangan Teknologi (khususnya CaTV, FO, dan Wireless). Pada kompetisi lokal disebutkan strategi memasuki pasar panggilan lokal antara lain melalui Resale, CableTV, dan Wireless. Dijelaskan 3 jenis reseller antara lain Resseller, Switchless Reseller, dan Agents lebih spesifik. Terminologi dan penjelasan CLEC dan IEX termasuk case AT&T juga menjadi materi yang menutup bab ini.

Topik Public Network mengacu ke bab-5 nya Z. Dodd, pada dasarnya membahas perbedaan antara layanan terhubung dan layanan dedicated (jalur privat). Atribut layanan terhubung antara lain : Pengalamatan; Bayar sejauh anda pergi; Tarif pos; Sesuai tuntutan; Segera; Layanan Terhubung untuk Data; dan Penghubung rangkaian-ketidak efisienan jaringan; dipaparkan dalam bahasan tersebut. Sementara untuk atribut layanan Dedicated : Biaya bulanan tetap; Rute tetap; Penggunaan eksklusif; Ketersediaan 24jam sehari; Suara,video dan data; serta Kapasitas tetap. Bahasan lain terkait dengan topologi jalur dedicated, meski konten pensinyalan (SS7) tidak diulas pada paparan ini.

Sessi berikutnya masih dari buku Dodd (so that was a Dodd day) dibahas sisanya yang lain yaitu bab 6 sampai bab 10 (masih mengacu dari tugas tahun sebelumnya).


Bab 6 dibahas materi “Layanan Jaringan Terspesialisasi”. Meski ada beberapa layanan yang termuat di buku, namun materi yang disampaikan lebih memfokuskan pada layanan ATM, SONET dan DSL termasuk salah satu keluarga DSL yang popular, ADSL.

Bab selanjutnya dibahas materi dengan judul “MODEM dan Peralatan Akses” yang jelas-jelas sesuai judul membahas aspek terkait modulator demodulator dan beberapa DCE lainnya seperti NT1s; CSU / DSU; Modem PCMCIA, Modem kabel, dan Set-top boxes.

Bab Internet dibahas dari mulai sejarah Internet, layanan Internet, WWW, HTML, Hosting, Privasi, sampai alamat internet. Beberapa bagian tidak diulas, seperti Intranet & Extranet, atau markup language lain, jadi sebaiknya pemirsa baca buku asli (atau terjemahannya) untuk lebih melengkapi cerita.

Bab-9 dibahas thema Konvergensi, kemampuan sebuah jaringan untuk memuat semua jenis lalu lintas seperti suara, data, dan video sebagai sebuah paket. Kemampuan jaringan ini didorong oleh : Advance Router, Digital Signal Processor, Optical & Programmed Switch, Compression & Protocol, DWDM.

Terakhir dari resume bedah buku A.Z.Dodd dibahas Layanan Wireless mulai dari teknologi analog AMPS sampai berbasis digital seperti D-AMPS, GSM, CDMA, PCS, SMR, dan CDPD. Selain aspek teknologi, paparan ini juga menyebutkan aspek pasar seluler yang terkait dengan antara lain: Efforts to Improve Service; Health Concerns; Safety on the Road; Privacy and Advertising Instructions on Cellular E911; Called Party Pays; Limited Mobility Wireless for Local Telephone Service; Wireless Number Portability; dan Limitations of Circuit-Switched Cellular for Data. Konten lain terkait dengan wireless yang turut dipaparkan antara lain: spectrum allocation, 2G-3G Transition, Paging dan Satellite Service.

Tuntas sudah seluruh bab dalam buku acuan, resmi dipaparkan. Mungkin cuplikan dari resume bedah buku hanya mengulas bagian yang pokok, meski ada juga yang terlewat untuk dipaparkan, sehingga yang utama tetap mengacu ke buku referensi.

Besok tidak ada kuliah !

Tadinya saya mau beralasan kalau hari Sabtu besok tidak bisa kuliah karena ada keperluan yang lain, tapi sepertinya klise. Sehingga alasan yang baru saja ditemukan dan mungkin lebih tepat alias cocok adalah untuk memberi kelonggaran waktu bagi pemirsa dalam menyelesaikan tugas minggu ini.

Jadi kalian boleh sedikit relax, periksa lagi tugasnya, kolaborasi lebih intens, perbaiki jika masih ada yang belum sesuai, dan persiapkan paparannya.

Jadwal pengganti akan saya bahas dengan BAAK, moga-moga dalam waktu dekat bisa disampaikan, atau sebelumnya ada usulan? Silakan di komentari.

Sunday, March 21, 2010

Assignment for next Week

Sebenarnya assignment ini sudah disampaikan pada tanggal 13 Maret lalu dengan judul "Assignment for next 2 Weeks" tapi karena posting kali ini sudah lewat minggu pertama maka judul terpaksa di revisi.

Tugas dapat dilakukan secara kelompok (2 orang), sebaiknya dari departemen yang berbeda. Rincian tugas sebagai berikut:

  1. Tentukan segmen industri dari pilihan dibawah ini:
    •Social Networking Application (Facebook, Tweeter, MySpace, dll)
    •Search Engine (Google, Bing, Yahoo, dll)
    •Browser Internet (Chrome, IE, Firefox, dll)
    •Game Console (Xbox, Nintendo, PS, dll)
    •Game Online (CounterStrike, dll)
  2. Beri penjelasan tentang industri tersebut (business model, substitusi industri, pengguna/pelanggan.
  3. Sebutkan pemain (pelaku) di industri tersebut dengan atribut perusahaan (pemilik/founder, tahun berdiri, sejarah, dll).
  4. Buat perbandingan dari pemain di industri tersebut dilihat dari aspek:
    •Market (market/revenue share, market capital, segmen pengguna, dll)
    •Teknologi (perbedaan teknologi/platform/fitur, kekuatan strategis,dll)
    •Perkiraan anda tentang siapa yang akan menjadi pemain dominan 2 tahun ke depan dengan alasannya.
  5. Buat analisa tentang keberlanjutan segmen industri ini (growing, mature, decline).
  6. Sebutkan sumber data (buku, jurnal, alamat situs, dll)

13th of March 2010 Class at a Glance : Mid Term + A.Z.Dodd Ch.1

“Pararunteun” buat para pemirsa, karena posting CAAG kali ini rada basi untuk di submit. Bukan apa-apa, tapi pertemuan lalu memang setengah harinya adalah event UTS. Sayangnya sampai hari ini saya belum evaluasi untuk penilaian, sehingga tidak ada yang dapat disampaikan.

Setengah hari berikutnya, memang ada pembahasan Bab-1 dari Z.Dodd mulai dari cakupan terminologi, protocol, arsitektur, sinyal analog & digital dan beberapa solusi untuk mengurangi kongesti.

Beberapa saat setelah UTS usai dan mulai dibahas materi ini, terdengar seorang partisipan ”grumbling” karena soal dari materi ini keluar di UTS padahal belum dibahas sebelumnya. Memang benar, pembahasan baru disampaikan paska UTS, namun eBook bab-1 Z.Dodd sudah diposting beberapa minggu sebelumnya, dan sudah beberapa kali juga diiingatkan untuk dibaca.

Jadi submitting eBook bukan berarti cuman buat di unduh saja tapi juga buat dibaca!. Jangan sampai pemirsa semakin manja, hanya mengambil yang sudah dibahas saja dan sudah dalam bentuk handout. Boro-boro cari buku acuan, baca sebagian buku yang sudah di posting saja masih reluctant. No no no way pal. Itu sebabnya kali ini saya tidak akan meng’unggah handout bahasan Bab-1 Z.Dodd, toh kalian sudah dapat sumber aslinya, jadi untuk baca langsung saja yaa.

Saturday, March 20, 2010

Pareto dan Long Tail

Pernah dengar prinsip Pareto? Atau sering juga dikenal dengan aturan 20-80? Prinsip ini menyatakan bahwa 20% penyebab berdampak 80%. Pertama kali digagas oleh Vilfredo Pareto yang pada tahun 1906 mengamati bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh tuan tanah yang hanya 20% dari populasi. Kemudian prinsip ini menyeruak dibahas di ranah bisnis ketika Joseph M. Juran pakar Quality Management mengulasnya.

Di awal 2000an, ketika era digital, dimana beberapa materi dan konten sudah dapat dikodekan dengan biner dan teknologi penyimpan semakin efisien bahkan cenderung gratis, muncul prinsip yang sedikit berbeda dengan Pareto. Sehingga kalau biasanya orang akan menganalisa dimana 20% yang akan berdampak pada 80% pencapaian agar lebih optimal, di era digital sisa 80% tadi juga masih dikelola. Namun asumsinya sisa 80% tadi bisa menjadi 200%, 1000% atau jutaan% kalau jumlah item di luar item 20% ternyata hampir tak berhingga. Muncul prinsip Long Tail yang di gagas oleh Chris Anderson kepala editor Wired.

Article ini pernah saya unduh 3 tahun lalu, meski kalian bisa juga meng’akses langsung ke tulisan om Chris yang berjudul “The Long Tail”.
.
Apakah Pareto atau Long Tail yang lebih utama? Bisa jadi perdebatan, namun posting kali ini ingin lebih melihat bahwa dunia digital meng’enable pengelolaan konten yang semula trivial.
.
Selamat membaca..

Friday, March 19, 2010

Quotes of this month (03/10)

The world is changing very fast.
Big will not beat small anymore.
It will be the fast beating the slow.
Rupert Murdoch

Monday, March 15, 2010

Operator seluler Eropa konsolidasi

Artikel ini diambil dari Bisnis.com, hari Senin, 15/03/2010.

LONDON (Bloomberg) Di tengah persaingan yang makin ketat, operator seluler Eropa disarankan berbagi jaringan guna memangkas biaya dan memenuhi naiknya permintaan layanan komunikasi dan data berkecepatan tinggi.

Direktur Teknik Hutchison Whampoa Graham Baxter mengatakan dalam sebuah wawancara di London kemarin, bahwa Vodafone Group Plc dan unit O2 milik Telefonica SA dapat mengikuti langkah 3, milik Hutchison dan divisi T-Mobile, milik Deutsche Telekom AG yang sejak 2009 memiliki jaringan telepon seluler bersama.

"Ini akan menjadi sebuah studi kasus untuk operator lainnya. Anda harus memiliki infrastruktur dengan biaya rendah. Jika kami dapat beroperasi dengan biaya yang lebih rendah maka pihak lain juga harus melakukan hal yang sama," ujar Baxter.

Perusahaan operator seluler di Eropa berusaha untuk menurunkan biaya dan meningkatkan penjualan dari jaringan berkecepatan tinggi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet, melakukan video conference dan mengunduh musik, Fasilitas baru ini bertujuan untuk menutupi penurunan pendapatan dari fasilitas telepon konvensional.

Inggris, yang merupakan pasar telekomunikasi paling sibuk di Eropa, mungkin akan berakhir dengan dua infrastruktur seluler setelah T-Mobile dan unit Orange milik France Telecom SA mendapatkan persetujuan Uni Eropa untuk menggabungkan unit lokal mereka "Penggabungan ini baru saja menentukan sebuah langkah baru," lanjut Baxter.

Vodafone dan Telefonica memiliki jaringan yang terpisah di UK. Kedua perusahaan tersebut tahun lalu setuju untuk berbagi beberapa komponen jaringan seluler seperti tiang transmisi di Jerman, Spanyol, Irlandia dan UK untuk memangkas biaya dan memperbaiki jaringan bagi lebih dari 140 juta pelanggan mereka.

Baxter mengharapkan kedua operator seluler ini agar memperluas kerja sama jaringan mereka. juru bicara Telefonica,Simon Lloyd mengatakan Vodafone dan Telefonica mempertimbangkan merger beberapa jaringan mereka yang sudah ada dan membangun beberapa jaringan baru. Kedua perusahaan ini akan membangun 650 situs jaringan tahun ini dan kesepakatan yang diraih akan digunakan untuk membangun kembali jaringan mereka.

"Vodafone UK fokus untuk melanjutkan rencana penggunaan dan pembanguna jaringan bersama. "Dengan melakukan hal ini, kami terus melakukan cara untuk menambah efisiensi dan memberikan perbaikan bagi pelanggan kami," ujar juru bicara Vodafone, Simon Gordon dalam wawancara telefon hari ini.

Di Inggris yang memiliki lima operator seluler, kerja sama yang dibangun antara T-Mobile-Orange akan membuat mereka menguasai 43% pasar UK, melebihi O2 milik Telefonica dan membuat Vodafone yang berbasis di Newbury terpojok di posisi ketiga.

Spekulasi merger

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Vodafone yang akan membeli 3 milik Hutchinson untuk menaikkan nilai saham, Baxter mengatakan bahwa penggabungan dengan Vodafone tidak penah menjadi bahan pertimbangan dari para pemegang saham 3. "Ini bukan menjadi agenda."

Baxter menambahkan bahwa kesepakatan mengenai jaringan bersama antara 3 dan Deutsche Telekom tidak akan menjadi hambatan untuk bergabung dengan Vodafone. "Kesepakatan ini membuat merjer menjadi sulit tapi bukan berarti tidak mungkin."

Hutchinson yang berbasis Hong Kong dan dikendalikan oleh milyuner, Li Ka-shing dan Vodafone melakukan merger terhadap unit Australia Hutchinson pada 2009. (htr)

Friday, March 12, 2010

Posting eBook of Anabel Z, Dodd Chapter 3. UTS kah?

Sudah baca unduhan dari eBook Dodd bab-1?. Moga-moga ada yang sudah baca, karena besok siapa tahu ada quiz, atau minimal diulas. Posting kali ini saya mencoba menambah koleksi buku acuan khususnya dari Anabel Z, Dodd bab ke-3. Lagi-lagi saya kehilangan jejak sumber data dari eBook ini, karena ini juga cuplikan dari keseluruhan buku.
.
.
.
Sebenarnya saya baru ingat kalau pertemuan besok seharusnya agenda UTS. Saya berharap ada yang baca posting malam ini, atau pagi sebelum klas dimulai, karena paling tidak, ada kemungkinan UTS.
.
Untuk menghindari nilai yang jatuh, ujiannya open book/handsout/print-out, tapi bukan open laptop/handphone untuk menghindari tukar menukar jawaban.

Siap?

Selamat mencetak..

Wednesday, March 10, 2010

6th of March 2010 Class at a Glance

Klas minggu lalu, nampaknya baru sekarang bisa diulas. Sempet lupa juga materi bahasan’nya. Tapi yang jelas setelah beberapa saat mengingat, paling tidak ada minimal dua materei yang disampaikan.

Bahasan pertama terkait aspek teknologi dengan thema ”Jaringan” atau boleh juga disebut “platform jaringan” khususnya di industri telekomunikasi dengan cakupan Circuit Switched dan Packet Switched.

Jaringan berbasis circuit switched diwakili oleh PSTN dan STBS, dengan mengulas antara lain struktur jaringan, hirarki sentral, dan prinsip dasar mekanisme komunikasi. Sementara pada jaringan berbasis packet switched yang diwakili oleh jaringan IP melalui LAN, WAN, dan Global Internet, dibahas tahapan pengiriman informasi dan ulasan mengenai connection oriented berbasis jaringan IP.

Bahasan kedua sebenarnya mengulas materi quiz, yang kemudian menjadi bagian dari PR, yang selanjutnya dibahas menjadi bedah artikel dari tulisan dengan judul ”a new telecommunication world”. Artikel yang sebagian besar menampilkan grafik untuk kasus di Amerika mencoba menyajikan terjadinya perubahan khususnya di segmen industri narrowband (POTS) yang mengecil akibat segmen industri lain seperti cable, seluler, atau VoIP.

Klas juga sempat membahas bersama secara sekilas materi PR yang dikumpulkan. , Kalau ada yang belum sempat submit bisa segera di kirim melalui email selain di posting minggu depan di klas berikutnya.

Tuesday, March 09, 2010

Indosat 2009 net profit falls 20%

Indonesian satellite operator hit by rising cost of operations, lower revenue.

PT Indonesia Satellite Corp., or Indosat, said Monday its 2009 net profit fell 20% mostly because of lower revenue and the higher cost of operations.Net profit for the January-to-December period fell to IDR1.5 trillion from IDR1.88 trillion in the previous year.Total revenue fell 1.4% to IDR18.39 trillion from IDR18.66 trillion by the end of 2008.

The cost of operations rose 9% to IDR15.18 trillion from IDR13.93 trillion in the previous year."(On a quarterly basis) we have shown an improvement in terms of the operational and financial sides," Indosat Chief Executive Harry Sasongko said.He said Indosat had an additional 4.4 million new subscribers in the fourth quarter of 2009, which helped contribute a 37% increase in revenue from cellular services from the previous quarter. Revenue in the fourth quarter of 2009 rose to IDR18.4 trillion from IDR13.4 trillion by the end of the third quarter.By the end of 2009, its total subscribers were at 33.1 million, down 9.3% from 36.5 million in the previous year.Indosat is 55.79% owned by Qatar Telecom Pte Ltd.

Qtel net income climbs 20.5% on 18.2% turnover increase

Qatar Telecom (Qtel) has posted its consolidated group financial and operational results for 2009, with net profit attributable to shareholders increasing 20.5% to QAR2.8 billion (USD765 million) in the full-year, up from QAR2.3 billion in 2008. Total annual revenue rose by 18.2% to QAR24.0 billion, up from QAR20.3 billion the previous year. EBITDA performance in 2009 was also strong, increasing 15.1 percent over the year to QAR 11.3 billion (FY 2008: QAR 9.8 billion). EBITDA margin remained resilient during the period, standing at 47% (48%).
.
At 31 December 2009 the group’s consolidated customer base stood at 60.5 million. In Qatar it saw a 23.5% year-on-year increase in subscribers to 2.40 million at end-2009 (end-2008: 1.95 million) and a 4.4% rise in revenue to QAR5.7 billion (FY 2008: QAR5.4 billion). Domestic EBITDA was impacted by the entrance of Qtel’s first mobile competitor, Vodafone Qatar, and fell to QAR3.3 billion (2008: QAR3.4 billion).
.
Indonesian unit Indosat removed ‘a significant proportion of the lower-value, calling card type behaviour subscribers’ from its base over the twelve-month period, and as a result, Indosat’s subscriber base at end-December 2009 stood at 33.7 million, down from 37.0 million a year earlier. At the same time, Indosat continued to invest in expanding its reach to new areas outside of its Java core, with the successful launch of the Palapa-D satellite system and Jakabare submarine cable, as well as enhancing its capacity to support new, value-added services. Revenue for the twelve months ended December 2009 was QAR6.6 billion (FY 2008 post-acquisition: QAR4.2 billion) and EBITDA for the same period was QAR3.2 billion (FY 2008 post-acquisition: QAR2.1 billion).
.
Asiacell Iraq increased its total active subscribers by 20.4% during 2009 to close the year at 7.35 million (2008: 6.11 million). As a result, Asiacell’s revenue increased during the year by 40.4% to QAR4.0 billion (FY 2008: QAR2.8 billion). EBITDA also increased, growing 43.9% to QAR2.2 billion (FY 2008: QAR1.5 billion).

Friday, March 05, 2010

Class as ussual for tomorrow.

Issue klas minggu lalu sempat terbersit untuk menggeser jadwal. Namun melihat ketersediaan waktu, nampaknya saya memutuskan untuk minggu ini (dalam hal ini klas besok) akan tetap menggunakan jadwal semula. Mohon maaf informasi ini cukup mepet dengan jadwal besok.

Demikian di sampaikan, mohon dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan.

Wednesday, March 03, 2010

Posting eBook of Chapter 1 of Anabel Z, Dodd reference.


.
Masih ingat nama Dodd?. Nama ini muncul sebagai penulis salah buku acuan dari industri telematika. Seingat saya buku terjemahannya pun sudah tersedia di perpustakaan institusi kita. Saya berharap ada sebagian dari pemirsa yang telah meminjam atau minimal membolak balik untuk skimming di perpustakaan.
.
Kalau toh harapan itu sangat tipis, posting kali ini menyediakan bab-1 dengan judul "Basic Concept" dari buku acuan tersebut, yang saya lupa pernah download dari mana. Saya coba cari di Klasmaya, tapi tampaknya sudah di hapus oleh server 4share.

Konsekuensinya, pada saat materi ini sudah di posting di sini, maka pemirsa punya kewajiban untuk membacanya. Minimal buat persiapan, siapa tahu muncul quiz seperti minggu lalu dari artikel yang di posting.

Lagi-lagi selamat membaca..

Monday, March 01, 2010

“From Quiz to Homework” for this week 2010 February.

Pertanyaan ini merupakan daftar pertanyaan quiz yang karena beberapa soal ada yang belum dijawab dengan confident, termasuk beberapa yang datang terlambat, maka quiz dilanjutkan menjadi pe-er.

  1. Gambarkan framework 5 Forces Porter.
  2. Dari issue dan rumors yang berkembang terkait dengan rencana pemberlakuan BHP Pita, jelaskan hubungan antara BHP Pita tersebut dengan rencana layanan Seluler oleh Bakrie.
  3. Apakah kepanjangan dari FWA.
  4. Jelaskan pengertian dari “number portability”.
  5. Mengacu pada artikel L.K. Vanston, dengan judul “A New Telecommunications World”, jelaskan penyebab turunnya akses pita pendek (The decline of narrowband access).
  6. Vanston membagi 3 jenis IP video, sebutkan dengan pengertiannya.
  7. Beri penjelasan dari 4 bentuk implementasi VoIP menurut Vanston.

Sunday, February 28, 2010

27th of February 2010 Class at a Glance

Di minggu ke empat, diawali dengan pembahasan pekerjaan rumah dengan materi market capitalization dari industri telematika di Indonesia. Ada beberapa komentar dan konfirmasi dari jawaban PR.

Selanjutnya, sebagai bagian dari evaluasi pertemuan sebelumnya, sessi ini diisi dengan Quiz. Materi quiz mengacu pada materi yang telah dibahas sebelumnya dan materi artikel terakhir yang sudah diposting di klasmaya (sebagai salah satu tugas yang disampaikan minggu lalu). Dari jawaban yang dikumpulkan dapat dimengerti bahwa bagian pertanyaan dari artikel hanya sedikit (untuk menghaluskan tidak ada satupun) yang dapat menjawab dengan sempurna. Ini menandakan bahwa meski materi referensi sudah disediakan, toh tidak menjamin untuk dibaca, apalagi beli buku referensi.

Sisa pertemuan dibahas lebih detil dari materi Industry Analysis tools yang diwakili ”5 Forces” nya Porter. Selain bahasan detil dari masing-masing Forces, diulas juga practical implementation untuk menerapkan 5-Forces melalui assessment dan scoring. Pendekatan ini diambil dari projek analisis industry dengan konsultan beberapa tahun lalu. Materi ini membedakan klas ini dengan pendekatan yang hanya membahas materi kontekstual di text book saja.

Sayangnya karena waktu terbatas, maka assessment akhirnya menjadi materi homework untuk minggu depan. Industri yang ditentukan untuk asessment dari determinant 5-Forces Porter dapat dipilih dari industri :
• Broadband Wireless Access (Wimax)
• IPTV
• Content (Game/Application/Music/Video Online),
• 3G Seluler

Assessment/penilaian dilakukan melalui opini seberapa tepat menurut anda pernyataan tersebut plus dengan tambahan komentar tentang alasan jawaban, plus untuk lebih sempurna lagi jika menyampaikan sumber informasinya. Setelah menetapkan jawaban, dilanjutkan dengan scoring dan mengkalkulasi impact rating. Seperti yang disampaikan dalam handout, perhitungan rating menggunakan pendekatan formula jumlah total scoring dibagi dengan jumlah statement yang dijawab bukan N dikali max score (2).

Selamat menganalisa....

Monday, February 22, 2010

20th of February 2010 Class at a Glance

Sessi ketiga dari klas tatap muka sebenarnya masih membahas materi pendahuluan. Materi kali ini lebih ditekankan pada aspek regulasi, market, bahasan awal Business Process, Product Development serta konsep Peningkatan Value.

Ditunjukkan bagaimana regulasi, khususnya di Indonesia, dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap penetrasi. Pasar yang awalnya monopoli berubah menjadi terbuka dengan dampak yang akhirnya menguntungkan pelanggan dan pertumbuhan ekonomi. Trend regulasi seperti unified license, number portability, cost based interconnection, dan yang lainnya diulas untuk memberikan gambaran yang pada dasarnya deregulasi cenderung berpihak dalam membuka entry barrier dan switching cost. Pada akhirnya diharapkan dapat memberikan andil dalam pertumbuhan industri yang atraktif dan menguntungkan masyarakat.

Materi kedua mengambil tema Market (pasar) yang dalam hal ini mengacu pada pasar saham. Meski materinya relatif belum up-to-date dari data tahun lalu, namun ulasan bagaimana porsi industri telematika yang me’lantai’ di bursa Indonesia cukup memberikan gambaran dalam hal kontribusi industri dibanding industri lainnya. Segment segmen industri infrastruktur yang termasuk didalamnya sektor komunikasi memberikan kontribusi hampir seperempat market kapitalisasi bursa Indonesia, sedikit dibawah industri perbankan.

Tugas minggu depan, seperti yang disampaikan di akhir sessi, adalah sebagai berikut:

  1. Opinion publishing: materi klipping khususnya untuk bagian opini diwajibkan untuk di email dan/atau disubmit pada weblog yang sudah dipersiapkan di “Obrolan Bisnis Telekomunikasi” (OBT) dengan menggunakan user uuu dan password ppp.
  2. Update Market Indicator: paparan materi Market khususnya slide 6 s/d 8 perlu di update untuk data tahun 2009. Know-How sudah disampaikan di akhir sessi, jadi tinggal diimplementasikan. Data berikut gambarnya bisa disampaikan melalui email atau versi cetak ang disampaikan di minggu depan.
  3. Tugas ketiga yang relatif cukup mudah adalah membaca artikel atau mini eBook dari tulisan Lawrence K. Vanston, Ph.D. dengan judul “A New Telecommunications World”, sebagai persiapan materi selanjutnya, atau minimal pengganti text book.

Tabik .. . . ..

Tuesday, February 16, 2010

6th of January and 15th of February 2010 Class at a Glance

Bahasan dua sessi lalu merupakan pendahuluan dan lingkup mata kuliah EL-102. Pendahuluan mengulas perkenalan, text book yang disarankan, dan media klasmaya yang diposisikan menjadi media alternative untuk klas. Sementara dari aspek linkup, dibahas segmen industri yang cukup lebar seperti perbedaan Fixed Wireline Access, Cellular, dan Fixed Wireless Access; Pay TV (ada yang ingat kelompok ini menggantikan apa sebagai koreksi?); Internet / Broadband Access; ASP; Content Provider; dll. Contoh pemain di industri telematika juga dipaparkan untuk lebih memahami lingkup industri.

Issue-issue seputar terminologi dan case sedikit dibahas untuk membuka pandangan dan wawasan seputar industri telematika / Infocomm / ICT / ada istilah lain?

Di sessi kedua, yang juga menjadi klas pengganti, diulas sedikit pendahuluan 5 Forces Porter dan Analisa Portfolio sebagai tools untuk memahami industri dan wawasan strategi bisnis. Bahasan lain, terkait dengan pendahuluan, mulai masuk ke aspek issue terkait di industri telematika seperti populasi, ICT demand, seperta pertumbuhan pasar. Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, materi presentasi bisa diunduh disini.

Friday, February 12, 2010

Class Delay on 13th February 2010

Berhubung saya ada appointment dengan dokter di Jakarta hari Jum’at malam ini, maka jadwal kuliah hari Sabtu tanggal 13 Februari 2010 ditiadakan. Belum dikonfirmasikan dengan pihak BAAK, sehingga kuliah pengganti akan ditetapkan kemudian.

Sebagai tugas pekerjaan rumah sampai pertemuan selanjutnya, kalian cari dan baca berita di media terkait dengan issue telematika sekitar 6 bulan terakhir. Selanjutnya ambil satu topik yang menurut anda menarik untuk di kliping, namun tidak sekedar kliping yang dikumpulkan tapi termasuk resume dan tulisan opini bebas dari pikiran dan pendapat anda.

Demikian disampaikan, mohon informasi ini dapat disebarluaskan pada yang berkepentingan. Terima kasih.

Thursday, February 11, 2010

Selamat datang pemirsa EL-102 2010

Selamat bergabung di media Klasmaya, medianya audiens eksisting dan mantan audiens dari beberapa mata kuliah yang lainnya.

Seperti yang telah disampaikan pada klas minggu lalu, media ini disiapkan untuk media alternatif pertemuan dalam dunia maya. Mungkin bukan berbentuk klas namun ada informasi dan boleh jadi kolaborasi terkait dengan metode pembelajaran. Jadi buat kalian, minimal buat semester ini, masukkan situs ini di favorit, boleh juga di taruh di situs/blog/facebook kalian.

Saya mohon maaf, karena posting ini cukup lama baru muncul, sejak klas pertama di hari Sabtu lalu. Seperti biasa aspek waktu dan kesempatan menjadi kendala selain issue “haroream” (untuk non Sundanese bisa mencari jawaban di wikipedia Sunda).

Sebagai pembuka, saya akan lampirkan satu dokumen yang bisa menjadi sample untuk pembahasan industri telematika, report ini diambil dari Canadian Radio-Television and Telecommunication Comission salah satu regulator di Canada dengan judul “Communication Monitoring Report 2009”. Dokumen dengan tebal sekira 300 halaman ini sudah di truncate menjadi sekitar sepertiganya dengan mencuplik hanya bagian-bagian yang relevan saja. Dokumen ini bukan buat dihafal, namun minimal menjadi pembuka wawasan tentang industri telematika. Minimal dibaca pada bagian “Executive Summary”, sisanya boleh dibaca atau cukup discanning saja.

Sekali lagi selamat bergabung dan berkontribusi.

Friday, January 29, 2010

Selamat datang iPad

Seperti biasa, dalam launching produk-produk sebelumnya, Steve Jobs bak maestro sulap dengan pakaian hitam (bedaanya cuman pake jeans) memperkenalkan iPad.

Produk masterpiece ke lima ini, setelah Macintosh, iTunes, iPod, dan iPhone, merupakan produk teranyar yang meluncur di 27 Januari 2010 dan bakalan merebut pasar Kindle Amazon, Nook B&N, Reader Sony dan eBook reader lainnya.

Bagaimana komparasi produk dengan product kompetitor? Fitur apa yang menjadi andalan dibanding produk sebelumnya? bisa sekilas disimak disini.




But wait, ini bukan cuma eReader, dengan kapabiltasnya produk ini masuk kategori computer tablet. Jadi kompetitornya ya semacam produk tabletnya HP, Dell, Acer, termasuk issue tablet dari Microsoft dan Google.

Another wait, produk ini juga jadi alternatif menonton program TV atau Movie, jadi seperti halnya laptop plus tuner dan DVD player yang bisa juga menggantikan atau mensubstitusikan piranti televisi yang dipasang di ruang keluarga dan menjadi shared resources.

Boleh jadi kalau kita mengingat konsep evolusi layar (TV, Computer, Mobile) produk kategori ini jadi layar keempat yang mengkonvergensikan ketiganya.

Seperti saya sebutkan diatas, sang maestro sulap seperti biasa menyihir atau mungkin lebih pas mempesona audiens dengan magic word "experience", best “anything” experience, phenomenal, extraordinary, unbelieveable, better than laptop & smartphone, awesome, it’s a dream.

Wednesday, January 20, 2010

Kecewa dengan Lulusan IT ?

Berita dari portal berita DetikNews dengan judul 'Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan' cukup risau juga. Disebutkan bahwa dari event pasar pencari kerja, masih terdapat gap yang cukup timpang antara kebutuhan industri dengan ketersediaan pasar tenaga kerja, khususnya di bidang IT.

Yang menarik nilai akademis tidak merepresentasikan kapabilitas dan skills yang diharapkan industri, kususnya untuk materi dasar. Sebagai pengajar, boleh jadi saya memberikan nilai terlalu murah khususnya untuk materi tambahan yang bisa mendongkrak IPK keseluruhan seandainya materi dasar hanya pas-pasan ;-).

Tapi issue pengetahuan dasar bisa diasah dari Tugas Akhir, Pelatihan ber sertifikasi, atau Kerja Praktek yang cukup relevan dengan kebutuhan industri, selain pengembangan wawasan melalui materi tambahan dari praktisi.

Buat saya, issue yang dicuatkan di berita tersebut bukan hal yang baru, namun bukan berarti lulusan IT tidak bisa bekerja. Buat perusahan menengah ke bawah issue ini memang menjadi persoalan, karena biasanya dibutuhkan untuk langsung kerja, tapi buat perusahaan skala menengah ke atas, dengan sediki orientasi dan management / professional training kapabilitas IT bisa diperoleh sesuai kebutuhan perusahaan.

Keep learning..

Saturday, January 16, 2010

Dimana ada "Clash of Titans" yang untung masih Televisi

Artikel di situs CTO Edge mengulas tentang 10 Pertarungan Besar yang masih akan muncul di tahun 2010.

Salah satunya adalah, pertarungan AT&T dan Verizon, meski pertarungan ini belum terlalu mendunia seperti Google vs Microsoft atau Oracle vs IBM (saya pikir SAP). Pertarungan dua raksasa layanan telekomunikasi di US ini, jadi komoditi iklan di televisi. Dua iklan komersial ini menunjukkan adu kekuatan, khususnya di layanan 3G.

Iklan Verizon


Iklan AT&T

Ambisi "a hundred million customers"

Telkomsel berambisi tahun ini dapet 100 jt pelanggan.

Artikel dibawah ini yang dicuplik dari the-marketeers (bisa cuplikan juga) paling tidak memperlihatkan industri seluler di tanah air, khususnya dilihat dari satu sisi perusahaan T-SEL yang notabene mewakili separuh industri seluler Nasional.

Satu hal yang menarik, saya pernah dengar di radio, dengan target sejumlah itu, TelkomSel bisa meng'klaim sebagai operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak dalam satu perusahaan (juga dalam satu area layanan). Bandingkan dengan SingTel yang kalau dijumlah pelanggan bisa lebih banyak karena include anak usaha atau ikutan punya saham dominan di Bharti, Optus, dan operator lain termasuk TelkomSel. Tapi kalo jumlah direct customer di negaranya sendiri jauh dibawah Telkomsel.


Telkomsel Siap Layani 100 Juta Pelanggan
Jakarta, 12 Januari 2010

Sepanjang tahun 2009 Telkomsel mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat signifikan, yakni 17 juta pelanggan, di mana pencapaian tersebut membuat Telkomsel kini dipercaya melayani lebih dari 82 juta pelanggan. Menghadapi tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan melayani sekitar 100 juta pelanggan.

Angka 82 juta pelanggan yang dicapai Telkomsel pada akhir 2009 setara dengan 50 persen pengguna layanan selular di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kartu prabayar simPATI memberikan kontribusi tertinggi, yakni 59 juta pelanggan, disusul Kartu As sebanyak 21 juta pelanggan, dan layanan paskabayar kartuHALO dengan 2 juta pelanggan.

Seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah pelanggan, trafik komunikasi pelanggan pada tahun 2009 secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008. Trafik SMS meningkat 21 persen dari 107 miliar SMS menjadi 129 miliar SMS di tahun 2009. Sementara trafik layanan suara atau Minute of Usage (MoU) Telkomsel melonjak 203 persen menjadi 273 miliar menit dari sebelumnya 90 miliar menit di tahun 2008. Adapun pemanfaatan layanan data juga mengalami peningkatan sebesar 178 persen menjadi 9.125 tera bytes dibandingkan tahun 2008 yang hanya 3.284 tera bytes.

Dari sisi jaringan, sepanjang tahun 2009 Telkomsel telah membangun sekitar 3.500 BTS (Base Transceiver Station) sehingga kini berjumlah sekitar 30.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dengan program USO yang diamanahkan pemerintah untuk membangun jaringan telekomunikasi di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.

Tren Industri Telekomunikasi Selular

Pada tahun 2010 industri telekomunikasi selular akan memasuki era transformasi dari penggunaan basic service seperti SMS dan voice ke arah konvergensi teknologi informasi dan komunikasi, di mana telepon selular akan digabungkan dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital yang lain. Transformasi ini akan memperkuat fondasi bisnis ke depan, yaitu bisnis layanan selular berbasis layanan mobile broadband.

Investasi industri telekomunikasi di tahun 2010 diperkirakan 2,2 miliar dolar AS, kurang lebih sama dengan investasi tahun lalu, dengan perkiraan pertumbuhan pasar sekitar 10%-11%. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, diperlukan adanya efisiensi untuk menekan biaya operasional, yang dapat dicapai dengan melakukan konsolidasi di 3 sektor, yakni: konsolidasi jaringan, konsolidasi platform services, dan konsolidasi entitas.

Telkomsel di Tahun 2010

Dengan visi sebagai “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region” Telkomsel siap untuk menyediakan solusi layanan mobile lifestyle terkini berbasis layanan mobile broadband, yang hadir dalam bentuk new services, seperti digital business, digital music, content & application, mobile advertising, dan sebagainya.

Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta yang akan datang adalah uji coba Long Term Evolution (LTE). Fokus Telkomsel pada pengembangan layanan mobile broadband dipicu oleh pesatnya pertumbuhan jumlah pelanggan mobile broadband yang meningkat 700 persen menjadi 1,6 juta pelanggan dibanding jumlah di awal tahun 2009 yang hanya sekitar 200.000 pelanggan.

Demi meningkatkan mutu layanan di tahun 2010, Telkomsel menginvestasikan sekitar Rp 13 triliun untuk memperluas coverage, peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan, serta mengimplementasikan new services.

Friday, January 08, 2010

Review salah satu gadget Google Mobile


Launching gadget baru, Google Mobile salah satunya melalui produk "Nexus One", cukup bikin heboh terkait merambahnya perusahaan pencari ke industri telekomunikasi baik di sisi manufaktur maupun (mungkin?) ke arah layanan/service.

Artikel dari situs endgadget ini cukup nambah info dan wawasan khususnya tentang review product dan boleh jadi kemungkinan sukses atau tidaknya menggoncang pasar yang sudah ada, iPhone, Blackberry, atau Nokia.


Friday, January 01, 2010

Selamat Tahun Baru 2010

Keluarga besar Klasmaya mengucapkan :

Pengembangan Produk Baru dengan cukup melalui iklan.

Diambil dari TED Talks: Life lessons from an ad man (Rory Sutherland). Akal-akalan orang marketing, bikin produk baru dengan cukup beriklan. Boleh juga idenya.



Tapi produk ini bukan akhir dari inovasi marketing, masih ada produk berikutnya yang tidak kalah kreatif, "Combo Pack", yang bisa dicari di YouTube juga.

Thursday, December 24, 2009

UAS Remedy NPD 2009

Baru hari Selasa siang kemarin saya ambil hasil UAS, sempat di scan buat penilaian, khususnya di bagian multiple choice. Hasil sekilas, ternyata bagian II tersebut nilainya kurang menggembirakan. Asumsi semula yang seharusnya bagian ini bisa lebih bagus, minimal melalui baca materi handsout, ternyata meleset. Hasil ini kemungkinan akibat salah baca (kata “kecuali” atau “paling tepat” jadi kebalik-balik), atau kurang memperhatikan detil materi. Sesaat saya coba simulasikan dengan menjawab langsung, ternyata ada juga beberapa yang saya sendiri salah tafsir atau miss perception dari soalnya.

Untuk memperbaiki nilai akhir, pada kesempatan yang pendek ini, karena Nilai Akhir harus sudah di submit ke BAAK tanggal 4 Januari, saya memberikan remedial buat mata kuliah ini. UAS Remedy nya melalui menjawab kembali soal bagian II, soal tidak dikembalikan jadi kemungkinan masih dibawa partisipan. Remedial ini maunya closed book tapi kayaknya nggak yakin dipatuhi, jadi terpaksa open book aja. Jawaban harap dapat segera dikirim melalui email paling lambat tanggal 2 Januari 2010. Hasil dapat dikirim melalui format xls (ingat bukan versi 2007) sehingga saya bisa langsung nilai dengan cepat.

Mohon informasi ini dapat disampaikan ke yang berkepentingan.

Thursday, December 10, 2009

Tidak Ada Klas Pengganti

Semula, meski periode minggu tenang, direncanakan akan ada kuliah pengganti di hari Sabtu pagi mendatang. Namun rencana ini dengan sangat menyesal saya sampaikan dibatalkan. Karena mulai besok saya mendapat tugas ke Denpasar (padahal baru sessi klas kemarin ngomongin Bali).

Jadi pertemuan berikutnya langsung Ujian Akhir Semester. Seperti biasa, resep jitu untuk lulus dalam mata kuliah ini, banyak baca, belajar dan memperluas wawasan.

Selamat bersiap UAS.

5th December 2009 Class at a Glance : Gartner model and Future Life Style

Klas di awal bulan Desember (seingat saya tanggal segitu, bener nggak tuh?!), dibahas dua materi. Materi pertama adalah materi yang saya ambil dari model analisa Gartner yang cukup populer di kalangan vendor IT, namanya Magic Quadrant dan Hype Cycle. Kedua model dari Gartner ini, cukup relevan dengan materi New Product Developmant, terutama dalama mengelola product, khususnya dari aspek bisnis.


Materi yang baru pertama kali di release semester ini, memang di luar course plan yang direncanakan. Namun tidak ada salahnya materi ini saya tambahkan, sebagai bagian dari knowledge update.

Paparan Magic Quadrants, seperti halnya matrix dua dimensi lainnya (BCG misalnya) membahas 4 kuadran dengan ciri khas dan karakteristiknya masing-masing. Dimensi yang disajikan dalam model ini adalah sumbu “ability to execute” dan “completeness of vision”. Dengan memahami aksis atau sumbu tersebut bisa dikira-kira bagaimana karakteristik dari kuadran Challenger, Niche Player, Visionaries, dan Leaders.

Model matrix dua dimensi ini cukup populer dipergunakan oleh beberapa analis. Ada banyak model yang digambarkan dalam matrix seperti itu, yang terpenting adalah bagaimana memadukan dua dimensi ini menjadi suatu karakteristik yang bermakna.


Materi kedua, sebenarnya juga materi tambahan beyond course plan. Namun materi ini sudah pernah disampaikan dalam season tahun lalu. Materi yang diambil dari gabungan beberapa bahan presentassi seminar Next Generation Network, masih cukup relevan dengan issue life style yang dipadukan dengan emerging technology.

Selamat menikmati...

Tuesday, December 08, 2009

Low Performance

Dalam media ini, ijinkan saya mengutarakan permohonan maaf.

Semester ini, saya merasakan performansi perkuliahan tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari aspek berikut:

.

  1. Klasmaya kurang optimal menjadi media pembelajaran yang interaktif. Kalau toh ada satu dua komentar, pengelola tidak menindak lanjuti dengan suatu diskusi yang berkembang.
  2. Klasmaya juga minim tambahan materi dan konten di luar course plan. “Class at a Glance” sering kali terlambat, apalagi proaktif menyediakan materi sebelum klas berjalan. “Layar Tancep of this Month” juga hanya muncul sekali dalam satu semester. Artikel lain yang bisa menjadi materi tambahan dan bahan diskusi kurang disajikan pada semester ini.
  3. Secara keseluruhan posting Klasmaya semester ini jauh menurun dibandingkan periode untuk klas yang sama sebelumnya. Perbandingannya sampai saat ini adalah 18 dengan 37 posting.
  4. Media Obrolan Produk Telematika yang seharusnya menjadi media partisipatif dari partisipan dan penggembira kurang dikelola dengan baik, sehingga tidak efektif berjalan sesuai harapan.
  5. Class Offline selain beberapa kali harus didelay, juga seringkali kurang berjalan sesuai rencana, akibat lagging material sehingga kurang interaktif (2 Way Communication).

List of low performance evidence ini sebenarnya mungkin bisa lebih banyak berderet. Untuk menunjukkan ketulusan permohonan maaf, saya mempersilakan partisipan untuk menambah daftar diatas melalui komentar.

Sekali lagi.... Maaf....

Tuesday, November 24, 2009

14th November 2009 Class at a Glance : Business Case Financial Metrics

Sessi klas sedianya direncanakan memaparkan tugas Simulasi IPTV, namun karena disadari kuliah tinggal beberapa kali lagi (saya perlu klarifikasi ke BAAK), saya mengambil waktu 1 jam untuk pembahasan pengukuran finansial untuk business case.
Materi ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengembangan produk, khususnya pengambilan keputusan produk yang akan di launching. Referensi formal dari institusi, khususnya buku Dietere juga memuat materi ini dalam salah satu bab.

Lebih detil saya lampirkan pula sebagian materi Dieter bab 13 yang mengulas aspek ini:


Topik kali ini mencakup perhitungan, kalkulasi dan analisis business case yang meliputi NCF; CCF, Payback, BEP, ROI, NPV, IRR (akronim ini seharusnya bukan hal yang asing lagi sekarang). Analisa biaya dan keuntungan mencakup aspek “time value of money” dari discount rate yang ditetapkan dengan mengacu pada rate yang umum dipakai.

Selain perhitungan dalam spreadsheet, disampaikan pula perhitungan manualnya, jadi kalau-kalau muncul di UAS yang biasanya gak boleh pake laptop masih bisa dihitung.

Sessi berikutnya di isi dengan paparan tugas Simulasi IPTV oleh beberapa tim. Masih ada beberapa tim yang mis-komunikasi dengan tugas yang diberikan, meski ada beberapa yang sudah sesuai. Catatan saya mengenai resume tugas ini mungkin akan disampaikan saja dalam posting khusus.

Friday, November 13, 2009

Layar Tancep of this month: The Importance of Listening to the Consumer

Di beberapa posting sebelumnya (bisa di browse di klasmaya), ada segmen layer tancep yang merupakan cuplikan video sharing yang cukup relevan dengan materi NPD. Kali ini setelah absent beberapa bulan, saya coba “embedded” kan klip dari brightcove.com dari kasus Procter and Gamble terkait dengan pentingnya mendengarkan suara pelanggan.

7th November 2009 Class at a Glance : Managing a Dispersed Process (Quiz and Class)

Dua minggu sebelumnya, materi pembahasan sudah di share di posting "Baca eBook sebelum kuliah besok". Seperti yang sudah di issue kan sebelumnya, bahasan tersebut menjadi materi yang diawali dengan quiz. Mungkin ini semacam experiment sejauh mana partisipan bisa menggali materi dari text book. Jika hasilnya memuaskan mungkin klas cukup mengulas materi (raw material) untuk dibahas dan di test dalam bentuk Quiz, jadi tida perlu di paparkan di klas.

Topik yang dibahas meliputi Tradeoffs dalam pengembangan produk, End to End Product Development framework yang diambil dari model Xerox, Kano Model, The Mind of the Market, dan Benefit Chains.

31st of October 2009 Class at a Glance : Presentation of Product Comparison.

Punten posting CaaG akhir Oktober lalu, nampaknya baru bisa keluar hari ini. Tapi seperti yang kalian ketahui, klas di hari tersebut menjadi The Presentation Day. Saya masih belum semat mengulas paparan yang disampaikan, mungkin posting kali ini sebatas preambule untuk di tambahkan pada kesempatan mendatang.

Jadi untuk sementara mohon bersabar...

Tuesday, October 27, 2009

Baca eBook sebelum kuliah besok

Rencananya klas besok diisi dengan paparan dari PR (homework) tentang “product comparison” yang sudah disubmit. Meski saya sudah menyampaikan agar hasil kajian di posting di sister blog nya Klasmaya, sayangnya malam ini saya cuman lihat satu tulisan saja. Padahal kalau beberapa tulisan disubmit, mungkin bisa membiasakan diri untuk berbagi (sharing culture), disamping memudahkan pemirsa menyimak paparan nantinya.

Sebagai tambahan untuk persiapan klas besok, posting kali ini saya coba upload salah satu eBook dari Dahan & Hauser. Materi ini sempat diulas di awal kuliah. Artikel dengan judul “Product Development - Managing a Dispersed Process” cukup sesuai dengan mata kuliah kita, ada banyak terminologi, istilah, pendekatan dan konsep yang dapat meningkatkan wawasan tentang pengembangan produk. Jadi cukup representatif untuk dijadikan bacaan wajib kuliah ini. eBook ini saya potong sebagian agar tidak terlalu jenuh dan bisa lebih fokus.

Sunday, October 25, 2009

24th October 2009 Class at a Glance : (7) Marketing

Klas 24 Okt lalu nampaknya jadi klas yang paling sepi, karena beberapa partisipan pada hari itu mempunyai kesibukan terkait dengan graduation day. Kalau tidak salah hanya dihadiri 4 partisipan, tapi the show must go on.

Tadinya saya berencana membuka sessi presentasi dari PR minggu lalu terkait dengan perbandingan produk. Namun melihat kondisi yang hadir, rencana tersebut dibatalkan, mungkin minggu depan dapat kita tampilkan bersama (mohon diingat itu).

Sessi klas minggu lalu dibahas materi Marketing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan produk. Topik ini sebenarnya cukup luas, beberapa jurusan bahkan menjadikannya dalam beberapa mata kuliah wajib. Namun untuk mata kuliah pengembangan produk, bahasan marketing cukup diulas beberapa hal mendasar. Konsep dan pemahaman dasar materi pemasaran diharapkan dapat menjadi awal keingintahuan (curiousity) untuk lebih memperluas wawasan marketing yang terkait dengan NPD atau manajemen strategi.

Biasanya materi ini disampaikan untuk dua kali klas, saya berencana untuk meng’kompressi menjadi satu kali pertemuan, tapi tidak berhasil. Ada beberapa cerita kasus yang menyita waktu kuliah, disamping kegiatannya dimulai sedikit terlambat.

Sedikit melompat terkait dengan produk telematika, ulasan pemasaran dimulai dari aspek perkembangan ekonomi baru akibat pengaruh revolusi digital. Aspek ini dapat merubah atau paling tidak meng’adjust praktik pemasaran sehingga memberikan benefit baru bagi konsumer maupun perusahaan. Meski bisa pula memberikan resiko (ingat kasus IKEA dan Prita, buat yang tidak sempat hadir bisa ditanyakan pada yang hadir). Pendekatan dan jargon marketing seperti e-Business bisa menjadi salah satu contoh pemanfaatan digital. Issue Web 2.0 yang juga muncul dari praktisi pemasaran saat ini juga memicu pendekatan baru.

Aspek lain seperti target market, segmentasi, demand, channel, relationship marketing, dan enhancing value juga turut menjadi pokok bahasan. Aspek enhancing value bisa memiliki hubungan yang sangat erat dengan subjek pengembangan produk melalui alternatif raising benefit atau reduce cost atau variasi kombinasi keduanya. Saya mencoba menggambarkan dalam model matriks yang mungkin perlu ditambahkan dalam materi presentasi. Ada yang masih ingat? dan bisa bantu?

Bagian kedua yang tadinya akan sekalian dibahas, saya gabung saja dalam handout yang bisa diunduh disini. Sehingga kalian dapat baca lebih awal dan mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh. Bagian kedua ini lebih mengarah pada sistem informasi marketing, dengan cakupan data internal, intelligence systems, marketing research, dan decision support. Selain itu variasi basis segmentasi dalam kaitan sistem informasi juga dibahas di bagian ini.

Lebih lengkap, bisa dibaca di handout. Have a nice reading...

Thursday, October 22, 2009

19th October 2009 Class at a Glance : (6) Mid Term Test

Klas di hari Senin sebagai kuliah pengganti, obviously terlambat satu jam dari rencana semula. Mendadak pada hari itu saya harus menghadiri pertemuan di Purwakarta yang sulit untuk dihindari dan ditinggalkan lebih awal. Sehingga dengan terpaksa rencana jam 16:00 dirubah menjadi 17:00. Untung tol Cipularang di hari Senin tidak terlalu padat.

Klas diisi UTS selama 120 menit. Sebenarnya ada kesalahan cetak dalam penulisan draft soal UTS untuk durasi, tapi tak apalah, lagi pula saya tidak perlu cerita panjang lebar untuk sisa waktu UTS, toh beberapa peserta ada yang tertinggal karena bentrok dengan mata kuliah lain yang musti ditunggu juga.

Selain mid test, seperti yang telah dijanjikan, dikumpulkan homework perbandingan produk. A bit surprise on my first impression, karena beberapa dari kalian menyajikan dengan cukup detil, berlembar-lembar dan cukup “comprehensive”. Moga-moga tulisan tersebut merupakan hasil kajian, bukan sekedar menyalin dari satu artikel saja (beberapa ada yang seperti juga).

Belajar dari pengalaman dan kajian dalam tulisan “peer”, dalam hal ini kawan anda, saya pikir ada baiknya kalau tulisan homework tersebut disubmit di blog yang sudah disediakan untuk Klasmaya Pupil. Jadi tugas berikutnya adalah posting PR ke sister blog dari Klasmaya yang sudah (barusan) saya siapkan dengan nama “Obrolan Produk Telematika (OPT)”. Nama dan password untuk akses akan saya kirim melalui email saja.

Posting bisa berupa copy paste dari seluruh tulisan ke blog OPT, namun kalau rada kompleks bisa lebih disederhanakan dengan membuat link ke share file yang sudah di tentukan.

Selanjutnya kita akan coba melakukan “peer assessment” untuk tulisan yang sudah di posting. Selamat mencoba...

Friday, October 16, 2009

Class will be delay to Monday, October 19th 2009; Prepare for Mid-term Test


Berhubung (lagi-lagi) ada satu/dua keperluan mendadak sehingga saya tidak dapat hadir di kuliah tanggal 17 Oktober 2009 mendatang. Setelah dikonfirmasikan dengan pengelola institusi, jadwal minggu ini kemungkinan digeser ke hari Senin jam 16:00, Ruangan masih harus diklarifikasi dengan BAAK. Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon disampaikan pada yang berkepentingan.

Tuesday, October 13, 2009

10th October 2009 Class at a Glance : (5) Concept Generation & Evaluation and Article Discussion

Klas minggu lalu dibahas materi dari buku acuan Dieter dari bab-5. Seperti biasa, dari pantauan sekilas, belum ada satupun yang sudah memperoleh (baik pinjem, fotocopy, atau beli) buku Dieter yang sudah ditetapkan institusi menjadi buku acuan mata kuliah ini.

Materi Concept Generation and Evaluation meliputi proses Define Problem, Gather Information, Concept Generation, Evaluation of Concepts, Product Architecture, Configuration Design, Parametric Design, dan Detail Design. Empat proses pertama dikelompokkan dalam Conceptual Design, sedangkan sisanya menggambarkan Embodiment Design.

Isu-isu yang terkait dengan disain konsep antara lain aspek kreativitas dan penyelesaian masalah melalui metode antara lain seperti brainstorming, ataupun mind map. Sementara pada aspek evaluasi dibahas beberapa metode pemilihan konsep antara lain melalui Absolute Criteria, Pugh Selection, Measurement Scales, Weighted Decision Matrix, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Beberapa contoh penerapan metode tersebut dipaparkan pula mengacu pada referensi Dieter.

Setengah jam sebelum klas berakhir, kita sempat ulas materi dari beberapa article yang terkait dengan pengembangan produk antara lain A Whole New Mind, Design the Perfect Product ; The Beauty of Simplicity dan Ten Google Golden Rules.

Artikel dari A Whole New Mind membahas aspek Story dari Six Senses (Design, Story, Symphony, Empathy, Play and Meaning) yang ditulis mas Pink mungkin bisa dikorelasikan dengan issue “word of mouth” nya marketing. Dengan cerita, “bikin hidup lebih hidup”, ada faktor emosional yang lebih menyentuh daripada sekedar informasi belaka. Cerita bisa diambil dari experience pelanggan yang disampaikan ke calon pelanggan sehingga bisa lebih memperkuat hasrat untuk mencoba. Industri jajanan / cafe di Bandung tidak terlepas dari word of mouth marketing, yang bahkan local residence pun belum tentu tahu.

Tugas Besar, Assignment of session 2009


Beberapa pertemuan yang lalu, saya berkeinginan untuk mulai menyampaikan tugas besar untuk sessi kuliah tahun ini, namun beberapa kali tertunda karena semangat menyampaikan materi kuliah.

Di posting kali ini, seperti yang sudah saya sampaikan pada pertemuan terakhir, saya akan memberikan tugas besar dengan alternatif sebagai berikut :

Alternatif-1: Prototype User Interface product IPTV
Deliverable berupa prototype dalam bentuk simulasi (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface meliputi minimal

  1. Menu memilih channel program bebas dan berbayar.
  2. Menu melihat jadwal program
  3. Menu menyimpan konten program
  4. Menu memilih Video on Demand (berbayar)
  5. Menu Teleconference
  6. Menu akses Internet
  7. Menu fungsi lain yang diusulkan

Alternatif-2: Prototype User Interface situs social network atau berbasis Web 2.0
Deliverable berupa proposal ide pengembangan situs sosial yang direpresentasikan melalui simulasi situs (minimal storyboard) berbasis aplikasi atau minimal melalui presentation tools. Aspek dan fungsi dari user interface disesuaikan dengan fitur dan fungsional situs tersebut. Untuk materi presentasi disampaikan tujuan (objectives), target segmen, dan informasi lain yang dapat melengkapi penyampaian gagasan.


Deadline tugas harus dapat diselesaikan maksimal tanggal 14 November 2009, untuk selanjutnya dilakukan demo atau presentasi didepan kelas.


Tugas dapat dilakukan maksimal 2 orang per kelompok yang diharapkan cross department.

Friday, October 09, 2009

5th October 2009 Class at a Glance : (4) Idea Generation and QFD

Punteun banget, CAAG (class at a glance) baru di posting malam ini. Minggu ini jadwal cukup padat, namun semua harus bisa diselesaikan.


Minggu terakhir yang berlangsung di hari Senin sebagai kuliah pengganti, di simulasikan bagaimana proses pembentukan ide dengan melihat peluang, target market, dan enabler dari aspek teknologi. Meski issue nya masih kasus yang sebelumnya menjadi materi brainstorming, tetap saja tidak mudah untuk menggali segala kemungkinan yang boleh jadi a bit wild, nyleneh, namun bisa inovatif.

Sessi terakhir dibahas materi dari bukunya Sheila Mello tentang market driven product definition dan bahasan Quality Function Deployment (QFD) dari Dieter.

Sebagai tambahan baca-baca, meski tidak di bahas di klas, materi 15 CSF dari Cooper juga saya tambahkan di sini.

Thursday, October 01, 2009

Stop Press: Tidak ada kuliah minggu ini

Berhubung saya terlanjur buat appointment dengan dokter di Jakarta, maka kuliah tanggal 3 Oktober 2009 ditiadakan. Setelah saya konfirmasi dengan pengelola institusi, jadwal minggu ini kemungkinan digeser ke hari Senin tanggal 4 Oktober 2009 jam 17:00, Ruangan masih harus diklarifikasi dengan BAAK. Demikian pengumuman ini disampaikan, mohon disampaikan pada yang berkepentingan.

Minal Aidin wal Faidzin 1430 H



Tidak terasa Ramadhan sudah lewat, Lebaran usai, ketupat pun sudah habis.
Liburan panjang sempat melenakan kita dengan Klasmaya.


Melalui media ini saya mengucapkan
“Minal Aidin wal Faidzin Taqaballahu Minna wa Minkum”
Mohon maaf lahir dan batin.

Monday, September 14, 2009

Brainstorming on Klasmaya


Mungkin simulasi brainstorming minggu lalu masih kurang di exploitasi. Boleh jadi waktu diskusi kurang, atau issue yang didiskusikan masih belum jelas saat itu, atau saat itu belum ada ide yang muncul, atau saat diskusi rada malu-malu, atau beberapa kawan mendominasi diskusi, atau apalah...

Kita coba proses brainstorming lewat Klasmaya. Kalian bisa mengajukan usulan, ide, atau proposal buat produk dari materi diskusi yang kemarin disimulasikan (lihat posting sebelum ini). Masing-masing harus mengajukan idenya untuk 2 soal/materi brainstorming. Sebaiknya ide atau usulan tidak serupa dengan yang pernah diusulkan kawannya, jadi siapa yang tanggap / cepat posting dapat keuntungan nggak harus mikir yang lain jika sama. Ide atau usulan bisa lebih dari satu, tapi setiap satu usulan dibuat dalam satu komentar, yang penting salah satu soal ada yang mewakili, artinya meski lebih dari satu namun harus ada ide untuk dua soal tersebut.

Saya nggak tahu, minggu depan libur atau nggak, kalaupun libur ada peluang untuk buat ide sebanyak-banyaknya. Selamat cari gagasan, cari ilham, brainstorming.

12th September 2009 Class at a Glance : (3) New Product Development & Design Process

Klas minggu ketiga diawali dengan jawaban PR tentang “Stages and Customer Types” dan materi “Expanded PLC” dari Dieter yang seharusnya menjadi bagian dari materi minggu ke-2.

Ada dua agenda untuk konten minggu ini, antara lain New Product Development Dan Design Process. Konten dominan mengacu pada buku Dieter pada bab-1. Aspek NPD yang lebih banyak terkait dengan proses dibahas disini. Seperti pada umumnya proses bisnis lainnya, proses ini juga meliputi tahapan-tahapan yang “secara umum” ada di pengelolaan NPD. Secara umum disini artinya, proses yang disampaikan relative praktikal di industri meski bukan berarti urutan proses tersebut mutlak persis seperti itu. Dalam pembahasan juga disampaikan bahwa beberapa perusahaan melakukan parallel proses, penggabungan atau penghilangan nproses seandainya diperlukan.

Agenda ke-2 membahas aspek disain proses lebih detil. Mulai dari definisi, morphology, dan methode yang boleh dii bilang cenderung teoritis mengacu ke text book.

Untuk menyeimbangkan wawasan NPD terkait dengan industry best practice, sudah disubmit beberapa artikel di posting sebelumnya tentang “Camp Samsung, Beauty of Simplicity, dan How to Design the Perfect Product”.

Biar nggak jenuh dengan theoretical approach, di akhis sessi klas disimulasikan proses brainstorming sebagai salah satu proses pada tahapan idea generation. Simulasi ini mencoba mengembangkan ide untuk produk baru. Klas dibagi dua kelompok, kelompok pertama mencoba melihat kemungkinan inovasi produk baru untuk lingkungan dengan ketersediaan internet wireless access yang ada dimana-mana, mulai dari WLAN/WiFi di dalam gedung sampai WiMax di luar gedung. Brainstorming mencoba meng’explore sebanyak-banyaknya kemungkinan produk yang bisa diusulkan dibuat yang menjadi benefit buat pelanggan. Sedangkan kelompok ke-2 mencoba mengembangkan berbagai kemungkinan aplikasi yang bisa diimplementasikan pada lingkungan infrastruktur IPTV atau interactive TV.

Sunday, September 06, 2009

5th September 2009 Class at a Glance : (2) Telematics & Product Life Cycle

Klas kedua mulai dibahas materi inti dari kisi-kisi yang disampaikan pertemuan sebelumnya. Sessi ini dibahas pengertian dari terminologi telematika dan aspek utama dari Product Life Cycle (PLC).

Sebagai bagian dari pengelolaan produk, Pengembangan Produk harus pula melihat secara luas tahapan siklus poduk tersebut. Ada satu kuis yang dilaksanakan pada sessi kali ini, yang terkait dengan korelasi PLC dengan strategi pemasaran. Sedangkan soal kedua yang sedianya menjadi kuis, karena keterbatasan waktu diganti menjadi pekerjaan rumah saja. Soal kedua ini mirip dengan kuis sebelumnya tentang korelasi antara tahapan PLC dengan type pelanggan dan aspek industri dan perusahaan (kompetisi, Resiko, dan lainnya)

Seperti biasa, klasmaya sebagai satu-satunya media untuk sharing resources, telah menyediakan handout sessi lalu yang bisa langsung didownload.

Untuk sessi berikutnya, saya submit beberapa artikel dari situs majalah / online yang dapat dibaca (bukan cuman di download) untuk dibahas bersama sessi depan.

How to Design the Perfect Product
Camp Samsung
Beauty of Simplicity

Friday, September 04, 2009

1st September 2009 Class at a Glance : Introduction

Klas di hari pertama, digeser ke hari Selasa 1600, karena Sabtu lalu saya ada appoinment dengan seorang dokter di Jakarta. Sessi hari itu lebih banyak melihat materi kuliah in a big picture, though not in detail. Issue yang muncul dan dibahas, antara lain:

- Produk vs Service
- Terminologi
- Business Model
- Product Life Cycle
- Marketing Stuff
- Product Development Strategic Orientation & Process

Seperti biasa Klasmaya menyediakan handsout minggu lalu yang bisa langsung diunduh disini.

Wednesday, September 02, 2009

Welcome Speech, for new audience of Klasmaya


Selamat datang buat pemirsa SK-425 dan EL-419 tahun ajaran 2009. Klasmaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar dan mengajar dari mata kuliah yang saya sampaikan melalui media komunikasi dan kolaborasi untuk model belajar mengajar a'la virtual. Di situs ini tidak akan disebutkan institusi pendidikan formalnya, kecuali beberapa kode-kode yang hanya pemirsa atau formal audiens yang tahu, namun KlasMaya bukan media eksklusif, sehingga selain anggota tetap dari "brick 'n mortar class" kami juga menerima penggembira dan pemirsa lain.

Selamat berkolaborasi meski sebatas komen, berpartisipasi dan bergembira.

Saturday, May 23, 2009

Nilai Akhir EL-102 session 2009

Seperti biasa, disamping nilai akhir yang disubmit di BAAK, perolehan nilai sessi ini perlu juga dishare lewat Klasmaya, meskipun boleh jadi, pemerhati klasmaya sudah mulai berkurang.

Tahun ini, dari total 34 pemirsa resmi dari EL-102 sessi 2009, sangat mengagetkan dengan sekira lebih dari seperempatnya tidak mengikuti UAS, walhasil dari result perhitungan juga dibawah threshold untuk mencapai nilai lulus. Kalau dicermati terdapat korelasi dari pemirsa yang berhalangan atau sengaja berhalangan mengikuti Final Test dengan beberapa tugas, quiz dan homework yang dilewatkan atau minimal terlewatkan. Diperkuat pula dengan tidak adanya atau belum ada satupun yang mengajukan permohonan ujian susulan.

Dari aspek keaktivan diskusi di klas offline, tugas-tugas, quiz, pekerjaan rumah dan UAS yang menjadi faktor penilaian, diperoleh angka jangkauan perolehan sebagai berikut,


Grafik ini dibaca nilai jangkauan pada sumbu x dengan jumlah pemirsa yang dibaca pada sumbu Y. Misalnya pada aspek Tugas yang diwakili bedah buku, tidak ada satupun dengan nilai dibawah 40 ataupun diantara 40-50, tapi aspek ini ada sebagian besar di jangkauan nilai 50-60 dan 60-70 yang dikontribusi oleh masing-masing 12 pemirsa atau sekira masing-masing 35%, sehingga jika digabung 70% dari total populasi pemirsa memperoleh nilai Tugas diangka 50-70. Puncak kedua muncul pada range 80-90 yang dikontribusi 8 pemirsa atau hampir seperempat populasi, dan satu pemirsa yang memperoleh posisi di range 90-100. Rerata aspek Tugas diperoleh pada angka 66.50.

Aspek Quiz cenderung merata walaupun nilai tinggi memiliki kontribusi yang lebih besar. Kondisi ini sangat berbeda dengan aspek Diskusi yang cenderung berada di nilai rendah, sekira hampir 60% memiliki nilai dibawah 50 poin. Range tertinggi (90-100) hanya dicapai oleh 6% atau sepersepuluh dari angka yang tadi disebutkan. Rerata aspek Diskusi adalah sebesar 49.79 sedangkan aspek Quiz di angka 71.60.

Aspek lain silakan dianalisa sendiri.


Grafik kedua menunjukkan komposisi porsi jumlah pemirsa yang memperoleh nilai standard institusi. Batang kuning memperlihatkan persentase dari 7 nilai yang ditetapkan. Nilai C menjadi nilai yang cukup dominan dengan porsi sepertiga dari seluruh jumlah nilai. Porsi terkecil dipegang oleh nilai D sebesar sepersepuluh dari nilai C. Yang cukup menarik perolehan outstanding (A) memperoleh porsi yang lebih besar dari B maupun B+.

Warna biru menunjukkan segmen yang lain dari cluster “Kurang” (E&D) yang disumbang oleh hampir 30%, “Cukup” (C&C+) yang diberikan oleh persis separuh pemirsa, “Baik” (B&B+), dan “Excellence” (A) yang masing-masing dikontribusi oleh 12% dan 9% populasi.

Jika dibanding tahun lalu, porsi “Baik” dan “Excellence” relative menurun dari 38% ke 21%. Namun penurunan ini di drive oleh seperempat pemirsa yang urung mengikuti UAS. Jika jumlah pemirsa non UAS di exclude, maka porsi tersebut mengalami perbaikan menjadi 28%.

Selamat yang telah mencapai nilai terbaik, dan tetap semangat dan terus berusaha jika masih belum mencapai hasil maksimal.

Keep in touch ..


Thursday, May 14, 2009

Final Test Result

Sekira dua hari lalu penilaian UAS untuk sessi 2009 rampung. Secara umum, perolehan nilai kurang menggembirakan. Dari sekian soal pilihan, tidak ada satupun yang menjawab benar lebih dari separuh pertanyaan. Hitungan ”quick count” menunjukkan perolehan tertinggi top markotop dari 60 soal hanya dicapai pada angka 28, tidak ada satupun yang melebihi 50% atau di angka 30 apalagi menembus tiga perempat jawaban benar (45 soal dijawab benar). Yang menarik, angka-angka ”tinggi” tersebut relatif didominasi oleh peserta siswi. Mungkin ada korelasi dengan aspek rajin membaca.

Perolehan terendah dicapai pada angka 11 poin, bayangkan less than 20%. Jika nilai perolehan dicluster dalam 4 kelompok, dengan batasan ”<"15,15-20,20-25,25-30” diperoleh angka pangsa klas berturut-turut sebesar 16%, 48%, 24% dan 12%.

Boleh jadi soalnya terlalu sulit, banyak jebakan, atau membingungkan. Tapi dari analisa mining, soal yang tidak seorangpun bisa menjawab hanya ada 2 soal, meski demikian tidak ada satu soalpun yang bisa dijawab oleh semua peserta. Jumlah soal yang bisa dijawab oleh lebih dari seperempat peserta hanya ada 15%. Sehingga (lagi-lagi) kalau kita kaji dari clustering soal yang masing-masing bisa dijawab oleh 0, 1-5, 5-10,10-15, >15 peserta adalah sebesar 3.33%; 25%; 40%; 16.67%; dan 15%.

Dari ulasan diatas, dapat disimpulkan sebagai hasil yang kurang menggembirakan, entah akibat terkena dampak krisis, atau swine stuff. Sampai saat ini, angka nominal yang benar belum dikonversikan ke nilai standard, karena saya masih mencari angka yang pas yang dapat merepresentasikan maksimal. Umumnya adalah diukur dari rasio ”benar” terhadap total soal. Namun untuk penilaian ini, saya akan coba di faktor kan dengan satu angka sebagai adjustment.
Untuk memperkecil resiko penilaian yang relatively kurang semangat, mungkin ada yang mau kasih opini buat perbaikan nilai? Silakan disampaikan melalui komentar sebagai media uneg-uneg.

Monday, May 04, 2009

2nd May 2009 Class at a Glance

Klas dipenghujung akhir semester direncanakan untuk dua materi yaitu eTOM dan PayTV yang dilanjutkan dengan Quiz untuk menambah aspek penilaian. Namun bak “injury time”, diawal klas hanya kurang dari separoh pemirsa yang muncul. Belum lagi ada event institusi yang melibatkan beberapa pemirsa.

Walhasil hanya materi eTOM yang disampaikan. Materi ini sebenarnya materi tambahan, bukan materi yang ditetapkan institusi, namun saya melihat informasi ini cukup valid pada saat berhubungan dengan industri telematika pada umumnya dan telekomunikasi pada khususnya. Meski paparan eTOM relatif disampaikan sekilas, namun pemirsa bisa membaca langsung modul proses yang diurai dalam materi presentasi. Jangan khawatir, seperti yang disepakati, materi ini tidak menjadi objek UAS, namun bukan berarti diabaikan.

Sampai jumpa di UAS ..